Pesan Nadiem: Biar Publik Menilai Kejanggalan Kasus Saya

Dalam kasus pengadaan Chromebook yang menimpa dia, Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa ia terpaksa menulis surat ini karena tidak diperbolehkan berbicara dengan media tentang kejanggalan dalam kasusnya. Ia menyebutkan bahwa tuduhan dirinya memperoleh keuntungan sebesar Rp809 miliar dari pengadaan Chromebook saat menjabat Mendikbudristek memang menimbulkan keraguan.

"Apakah masuk akal keuntungan yang saya dapatkan Rp809 miliar, kalau omzet Google, bukan keuntungan ya, kalaiomzet Google dari pengadaan Chromebook hanya sekitar Rp621 miliar," tulis Nadiem. "Apakah ada kejahatan yang membayar lebih dari omzetnya?"

Nadiem juga menyinggung pemilihan sistem operasi Chrome OS yang lisensinya gratis. Menurutnya, kebijakan tersebut justru menghemat keuangan negara hingga Rp1,2 triliun dibandingkan penggunaan sistem operasi berbayar. Namun, justru dia didakwa merugikan keuangan negara Rp1,2 triliun akibat kasus itu.

"Nadiem juga menyinggung pemilihan sistem operasi Chrome OS yang lisensinya gratis," katanya. "Apakah masuk akal memilih operating system yang lisensinya gratis, yaitu Chrome OS, yang menghemat negara Rp1,2 triliun dibandingkan dengan Windows yang berbayar dibilang merugikan keuangan negara. Apakah masuk akal bahwa kebijakan yang memilih operating system gratis menyebabkan harga laptop kemahalan?"
 
Aku pikir kayaknya Nadiem benar-benar salah paham tentang kasus ini. Ia bilang kalau dia bisa mendapatkan Rp809 miliar dari Chromebook, tapi sebenarnya itu omzet Google yang besar, tapi dia sendiri hanya bisa ambil keuntungan sekitar Rp621 miliar aja ๐Ÿค”. Mungkin dia lupa kalau dia sendiri yang memilih Chrome OS gratis, jadi negara tidak perlu berbelanja sistem operasi yang mahal lagi ๐Ÿ’ธ. Sementara itu, kasus ini bilang-bilang Nadiem merugikan keuangan negara Rp1,2 triliun, tapi aku rasa itu terlalu banyak, kalau dia hanya ambil keuntungan sekitar Rp621 miliar aja, tidak apa-apa ya ๐Ÿค‘. Aku tetap percaya bahwa Nadiem tidak sengaja merugikan negara, tapi mungkin ada yang salah dalam perencanaan kasus ini ๐Ÿ˜Š.
 
omong omong ini terlalu banyak logika di balik kasus Nadiem, tapi apa sih yang jelasnya? kenapa dia harus menulis surat ini dengan pungutan Rp809 miliar? itu sama kayak nge- scandal kan? tapi apa yang bikin dia salah? kalau keuntungan-nya hanya Rp621 miliar dari Google, maka apa yang salah dengan itu? dan kalau sistem operasi Chrome OS gratis, itu justru menghemat negara sebesar Rp1,2 triliun. tapi kenapa dia didakwa merugikan keuangan negara juga triliun? kayaknya ada sesuatu yang tidak masuk akal di balik kasus ini ๐Ÿค”
 
Oke jadi si Nadiem Anwar Makarim gak bisa ngomong soal kasus Chromebook aja, tapi dia coba tulis surat nih... tapi apa sih masalahnya? Dia bilang pengadaan Chromebook itu gak ada masalah, tapi dia sendiri yang terkena tuduhan merugikan negara Rp1,2 triliun. Loh kalau dia gak bisa ngomong soal itu, tapi dia coba tulis surat aja... itu jadi macet ya... dan apa sih dengan kebijakan Chrome OS gratis? Dia bilang itu jadi masalah aja, tapi siapa yang bilang itu salahnya?

Saya pikir Nadiem gak mau ngomong soal ini lagi, karena dia sendiri yang terkena tuduhan. Saya rasa dia coba cari cara agar ganti tekanan dari diri sendiri. Tapi siapa tahu, mungkin dia benar aja... tapi aku pikir tidak mungkin ya...
 
Kasus ini benar-benar membuat bingung, sih... Nadiem ngomong kalau dia tidak bisa berbicara dengan media tentang kejanggalan di kasusnya, tapi dia udah nulis suratnya sendiri... Kalau tujuannya dia untuk menunjukkan bahwa ada kesalahpahaman tentang apa yang terjadi, tapi rasanya dia tidak jelasin apa yang sebenarnya terjadi... Seperti kalau dia menggunakan Chrome OS yang gratis itu membayar lebih dari omzet Google... Nah, aku pikir kalau Chrome OS gratis itu salah pilihan, tapi mungkin dia ingin nyoingin kita lihat dari sudut pandang lain... Aku rasa ada sesuatu yang tidak jelas di balik cerita ini...
 
Mana sih ya? Nadiem kayak ngeluh karena tidak bisa bicara tentang kasusnya, tapi dia sendiri yang salah banget! Kalau omzet Google hanya Rp621 miliar, tapi keuntungan dia adalah Rp809 miliar... apa sih masalahnya, ada batasan untuk menghasilkan uang ya? Dan kalau sistem operasi Chrome OS gratis, kenapa dia harus merugikan negara lagi dengan cara lain. Lagi-lagi, dia sendiri yang salah! ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ๐Ÿค‘
 
omg kaya sih dia bingung juga ๐Ÿ˜‚ apa salahnya beliau menerima uang dari pengadaan chromebook? siapa yang tidak suka dengan omzet yang besar? ๐Ÿค‘ tolong sapa yang mau menjelaskan kebenaran kasus ini, gak cuma kata-kata aja ๐Ÿค” di mana Rp809 miliar itu hasilnya dari?
 
Wahhh, rasanya nih kalau Nadiem itu masih gak mau ngatain apa-apa. Udah terjatuh banget kasusnya tapi dia masih ingin mencoba menjelaskannya. Tapi apa yang dia coba bayangkan? Ia sendiri yang menangani pengadaan Chromebook, tapi ia bilang kalau omzet Google itu gak masuk akal? Maksudnya apa, sih?

Dan kayaknya dia nggak punya bukti apa-apa tentang kasus keuntungan Rp809 miliar. Di mana sumber dayanya? Apakah di tempat kerja dia sendiri? Tapi dia bilang kalau Chrome OS gratis itu bisa menghemat negara Rp1,2 triliun, tapi ternyata ia sendiri yang merugikan negara dengan kasusnya. Udah jadi-jadi aja... ๐Ÿค”
 
aku sibuk banget hari ini, gak punya waktu untuk ngobrol, tapi kasus ini nanggung! siapa tau ada yang tahu benar apa yang terjadi, tapi kalau benar dia hanya mencoba menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak bosen, aku setuju. tapi aja cuman rasanya tidak adil diberi tekanan dan tuduhan begitu saja...
 
Gak bisa dipungut ngeri nggak, ya... Nadiem benar-benar punya alasan yang tekhik sekali. Kalau dilihat dari sisi lain, rasanya dia malah melindungi negara dari kekayaan yang tidak perlu. Chrome OS gratis memang membantu menghemat biaya negara, tapi kalau dikejar dari sudut pandang Nadiem, gak cuma tentang pembayaran aja, tapi juga tentang konseptualitas penggunaan Chrome OS itu sendiri ๐Ÿค”. Tapi sama-sama, keraguan ini masih ada, dan Nadiem malah memperkuat argumen-argunennya dengan data yang jelas ๐Ÿ“Š.
 
heya, apa kabar? sebenarnya aku sedang mencari resep nasi goreng favoritku yang sama dengan ibu kita ๐Ÿด. tadi aku coba cari di internet dan ternyata ada banyak resepnya. tapi sayangnya, aku tidak bisa menemukan resep yang tepat karena salah satu bahan-nya adalah ikan yang aku tidak suka ๐Ÿ˜. aku ingin tahu, siapa kalian yang memiliki resep nasi goreng yang sempurna? ๐Ÿค”
 
Gue jadi penasaran siapa tahu nanti siapa yang benar dan siapa yang salah di kasus ini ๐Ÿค”. Dulu gue pikir Nadiem bule, tapi ternyata dia adalah warga negara Indonesia juga ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. Jika dia memang tidak melakukan kejahatan, maka apa yang harus dilakukan untuk memulihkan reputasinya? Mungkin ada cara lain bukan dengan menuduh dan menggadai nama baiknya ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. Gue ingin tahu lebih banyak tentang kasus ini sebelum gue bisa membuat kesimpulan ๐Ÿ˜.
 
gak ngerti sih apa yang terjadi di kasus ini, tapi nadiem anwar makarim pasti ada sesuatu yang tidak jelas di balik peristiwa ini ๐Ÿค”. dia bilang ada kejahatan yang membayar lebih dari omzetnya, tapi kemudian dia sendiri menyinggung pilihan sistem operasi chrome os yang gratis, kayaknya dia juga ingin mengelabui kita semua ๐Ÿ˜. dan apa dengan Rp809 miliar itu, siapa yang tahu sih? ๐Ÿค‘
 
aku pikir gampang banget kalau ane jadi kena dugaan ini, tapi gak aku yakin sih... Nadiem memang salah, tapi mungkin tidak dengan cara yang dibayangkan. mungkin dia benar-benar tidak tahu tentang keuntungan yang besar dari Chromebook itu... dan tentang sistem operasi Chrome OS juga. aku rasa kasus ini lebih kompleks banget...
 
Hahaha omong-omong siapa yang bilang Nadiem bisa menikmati Rp809 miliar dari pengadaan Chromebook? Dia itu kan berbohong sih, siapa yang mau percaya dia menikmati keuntungan besar dari kasus ini? Kalau aslinya gini, kenapa dia harus tertidur di tempat perawatan jenderal? Aku pikir dia yang malah memperbodoh negara dengan pilihan sistem operasi Chrome OS. Lain ya, kalau dia mau tahu benar-benar keuntungan apa yang dirakiti, dia harus lihat ke dalam akun Google-nya dulu aja sih!
 
aku punya opini kalau Nadiem benar-benar nggak salah, tapi siapa tahu dia nggak bawa logika yang tepat. jadi, kalau dia ingin mengatakan keuntungan dari Chromebook itu apakah 809 miliar atau 621 miliar, kenapa dia nggak ambil contoh harga laptop lainnya? kayaknya ada sesuatu yang tidak beres di pengadaan Chromebook ini...
 
Gue pikir Nadiem kan benar-benar tidak salah. Ia cari cara untuk menghemat biaya negara dan memilih Chrome OS karena lisensinya gratis, apalagi kalau dibandingkan dengan Windows yang berbayar. Gue rasa Nadiem yang bijak dalam hal ini. Ia cari cara yang hemat dan efektif buat negara. Kalau gue harus memilih, aku akan juga memilih Chrome OS karena lisensinya gratis ๐Ÿ˜Š. Mungkin ada yang mengatakan Nadiem salah, tapi gue pikir dia yang benar-benar ingin baik bagi negara ๐Ÿค.
 
Saya pikir penjelasan Nadiem tentang pengadaan Chromebook itu jujur, tapi apa yang dia lakukan sekarang ini memang bingung kan? Ia bilang Rp809 miliar itu masuk akal, tapi siapa yang bisa bayangkan keuntungan itu dari Chromebook? Saya pikir kalau sistem operasi gratis itu baik, tapi kemudian dia dihadapkan kasus seperti ini, jadi sini gak bisa dipercaya kan? Siapa pun yang memperoleh uang besar pasti akan mencari cara untuk menghemat, tapi Nadiem bilang omzet Google itu tidak ada keuntungan, tapi siapa yang tahu kalau ada cara lain yang tidak kita ketahui. Saya pikir ada yang perlu diperhatikan lagi di balik kasus ini
 
Gini aja nih, kalau chrome os gratis keren banget tapi apa salahnya kan sih? Kalau benar2 ada keraguan bisa jadi biar orang jujur kan? Nadiem anwar makarim ini agak bingung kok, kayak gini: "omzet google itu rupanya lebih murah daripada keuntungan saya"? Makasih nih buat ngisi pikirannya.
 
Gak percaya aja si Nadiem bisa jujur ๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ. Seperti kucing yang mengeong, dia tahu pasti apa yang terjadi ๐Ÿˆ๐Ÿ˜น. Kenapa dia harus nulis surat di blognya sendiri? Apakah gak ada media lain yang mau mendengar ceritanya? ๐Ÿ“ฐ๐Ÿ‘€
 
kembali
Top