Perumahan Ciledug Indah Terendam Banjir, Kemacetan Mengular 1 Km

Banjir menggenangi kawasan perumahan Ciledug Indah, Karang Tengah, Tangerang, pada Jumat pagi. Kemacetan terjadi karena banyak pengendara sepeda motor yang mematikan mesin dan mencoba melewati banjir. Beberapa warga memilih untuk menaikkan kendaraannya ke atas gerobak, sedangkan yang lain harus merelakan motornya mogok akibat kemasukan air.

Air mulai naik pada Jumat pagi, sekira pukul 05.00 WIB, dan meningkat secara bertahap. Warga yang tinggal di perumahan tersebut segera memindahkan kendaraan mereka ke tempat aman. Darman, salah satu warga, mengatakan bahwa hujan deras terus mengguyur wilayahnya sejak Kamis sore, sehingga banjir tidak menunggu waktu.

Banjir juga merebak ke perumahan Duren Village, yang diperkirakan mencapai ketinggian dua meter. Warga tersebut dihadapkan pada kemacetan dan kesulitan akses ke tempat tinggal mereka.
 
Aku pikir sih kalau banjir ini nggak boleh dibuat sembarangan. Ciledug Indah itu udah cukup genk, gini banjirnya masuk ke perumahan dan warga harus lewatin basah banget 🌪️. Aku tahu warga sengaja mematikan mesin sepeda motor mereka, tapi sih kalau nggak ada pilihan lagi apa yang bisa dilakukan? Mereka udah menunggu hujan deras itu dari Kamis sore sampai Jumat pagi, gini banjirnya cuma sembarangan aja 🤦‍♂️. Dan perumahan Duren Village udah duduk di ketinggian dua meter air, sih kayaknya harus ada langkah yang lebih matang dari pemerintah dan badan penyelidik untuk mengatasi banjir ini, jangan cuma begitu asal-asalan aja 🙄.
 
Banjir banjir lagi, apa kabar sih? Mereka udah banjir sekali, sudah banjir kembali, kalau tidak berubah, aku rasa kesehariannya di rumah makin sulit . Dan pengendara sepeda motor yang mematikan mesin itu gak membuatnya sedikit menarik. Saya rasa harus lebih waspada saat cuaca deras sih.
 
Saya rasa banjir ini benar-benar membuatnya sulit untuk harian ya, khususnya warga yang tinggal di perumahan Ciledug Indah. Saya sendiri tinggal di daerah yang jauh dari sana, tapi saya tahu betapa sakitnya ketika air naik. Saya ingat saat banjir terjadi di Jakarta beberapa tahun lalu, banyak orang yang bingung dan tidak siap dengan hujan deras itu. Banjir ini memang karena hujan deras, tapi juga karena banyak pengendara sepeda motor yang mematikan mesin dan mencoba melewati banjir. Saya harap warga di perumahan tersebut bisa cepat pulih dan tidak terlalu sakitnya 🤗💧
 
Banjir itu kayaknya makin seru 😂... siapa tahu nanti pengendara sepeda motor punya bantuan dari temen-temennya untuk naik ke atas gerobak, jadi nggak perlu motornya mogok 🚴‍♂️. Nah, warga yang harus merelakan kendaraannya, mungkin bisa sambil menonton siaran sepak bola nanti ya 😊... atau paham dulu kalau air itu keren tak?
 
Air banjir itu kayaknya makin parah lagi di hari ini 🌧️. Saya pikir banjir ini karena hujan deras, tapi juga karena banyak pengendara sepeda motor yang tak berhati-hati, kayaknya harus lebih hati-hati aja deh kalo nanti banjir terjadi 🤦‍♂️. Kita harus selalu siap dan waspada, tapi jangan lupa untuk berbagi informasi tentang situasi ini juga ya, agar orang lain bisa lebih siap 😊.
 
Banjir banget yah... Maksudnya, kita harus selalu siap menghadapi cuaca buruk ya. Jangan pernah ketinggalan mempersiapkan bahan bakar untuk motor ya. Kita tidak ingin seperti pengendara sepeda motor yang mematikan mesin dan mencoba melewati banjir. Bangun sih... Bangun bangun! 🌞
 
Makanya aja banjir terus saja? Pagi-pagi semuanya ala banjir, esoknya semuanya kering. Kenapa lagi nggak sibuk sih para pejabat untuk memperbaiki drainase di daerah-daerah yang sering banjir? Seperti yang terjadi di Ciledug Indah ini, kayaknya warga harus mandiri aja, menaikkan kendaraan ke atas gerobak, dan nggak sabar-sabar lagi banjir datang. Sementara itu, perumahan Duren Village dua meter aja, siapa tau masih bisa menghadapi. Kenapa kan sih kita terus berlaku seperti ini?
 
Gue penasaran sih apa salahnya banjir terus terjadi disini! Gue lihat warga sudah memindahkan kendaraan, tapi sekarang gue melihat ada pengendara motor yang masih mencoba melewati air kayak gak berani. Aku pikir mereka harus menunggu hingga banjir mengering dulu ya... dan juga harusnya ada bantuan lebih dari pihak kota untuk membantu warga ini, jangan lupa gue lihat ketinggian air sudah mencapai 2 meter di Duren Village! 🌪️💦
 
Banjir itu bikin masalah besar banget! Seperti apa sih caranya warga bisa begitu malas membawa motor-motor mereka ke atas gerobak? Kalau punya motor, tapi malah nggak mau nunggu gerobak itu tiba, kayaknya apa yang dilakukan? Dan warga Duren Village, dua meter banjir itu, kayak gini kalau banjir di Jakarta Utara! Banyak akses kesana dan kecuali itu masuk kerumunan banjir. Beliin, kalau ada pengawasan yang bisa memantau situasi banjir di perumahan-perumahan ini, mending segera diambil tindakan.
 
🤔 Saya pikir banjir ini memang salah satu contoh dari fenomena lingkungan yang sangat kompleks di Indonesia 🌎. Dalam hal ini, banjir yang terjadi karena hujan deras seharusnya dapat diprediksi lebih dahulu dengan menggunakan teknologi dan data terkait 📊. Tapi, ternyata ada banyak ketergantungan pada prakiraan cuaca sederhana atau tidak sama sekali 🤷‍♂️.

Saya juga menyangka banjir ini sangat berdampak besar bagi warga yang terkena dampaknya, memang benar bahwa mereka harus rela menghadapi kesulitan akses ke tempat tinggal mereka dan bahkan ada yang harus melewatinya dengan mogok 🚴‍♂️. Dan salah satu hal yang tidak kalah penting adalah peran pengendara sepeda motor dalam menyebabkan kemacetan pada saat banjir terjadi, memang benar bahwa tidak semua orang memiliki kesadaran akan dampak lingkungan 🙄.

Saya rasa ini sangat perlu dipelajari dan diperbaiki agar Indonesia dapat mengurangi risiko banjir di masa depan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terkena dampaknya 💡.
 
Banjir lagi, tapi apa punya pemerintah? Tahu-tahu banjir ini bukan karena musim hujan ya... Mereka harus bertanggung jawab! Kita lihat sekali kapan banjir di Jakarta terjadi, setelah musim kemarau, ya? Kemudian kita lihat apa pemerintah lakukan. Mereka ada solusi yang bagus untuk mencegah hal ini, tapi... Kita lihat bagaimana masyarakat di sini berusaha untuk melindungi properti mereka, tapi perlu adanya bantuan dari pemerintah juga.
 
kembali
Top