Kematian Muda di Stasiun Gondangdia, Korban Lompat dari Peron
Seorang perempuan berinisial Aisyah (18) meninggal dunia setelah tertimpa kereta api di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu pukul 17.50 WIB. Korban diduga melompat ke jalur rel dari area peron saat kereta melintas.
Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, peristiwa terjadi ketika Kereta Api Gajayana melintas di jalur tersebut. Petugas Pengamanan Stasiun Gondangdia yang bertugas di Peron 1 mendapati seorang pengguna melakukan tindakan berbahaya dengan melompat ke rel saat kereta api jarak jauh melintas.
"Petugas stasiun kemudian segera menuju lokasi di ujung Peron 1 untuk melakukan evakuasi. Korban sempat dibawa ke Pos Kesehatan Stasiun untuk pemeriksaan awal sebelum dirujuk ke RS PGI Cikini," kata Karina.
Pengguna tersebut mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Korban masih dalam kondisi bernyawa saat dievakuasi dari lokasi kejadian, namun meninggal dunia di dalam ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit.
KAI Commuter menyatakan penyesalan atas insiden tersebut dan mengingatkan seluruh pengguna jasa kereta api untuk selalu mengutamakan keselamatan serta mematuhi aturan di area stasiun. "Kami mengingatkan pengguna untuk tidak berdiri melewati garis aman saat menunggu perjalanan kereta di peron," tambah Karina.
Insiden ini menimbulkan perasaan penyesalan dan kesedihan di kalangan masyarakat, terutama keluarga korban yang masih dalam keadaan shock. Perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk memahami mengapa insiden ini terjadi dan bagaimana dapat mencegah hal serupa di masa depan.
Seorang perempuan berinisial Aisyah (18) meninggal dunia setelah tertimpa kereta api di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu pukul 17.50 WIB. Korban diduga melompat ke jalur rel dari area peron saat kereta melintas.
Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, peristiwa terjadi ketika Kereta Api Gajayana melintas di jalur tersebut. Petugas Pengamanan Stasiun Gondangdia yang bertugas di Peron 1 mendapati seorang pengguna melakukan tindakan berbahaya dengan melompat ke rel saat kereta api jarak jauh melintas.
"Petugas stasiun kemudian segera menuju lokasi di ujung Peron 1 untuk melakukan evakuasi. Korban sempat dibawa ke Pos Kesehatan Stasiun untuk pemeriksaan awal sebelum dirujuk ke RS PGI Cikini," kata Karina.
Pengguna tersebut mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Korban masih dalam kondisi bernyawa saat dievakuasi dari lokasi kejadian, namun meninggal dunia di dalam ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit.
KAI Commuter menyatakan penyesalan atas insiden tersebut dan mengingatkan seluruh pengguna jasa kereta api untuk selalu mengutamakan keselamatan serta mematuhi aturan di area stasiun. "Kami mengingatkan pengguna untuk tidak berdiri melewati garis aman saat menunggu perjalanan kereta di peron," tambah Karina.
Insiden ini menimbulkan perasaan penyesalan dan kesedihan di kalangan masyarakat, terutama keluarga korban yang masih dalam keadaan shock. Perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk memahami mengapa insiden ini terjadi dan bagaimana dapat mencegah hal serupa di masa depan.