Pemerintah Indonesia resmi membentuk Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) untuk menangani pengolahan sumber daya mineral strategis di tanah air. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang fokus pada pengolahan sumber daya mineral strategis, berbeda dengan peran MIND ID yang berfokus pada hilirisasi.
Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, pemerintah melihat kepentingan dan kebutuhan untuk membuat BUMN baru yang khusus menangani pengolahan sumber daya mineral. Ia mengatakan bahwa perlu satu BUMN yang khusus untuk menangani sumber daya mineral Indonesia nanti.
Perminas akan fokus pada pengelolaan logam tanah jarang (LTJ) dan beberapa komoditas strategis lainnya. Perusahaan ini juga akan mengelola tambang-tambang mineral strategis, termasuk yang sudah ada di bawah naungan BUMN lainnya.
Pemerintah masih belum menentukan berapa modal yang akan diberikan kepada perusahaan pelat merah baru ini. Namun, diketahui bahwa Perminas akan dibekali dengan salah satu dari 28 lahan yang telah disita negara karena dinilai menjadi sebab bencana banjir bandang dan longsor Sumatra.
Dalam keseluruannya, kehadiran Perminas diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan sumber daya mineral di Indonesia dan mengurangi dampak kehambatan yang dialami saat ini.
Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, pemerintah melihat kepentingan dan kebutuhan untuk membuat BUMN baru yang khusus menangani pengolahan sumber daya mineral. Ia mengatakan bahwa perlu satu BUMN yang khusus untuk menangani sumber daya mineral Indonesia nanti.
Perminas akan fokus pada pengelolaan logam tanah jarang (LTJ) dan beberapa komoditas strategis lainnya. Perusahaan ini juga akan mengelola tambang-tambang mineral strategis, termasuk yang sudah ada di bawah naungan BUMN lainnya.
Pemerintah masih belum menentukan berapa modal yang akan diberikan kepada perusahaan pelat merah baru ini. Namun, diketahui bahwa Perminas akan dibekali dengan salah satu dari 28 lahan yang telah disita negara karena dinilai menjadi sebab bencana banjir bandang dan longsor Sumatra.
Dalam keseluruannya, kehadiran Perminas diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan sumber daya mineral di Indonesia dan mengurangi dampak kehambatan yang dialami saat ini.