Pemerintah telah memasuki tahap krusial dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Arab Saudi. Sejumlah aspek penting seperti penerbangan, pendanaan operasional, dan layanan jemaah di Tanah Suci sedang dalam proses kontrak dan disiapkan.
Menurut Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, penerbangan jemaah haji telah mencapai tahap penandatanian kontrak. Garuda Indonesia akan melayani jemaah dari beberapa kota di Indonesia, sedangkan Saudi Arabian Airlines melayani dari Batam dan Jakarta.
Dari sisi pembiayaan, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah meng transfer dana operasional ibadah haji sebesar Rp11,574,420,950,436 atau 63,8 persen dari total permintaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026.
Pemerintah telah menyiapkan 178 hotel untuk jemaah haji reguler di Makkah dan Madinah. Jemaah haji Indonesia dibagi ke dalam dua syarikah, yaitu Al-Bayt Guests dan Rawafid Al-Haj. Layanan konsumsi dan transportasi juga telah disiapkan dengan maksimal.
"Proses penyediaan layanan transportasi saat ini sudah selesai dengan 15 perusahaan bus," kata Irfan.
Menurut Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, penerbangan jemaah haji telah mencapai tahap penandatanian kontrak. Garuda Indonesia akan melayani jemaah dari beberapa kota di Indonesia, sedangkan Saudi Arabian Airlines melayani dari Batam dan Jakarta.
Dari sisi pembiayaan, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah meng transfer dana operasional ibadah haji sebesar Rp11,574,420,950,436 atau 63,8 persen dari total permintaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026.
Pemerintah telah menyiapkan 178 hotel untuk jemaah haji reguler di Makkah dan Madinah. Jemaah haji Indonesia dibagi ke dalam dua syarikah, yaitu Al-Bayt Guests dan Rawafid Al-Haj. Layanan konsumsi dan transportasi juga telah disiapkan dengan maksimal.
"Proses penyediaan layanan transportasi saat ini sudah selesai dengan 15 perusahaan bus," kata Irfan.