Pemerintah Indonesia meluncurkan Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai badan usaha milik negara yang fokus menangani pengolahan sumber daya mineral strategis di tanah air. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan memiliki BUMN khusus yang berfokus pada pengolahan sumber daya mineral, meski ada peran MIND ID yang berfokus pada hilirisasi.
Menurut Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, pemerintah melihat adanya kepentingan dan kebutuhan untuk membuat BUMN baru ini karena sumber daya mineral sangat penting bagi negara. Perminas akan mengelola logam tanah jarang (LTJ) serta beberapa komoditas strategis lainnya.
Perbedaan utama antara Perminas dengan MIND ID adalah fokus yang berbeda. MIND ID berfokus pada hilirisasi dan praktik pertambangan yang berkelanjutan, sedangkan Perminas akan menangani pengolahan sumber daya mineral strategis di Indonesia.
Prasetyo Hadi tidak menyebutkan secara spesifik berapa modal yang akan diberikan kepada Perminas, namun dia mengakui bahwa perusahaan ini akan dibekali dengan beberapa lahan tambang yang dimiliki oleh negara karena dinilai menjadi sumber bencana banjir bandang dan longsor. Salah satunya adalah tambang emas Martabe.
Sementara itu, Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menjelaskan bahwa operasional Perminas adalah mengelola tambang-tambang mineral strategis, khususnya LTJ. Namun, ia enggan mengungkapkan apakah Perminas akan mengelola tambang mineral eksisting milik BUMN lainnya atau mengeksplorasi tambang baru.
Menurut Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, pemerintah melihat adanya kepentingan dan kebutuhan untuk membuat BUMN baru ini karena sumber daya mineral sangat penting bagi negara. Perminas akan mengelola logam tanah jarang (LTJ) serta beberapa komoditas strategis lainnya.
Perbedaan utama antara Perminas dengan MIND ID adalah fokus yang berbeda. MIND ID berfokus pada hilirisasi dan praktik pertambangan yang berkelanjutan, sedangkan Perminas akan menangani pengolahan sumber daya mineral strategis di Indonesia.
Prasetyo Hadi tidak menyebutkan secara spesifik berapa modal yang akan diberikan kepada Perminas, namun dia mengakui bahwa perusahaan ini akan dibekali dengan beberapa lahan tambang yang dimiliki oleh negara karena dinilai menjadi sumber bencana banjir bandang dan longsor. Salah satunya adalah tambang emas Martabe.
Sementara itu, Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menjelaskan bahwa operasional Perminas adalah mengelola tambang-tambang mineral strategis, khususnya LTJ. Namun, ia enggan mengungkapkan apakah Perminas akan mengelola tambang mineral eksisting milik BUMN lainnya atau mengeksplorasi tambang baru.