Ridwan Kamil memberikan pernyataan terbuka usai putusan sidang perceraian dengan Atalia Praratya. Ia menyatakan bahwa saat ini dirinya telah berpisah dengan istrinya, yang telah diputus secara sah melalui proses hukum.
"Maafkan kami, maafkan kami, karena perhatian dan kegaduhan yang timbul akibat persoalan rumah tangga kami yang menjadi konsumsi publik," kata Ridwan. "Ini adalah urusan pribadi yang tidak mudah, namun harus kami hadapi dengan kedewasaan dan tanggung jawab."
Ridwan menjelaskan bahwa setelah melalui proses panjang, termasuk mediasi yang dilakukan secara terbuka dan penuh itikad baik, ia dan Atalia sepakat bahwa berpisah secara baik-baik adalah jalan terbaik yang dapat ditempuh. Keputusan ini diambil tanpa adanya konflik terbuka, tekanan, maupun keterlibatan pihak lain.
"Kami berdua telah memiliki banyak kekhilafan dan keterbatasan dalam perjalanan hidup kami," kata Ridwan. "Saya menghormati sepenuhnya keputusan Atalia untuk memperjuangkan kebahagiaan dan ketenangan hidupnya."
Ridwan juga menjelaskan bahwa ia dan Atalia berkomitmen untuk tetap menjaga hubungan yang saling menghormati, terutama dalam menjalankan peran dan tanggung jawab bersama terhadap anak-anak mereka. Kepentingan dan masa depan anak tetap menjadi prioritas mereka berdua.
"Kami telah menyelesaikan dengan baik isu harta, sejak jauh-jauh hari," kata Ridwan. "Saya memohon doa agar kami semua diberikan ketenangan, kebijaksanaan, serta kekuatan untuk menjalani fase kehidupan berikutnya dengan penuh tanggung jawab dan martabat."
Ridwan juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan pengertian masyarakat atas putusannya. "Demikian pernyataan ini saya sampaikan," kata Ridwan.
"Maafkan kami, maafkan kami, karena perhatian dan kegaduhan yang timbul akibat persoalan rumah tangga kami yang menjadi konsumsi publik," kata Ridwan. "Ini adalah urusan pribadi yang tidak mudah, namun harus kami hadapi dengan kedewasaan dan tanggung jawab."
Ridwan menjelaskan bahwa setelah melalui proses panjang, termasuk mediasi yang dilakukan secara terbuka dan penuh itikad baik, ia dan Atalia sepakat bahwa berpisah secara baik-baik adalah jalan terbaik yang dapat ditempuh. Keputusan ini diambil tanpa adanya konflik terbuka, tekanan, maupun keterlibatan pihak lain.
"Kami berdua telah memiliki banyak kekhilafan dan keterbatasan dalam perjalanan hidup kami," kata Ridwan. "Saya menghormati sepenuhnya keputusan Atalia untuk memperjuangkan kebahagiaan dan ketenangan hidupnya."
Ridwan juga menjelaskan bahwa ia dan Atalia berkomitmen untuk tetap menjaga hubungan yang saling menghormati, terutama dalam menjalankan peran dan tanggung jawab bersama terhadap anak-anak mereka. Kepentingan dan masa depan anak tetap menjadi prioritas mereka berdua.
"Kami telah menyelesaikan dengan baik isu harta, sejak jauh-jauh hari," kata Ridwan. "Saya memohon doa agar kami semua diberikan ketenangan, kebijaksanaan, serta kekuatan untuk menjalani fase kehidupan berikutnya dengan penuh tanggung jawab dan martabat."
Ridwan juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan pengertian masyarakat atas putusannya. "Demikian pernyataan ini saya sampaikan," kata Ridwan.