Perjalanan Konflik Amerika vs Kolombia di Masa Trump dan Petro

Konflik perseteruan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Kolombia Gustavo Petro telah pecah setelah bertahun berlangsung. Perseteruan ini mulai terjadi sejak periode pertama Trump menjabat sebagai Presiden AS pada 2017, tetapi semakin memanas setelah Januari 2025 lalu.

Pada bulan tersebut, Trump menerapkan kebijakan deportasi massal kepada imigran ilegal yang datang dari Kolombia. Kebijakan ini kemudian jadi awal perseteruan keduanya. Trump menuduh Petro sebagai propagandis dan penghasut, sementara Petro menuduh Trump sebagai imperialis yang mengancam keamanan Kolombia.

Perseteruan ini terus memanas hingga September 2025 lalu, ketika Petro hadir di AS untuk berpidato di Majelis Umum PBB. Di sana, ia mencerca Trump sebagai kaki tangan genosida di Gaza dan mengkritik kegagalan dunia internasional dalam menyediakan diplomasi yang efektif.

Petro kemudian mampir di jalanan New York usai berpidato itu. Ia ikut turun ke jalan dalam unjuk rasa pro-Palestina, menyerukan pembentukan tentara internasional untuk menandingi militer Israel dan AS.

Kemudian, Departemen Luar Negeri AS mencabut visa Petro karena dianggap sebagai penghasut. Namun, Petro tidak terlalu bersemangat dengan keputusan itu. Ia menyatakan bahwa dirinya tak memerlukan visa untuk bepergian ke AS.

Selanjutnya, Departemen Keuangan AS memberikan sanksi kepada Petro karena dianggap berperan dalam perdagangan narkotika global. Namun, Petro membantah tuduhan itu dan menyatakan bahwa produksi kokain di Kolombia tidak meningkat selama masa jabatannya.

Pada Desember lalu, Trump mengancam secara terbuka setiap negara yang menyelundupkan narkoba ke AS. Ia menyebut negara macam itu akan "menjadi sasaran serangan".

Namun, setelah operasi serangan AS ke Venezuela terjadi pada 3 Januari ini, perseteruan keduanya kembali memanas. Trump menyebut Petro sebagai orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.

Tapi, pada 7 Januari lalu, titik balik perseteruan keduanya terjadi. Trump dan Petro dilaporkan telah berbicara melalui sambungan telepon. Dalam kesempatan itu, Petro disebut bersedia memulihkan komunikasi dengan AS, namun tetap bersikeras menyebut operasi AS di Venezuela sebagai operasi ilegal.

Trump kemudian mengundang Petro untuk bertemu di Gedung Putih. "Dia tentu saja kritis sebelumnya. Tetapi entah bagaimana setelah serangan di Venezuela dia menjadi sangat baik. Dia sangat mengubah sikapnya," kata Trump pada Senin (2/2/2026).

Kunjungan Petro ke Washington itu dikabarkan akan mencakup kegiatan politik, akademis, bisnis, dan pertemuan dengan diaspora Kolombia di AS.
 
Siapa tahu sebenarnya perseteruan keduanya ini? Perseteruan yang lama dan panas itu pasti mengkhawatirkan banyak orang, termasuk aku sendiri 🤔. Mungkin kalau mereka bisa berbicara dengan santai saja, maka semua masalahnya bisa diatasi 💬. Tapi siapa tahu, mungkin ada alasan lain yang membuat mereka sulit untuk berkomunikasi denganku.
 
Wah, aku pikir ini jadi cerita tentang seorang politisi yang suka membuat masalah sendiri aja. Trump dan Petro kalian apa kabar? 🤦‍♂️

Aku pikir ini semua karena kebijakan deportasi massal yang dibuat oleh Trump. Apa tujuannya sih? Jangan lupa itu kan buat perseteruan antara kalian dua! 🙄

Dan aku juga bingung dengan kalau Departemen Luar Negeri AS mencabut visa Petro karena dianggap penghasut, tapi kemudian Petro bilang tidak perlu visa lagi. Ini jadi macet aja? 😒

Sampai-sampai Trump mengancam setiap negara yang menyelundupkan narkoba ke AS, tapi ternyata operasi serangan AS ke Venezuela adalah yang masuk akal! 😅

Aku pikir ini semua karena keduanya tidak bisa berbicara secara langsung. Tapi sekarang Trump dan Petro sudah berbicara melalui telepon, dan kemudian diprediksi akan bertemu di Gedung Putih. Ini jadi proses yang panjang, tapi aku harap baik-baik saja aja! 🤞
 
Wah, sih kalau konflik antara Trump dan Petro semakin memanas sebelumnya, nanti akrab banget ya keduanya setelah berbicara melalui sambungan telepon 🤝. Tapi aku pikir kalau itu bukan kebijakan yang baik juga, karena siapa tahu keduanya hanya berbicara santai lalu kembali bertengkar. Aku masih setuju dengan Petro tentang operasi AS di Venezuela, karena aku rasa itu tidak adil dan berdampak buruk pada penduduk asli Venezuela 🤕.

Dan aku juga pikir Trump harus lebih teliti dalam membuat kebijakan, jangan terlalu cepat memberi sanksi dan serangan tanpa mempertimbangkan efeknya. Kalau begitu kita tidak tahu kalau itu akan menjadi hal yang buruk bagi negara-negara lain 🤔.

Aku masih berharap keduanya bisa saling mengerti dan bekerja sama untuk mencari solusi yang lebih baik untuk masalah tersebut 💡.
 
ini perseteruan gempa antara 2 presiden yang jadi masalah bukan bawah teka-teki apa sih masuk akal deh! sama-sama penting tapi juga berbeda pendapat. Trump terus memanggil Petro sebagai penghasut, tapi apa kebenarannya? mungkin bisa lebih baik jika mereka bisa sambung kembali hubungan mereka dengan baik, bukan jadi konflik yang makin memanas 😊
 
😱 Ahh kirasannya Trump dan Petro bakal jadi teman-teman? Mereka udah terlalu bengi-bengi dulu! 🙄 Kebijakan deportasi massal itu jelas-jelas tidak masuk akal, di mana AS udah banyak kekhawatiran tentang imigran ilegal. 💔 Tapi apakah Petro udah mau memaafkan Trump? 🤔 Pasti masih ada banyak hal yang harus dibicarakan dan dipecahkan. Mungkin ini bakal menjadi kesempatan untuk AS dan Kolombia jadi lebih baik lagi. 🙏
 
Saya rasanya sedih banget kalau perseteruan antara Trump & Petro sampai begitu panas. Siapa tahu kalau jika sebelumnya mereka berbicara langsung tanpa ada kesalahpahaman, mungkin aja tidak ada semua masalah ini. Trump memang keren banget sebagai presiden AS, tapi dia juga harus lebih hati-hati dengan kata-katanya ya. Sementara Petro, dia juga harus jujur dan transparan dalam kegiatan-kegiannya. Tapi, aku pikir kalau ini semua bisa menjadi pelajaran bagi kita berdua, Amerika Serikat & Kolombia. Kita harus belajar bagaimana mengelola perseteruan dengan baik agar tidak berakhir seperti ini. 🤕
 
Gue pikir perseteruan antara Trump dan Petro ini udah terlalu panas banget... apa yang bisa dibicarakan lagi? Sudah ada tindakan kekerasan dari pihak AS terhadap Venezuela, dan sekarang kembali berbicara tentang operasi ilegal. Trump harus fokus pada masalah sebenarnya, bukan hanya menuduh Petro sebagai penghasut. Nah, kalau semua orang bisa berbicara santai dan tidak saling menuduh, mungkin kita bisa mendengar hal yang lebih baik dari kedua belah pihak 🤞
 
kembali
Top