Perempuan Breadwinner: Tantangan Nyata dan Cara Mengelolanya

Perempuan sebagai tulang punggung keluarga, bagaimana caranya mengelolanya? Berikut beberapa strategi yang dapat membantu mengatasi tantangan dalam berperan sebagai perempuan pencari nafkah utama.
 
Maksudnya, apa artinya lagi kena jadi ibu rumah tangga punya anak kecil? Mereka bisa jadi lempar tugas ke arah kita, tapi gini sih cara yang tepat ngelolanya? Pagi-pagian masih harus sibuk dengan ngurus keluarga, tapi malamnya lagi masih harus bekerja. Aku pikir cara solusinya adalah membuat jadwal yang terstruktur untuk setiap orang di rumah, sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman siapa yang harus ngurus siapa. Dan juga, penting banget kalian berfamily bisa berkomunikasi dengan baik, jadi gak perlu kesalahpaham nanti.

Kita juga harus ingat bahwa setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing, jadi kita tidak boleh memaksakan diri untuk ngelola semua hal sendirian. Mungkin ada beberapa orang di keluarga yang lebih siap membantu dengan beban kerja, tapi apa yang penting adalah kita bisa berbagi tanggung jawab dan mendukung satu sama lain.

Saya juga suka baca tentang strategi biayanya untuk mengelola kebutuhan keluarga, misalnya buat budget, cari potongan gaji, jadi nggak sibuk lagi nanti.
 
Maksudnya apa sih perempuan itu harus menjadi tulang punggung keluarga? Saya tidak yakin lagi kalau ini bukan cerita dari abad sebelumya ya 😂. Apalagi dengan keterampilan yang dimiliki, perempuan bisa menjadi orang yang sangat berdaya saing di pasar kerja, bukan?

Tapi, saya pikir apa yang salahnya jika perempuan memilih untuk mengelolanya sendiri? Kalau tidak ada masalah dengan bayi yang baru lahir itu, kenapa tidak boleh perempuan punya impian sendiri? Saya tahu banyak perempuan yang sudah menjadi orang tua, tapi saya juga tahu banyak yang masih ingin bekerja dan memiliki hidup sendiri. Mari kita bicara tentang cara mengelolanya jika memang dia mau, bukan tentang apa yang harus dilakukan untuknya 😊.
 
Mengelola keluarga itu kayak nyamannya, kan? Tapi sebenarnya itu bukan mudah, tapi aku rasa kita harus mulai dari diri sendiri dulu. Jadi, perempuan sebagai tulang punggung keluarga, bagaimana caranya ngelolanya?

Aku pikir pertama-tama kita harus fokus pada diri sendiri, kayaknya kita harus siap untuk bekerja, jadi aku sarankan banget buat perempuan di sini mulai belajar di tempat kerja, atau bahkan tambahan pelatihan yang relevan. Karena itu bukan mudah, tapi kalau kita punya rencana dan tekad yang kuat, itu akan membantu kita menghadapi tantangan yang ada.

Dan yang paling penting adalah, kita harus memiliki jaringan yang baik, kayaknya kita harus berteman dengan orang lain, dan tidak mau menyerah, karena ketika kita memiliki orang yang bisa dipercaya, kita dapat mengelola banyak hal lebih efisien.
 
I don’t usually comment but… perempuan di Indonesia kayaknya paling berat beban, ya? Mereka harus menangani rumah tangganya, anak-anak, suami, dan ibu, serta masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Saya rasa kalau mau menjadi perempuan pencari nafkah utama, itu bukanlah pilihan yang mudah banget... 🤯

Saya pikir strategi yang penting di sini adalah komunikasi yang baik dengan suami dan anak-anaknya. Jangan biarkan mereka merasa tidak didukung atau tidak dipahami. Kalau mau menjadi perempuan yang mandiri, itu penting banget... 💪

Tapi, kalau saya harus memberikan tips lagi, saya rasa juga penting untuk menemukan hobi atau kegiatan yang menyenangkan padahal bisa dilakukan sendirian. Begitu ada kesenangan di luar pekerjaan, kayaknya akan lebih mudah mengelola stres dan beban... 😌
 
Makasih dengerin kabar itu 🙏. Kalau nyata, cara mengelola perempuan sebagai tulang punggung keluarga pasti tidak mudah aja 🤔. Saya rasa perempuan yang ingin jadi pencari nafkah utama harus punya rencana yang bagus dulu, tapi apa sih kalau rencana itu gagal? 😬. Mungkin perlu ada dana cadangan atau sesuatu yang bisa bikin hidup tidak terlalu susah jika tidak ada nafkah 🤑. Saya pikir penting juga untuk memiliki teman-teman yang bisa dukung, tapi kalau teman-teman itu punya masalah sama-sama, maka siapa yang mau bantu? 😕. Saya rasa perlu ada program yang membantu perempuan ini, misalnya seperti pelatihan kerja atau sesuatu yang bisa bikin mereka tidak terlalu bergantung pada suaminya atau orang lain 🤝.
 
Aku pikir suami dan anak-anak kayaknya harus lebih bijak nggak? Aku lihat banyak ibu-ibu di masyarakat, tapi kenyataannya mereka yang harus beban semua beban keluarga. Ngelola keluarga tidak mudah, terutama kalau kamu harus bekerja sama waktu yang panjang.

Aku temen dengan ibu-ibu yang bekerja, dan aku lihat mereka harus sangat bijaksana nggak untuk mengelola kesibukannya. Mereka harus bisa memprioritaskan tugas-tugas keluarga, tapi juga harusnya tetap fokus pada pekerjaan mereka.

Aku pikir strategi utamanya adalah: kamu harus memiliki komunikasi yang baik dengan suami dan anak-anak. Kamu harus jelas nggak apa yang harus dilakukan oleh siapa. Dan kalau ada kesalahan, kamu harus bisa mengatasinya dengan cara yang bijak.
 
Lihat aja dari perspektifnya ya.. Perempuan memang menjadi tulang punggung keluarga, tapi kita juga harus akui bahwa mereka memiliki kebutuhan sendiri, ya? Mereka perlu waktu untuk mencari pekerjaan, membangun karir, dan merasa percaya diri. Jangan lupa bahwa mereka juga memiliki tugas-tugas rumah tangga yang tidak bisa dihilangkan.

Kita harus memberikan dukungan dan penuh kasih sayang kepada perempuan yang bekerja keras untuk membantu keluarga. Kita harus mengerti bahwa mereka tidak sendirian, kita ada disampingnya. Jangan terlalu memaksa atau kritik ya, kita harus bersabar dan sabar mendengarkan masalah mereka.

Perlu diingat bahwa setiap orang memiliki keunikan dan kepribadian yang berbeda-beda. Jangan salah asumsi tentang perempuan yang bekerja keras, kita harus mencoba memahami dan mengerti kebutuhan dan perasaannya. Kita bisa menjadi pendukung yang lebih baik jika kita bisa melihat dari sudut pandang mereka ya..
 
Mengelola keluarga itu cuma sekedar ngatur-aturan ya... Kalau aku suka, aku kerja keras, kalau aku tidak suka, aku istirahat aja... Aku pikir yang paling penting adalah aku bisa merawat anak-anaknya dengan baik. Tapi, sekarang ini kayaknya perempuan harus kerja keras juga agar bisa membantu biaya hidup keluarga... Aku rasa itu bikin banyak tekanan sih...

Aku suka dengar ada strategi yang disebut " Time Boxing" aja, yaitu kita buat jadwal waktu untuk setiap tugas. Misalnya, aku buat waktu 2 jam kerja sambil ngurus anak-anak, lalu 1 jam istirahat, dan lain-lain... Aku rasa itu bisa membantu meredakan stres sih...

Tapi, aku pikir apa yang paling penting adalah kita harus berkomunikasi dengan keluarga. Jika aku merasa tidak bisa lagi, aku akan bicara dengan suami atau anak-anaknya...
 
ini penting banget! perempuan di Indonesia banyak yang harus berjuang sendiri karena tidak ada teman-teman bisa menolong. tapi kalau kita lihat dari sisi positif, banyak perempuan yang sukses dan bahagia karena mereka punya kekuatan diri sendiri. misalnya si Oki Setiana, dia cantik tapi nggak sabar-sabar dengan hidupnya, jadi dia punya bisnis kuliner yang sukses banget!

saya pikir penting juga untuk banget kita belajar dari perempuan-perempuan yang sudah lulus dan bisa jadi inspirasi kita. misalnya si Rina Huang, dia perempuan Cina tapi nggak sabar-sabar dengan hidupnya, jadi dia punya karier di bank yang bagus! tapi saya pikir juga penting kita banget memperhatikan masalah-masalah yang dialami oleh perempuan-perempuan yang masih di bawah umur. misalnya si Rani Ayu, dia anak muda yang ingin belajar tapi orang tua tidak mau membiayanya karena berpikir dia tidak bisa menjaga rumah sendiri!
 
kembali
Top