Perempuan Breadwinner: Tantangan Nyata dan Cara Mengelolanya

Perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga sering kali dilihat hanya sebagai ibu, merawat, dan mengurus. Sementara itu, peran lainnya seperti pencari nafkah utama, kepala rumah tangga, dan pekerja profesional sering dikurangi atau dibalikkan. Mereka dijadikan objek yang memicu ketakutan. Pada dasarnya, banyak orang masih tidak mengerti bahwa pria juga memiliki peran sebagai ibu dan merawat keluarga.
 
Paham banget kalau kita sering lupa asal-usul dari perempuan di rumah 😊. Jangan sampai mereka hanya dianggap sebagai ibu saja, tapi sebenarnya mereka juga punya kebutuhan dan harapan yang sama dengan pria. Seringkali orang merasa takut jika perempuan itu bisa mengurus sendiri keluarga, tapi gak ada salahnya ya? πŸ€— Kita harus serius dalam memahami bahwa peran ibu dan bapanya juga sama pentingnya. Jangan sabar-sabaran asumsi dari perempuan kita berdasarkan posisi atau pekerjaan yang mereka lakukan. Semua orang memiliki kemampuan dan kekuatan yang unik, jadi kita harus menampung dan mendukung mereka tanpa memandang dari segi gender 😊.
 
Ada kenyataan bahwa konsep traditional sangat berkesan pada masyarakat kita πŸ˜•. Perempuan harus bisa menangani segala hal di rumah, tapi yang salahnya adalah perempuan ini tidak pernah mendapatkan seseorang yang bisa bantu dan mendukung dirinya dalam mengelola kehidupan rumah tangganya πŸ’Ό. Dalam saat-saat sulit, dia harus bersiap untuk menghadapi segala hal sendirian, tapi di balik itulah ada perasaan sedih karena tidak ada seseorang yang bisa memahami apa yang dirasakannya πŸ€·β€β™€οΈ.
 
Paham banget kayaknya. Kalau kita lihat sekeliling, banyak ibu-ibu yang bekerja di luar rumah tapi di rumah lagi ngurus segalanya. Mereka harus bisa jaga diri sendiri juga, kan? Sementara pria hanya nggabutin aja sih. Tapi kita harus mengingat bahwa pekerjaan ibu-ibu tidak mudah, banget banyak waktunya yang harus dihabiskan merawat keluarga. Dan kalau mereka punya pekerjaan profesional, itu juga nggak mudah, tapi kita lebih menganggapnya sebagai pekerjaan biasa aja. Kita harus berbeda, pria dan wanita sama-sama memiliki peran penting di rumah, masing-masing harus beban ya. 🀝πŸ’ͺ
 
Pernah terpikir kalau apa sih itu sebenarnyanya? Kalau kita lihat cara pemerintah Jokowi ini, dia sering bilang 'keluarga adalah prioritas utama' tapi masih banyak yang dianggap hanya sebagai 'ibu rumah tangga'. Saya pikir itu karena ada kesan bahwa pria lebih suka 'ngeluh' tentang pekerjaan dan uang. Tapi apa sih? Pria juga bisa menjadi ibu dan merawat, asal ada kemauannya! Kalau kamu lihat dari sudut pandang Jokowi, dia sendiri sudah pernah bekerja keras di Medco, tapi tidak banyak yang mengenalkannya. Mungkin itu karena pemerintah ini masih ingin mengeksploitasi 'pria' sebagai pekerja utama.
 
aku pikir ini masalah besar banget ya... perempuan di Indonesia sering kali hanya melihat sebagai ibu, tapi apa yang dikira orang tuh, perempuan punya potensi banyak sekali lagi... siapa nyeselin mencari nafkah utama? siapa bilangin kepala rumah tangga? siapa jadi pekerja profesional paling ahli di Indonesia? aku pikir ada kesempatan lagi untuk kita ubah peran perempuan, tapi kita harus mulai dari diri kita sendiri ya... kita harus belajar menghargai apa yang di lakukan oleh perempuan di rumah, dan berani mengakui bahwa mereka juga punya potensi yang sama seperti kita. 😊
 
πŸ€• Mau banget, kalau kita ngelihat perempuan hanya dianggap sebagai ibu. Sementara itu, suami pasti hanya main nongkrong dan ngurus uang. Tapi aku rasa itu tidak benar. Perempuan juga bisa menjadi pencari nafkah utama dan pekerja profesional. Aku lihat temen-temen aku yang pergi kerja, banyak yang perempuan! πŸ™„ Dan siapa bilang, kalau peran ibu tidak penting? Aku pikir itu salah paham. Ibu dan suami sama-sama penting dalam keluarga. Tapi mungkin kita masih perlu belajar lebih banyak tentang bagaimana bekerja sama dan menghargai peran satu sama lain... πŸ€·β€β™€οΈ
 
Kalau kita lihat dari sudut pandang laki-laki, siapa yang bilang kalau hanya ibu yang harus merawat anak-anaknya? Di sini, saya ingin mengatakan bahwa perempuan juga punya peran penting dalam keluarga, tapi tidak jarang dibalikin atau kurangi. Saya ingat kalau ada suamiku yang sering ngeliat di rumah, dan kita bilang dia lebih banyak lagi merawat anak-anaknya daripada ibunya? Tapi kalau kita tolong ngarang-ngaran, siapa yang tahu di balik pintu rumah nih? πŸ˜‚

Tapi serius, saya pikir kita harus mengubah mentalitas kita tentang peran laki-laki dan perempuan dalam keluarga. Jangan salah paham, bahwa hanya ibu yang bisa merawat anak-anaknya, tapi ada banyak cara untuk berkontribusi di rumah. Kita butuh lebih banyak percakapan dan pengenalan antara laki-laki dan perempuan tentang bagaimana kita bisa bekerja sama dan mendukung satu sama lain di rumah. #KeluargaHarusSeimbang #PeranLakiLakiDanPerempuan #MentalitasBaru
 
Aku pikir kalau ini boleh dibahas lebih lanjut tentang peran perempuan di rumah. Mereka sering kali menjadi korban karena tidak banyak orang yang mengerti bahwa mereka juga punya kebutuhan dan harapan, apalagi untuk mencari nafkah utama ya πŸ€‘. Saya lihat banyak ibu-ibu yang harus bekerja sambil menanggung tugas-tugas rumah tangga, itu sangat berat. Dan aku pikir kalau kita harus lebih menghargai peran mereka sebagai ibu, tapi juga sebagai individu yang punya minat dan tujuan sendiri 😊.
 
ini kayaknya sangat penting buat kita semua. saya pikir ada banyak orang yang salah paham tentang apa artinya menjadi seorang perempuan dalam keluarga. mereka dianggap hanya bisa melakukan hal-hal seperti memasak, membersihkan, dan merawat anak-anak. tapi apa yang tidak kita sadari? peran itu juga bisa dimiliki oleh laki-laki! kayaknya banyak orang yang masih bisa belajar dari sini. kita harus berubah cara pandang kita tentang apa artinya menjadi pria atau perempuan dalam keluarga. bukan cuma mengenai pekerjaan, tapi juga mengenai peran yang diambil. apakah kita bisa membuka mata kita dan melihat bahwa semua orang memiliki potensi untuk menjadi "ibu" dari keluarga mereka, bahkan jika itu laki-laki!
 
Makasih bro πŸ™, aku pikir kalau kita harus lebih luas pemikiran kita tentang rumah tangga 🏠, bukan hanya fokus pada ibu πŸ‘©. Pria juga bisa menjadi tulang punggung keluarga πŸ’ͺ, mencari nafkah utama πŸ“ˆ dan memberikan dukungan emosional πŸ€—. Tapi sering kali, kita melihat mereka sebagai orang yang kurang komitmen 😐 atau bahkan yang tidak mau mengambil tanggung jawab πŸ™…β€β™‚οΈ.

Aku rasa kita harus berubah persepsi ini πŸ’‘, agar pria dan wanita bisa saling mendukung 🀝. Karena tanpa kita saling membantu, keluarga akan terus berantakan 😩. Dan aku pikir kita juga harus menghargai peran-peran lainnya di dalam rumah tangga, seperti sahabat yang selalu ada di samping πŸ‘«. Jadi, kita harus lebih positif dan mendukung satu sama lain πŸ’•!
 
Maksud apa sih dengan itu? Perempuan harus lebih berani untuk mencari nafkah utama dan menjadi kepala rumah tangga, tapi siapa yang bilang kalau tidak bisa? Saya rasa peran suami dan ibu tidak harus saling melawan. Jika suami mau ambil bagian dalam merawat anak-anak atau memasak makanan, toh itu adalah hal baik. Tapi apa jika suami masih sibuk bekerja dan tidak ingin ambil bagian? Maka dari itu, kita harus lebih bijak dalam menilai peran setiap orang di rumah, tapi jangan bilang kalau perempuan harus menjadi satu-satunya yang mengambil tanggung jawab. Saya masih ragu-ragu dengan teknologi seperti aplikasi yang bisa membantu kita merawat keluarga, apa itu bermanfaat atau hanya membuat kita lebih bergantung pada mesin?
 
Kalau kalian lihat, sering kali perempuan dijadikan objek utama di rumah, ngurus anak-anak, makan, minum, sabar-sabar, sementara suaminya bekerja saja... kayaknya ada kesan salah. Saya rasa sama-sama harus bagus, apa yang pria lakukan juga harus dibantu, dan apa yang perempuan lakukan juga harus dihargai. Saya lihat banyak ibu-ibu yang bekerja sambil merawat anak-anak, tapi suami mereka tidak mau berbagi tanggung jawab. Ini bukan drama romantis, ini realita nyata!
 
kembali
Top