Perang Iran vs AS di Ujung Tanduk, Belum Sepakat Soal Nuklir

AS meminta Iran segera mencapai kesepakatan energi nuklir. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, "Semoga Iran segera 'duduk di meja perundingan' dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan setara -tanpa senjata nuklir."

Trump juga menyebut bahwa armada perang AS siap memenuhi misinya dengan kecepatan dan kekerasan, jika perlu. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran kini bersiaga "dengan jari di pelatuk" dan siap menanggapi setiap agresi dengan "segera dan dengan kuat".

Puluhan pesawat kargo dan pesawat pengisian bahan bakar telah tiba di Timur Tengah, serta drone dan pesawat mata-mata P-8 Poseidon yang tertangkap. Iran menegaskan bahwa mereka terbuka dengan kemungkinan dialog terkait nuklir dengan AS, namun hanya jika dialog itu dilakukan dengan cara yang benar.

Iran menyatakan bahwa kesepakatan energi nuklir harus dilandasi asas kesetaraan dan bebas dari paksaan, ancaman, dan intimidasi. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menekankan bahwa selama ini Iran tidak pernah berupaya untuk membuat senjata nuklir.

Kontak Teheran dan Washington sejauh ini hanya sebatas "pertukaran pesan". Namun, Iran menegaskan bahwa setiap tindakan militer oleh Amerika Serikat akan dianggap sebagai awal dari perang. Jika terjadi serangan, kata Ali Shamkhani, Iran akan merespons dengan serangan balik, baik kepada AS maupun sekutu-sekutunya di Timur Tengah.

Pernyataan Trump menunjukkan bahwa keduanya masih jauh dari kesepakatan energi nuklir. Apakah mereka bisa mencapai kesepakatan yang adil dan setara?
 
diagram perjanjian energi nuklir
as
== ==
| | |
| Iran | AS |
| 'duduk di meja' | senjata nuklir |
| tanpa paksaan | dengan kekerasan |
==

perlu diingat bahwa kesepakatan energi nuklir harus dilandasi asas kesetaraan dan bebas dari paksaan, ancaman, dan intimidasi. apakah keduanya bisa mencapai kesepakatan yang adil dan setara? 🤔 drone dan pesawat mata-mata P-8 Poseidon akan menjadi perhatian utama dalam konflik ini...
 
Tapi bagaimana kalau kita lihat dari sisi Iran? Mereka benar-benar tidak ingin berbicara dengan AS jika tidak adanya ketentuan yang jelas tentang kebebasan dan kesetaraan. Nah, saya pikir Trump juga harus lebih teliti dalam pemberian kata-katanya, karena kalau begitu serangkaian komunikasi itu akan jadi bantuan bagi Iran untuk berbicara dengan AS dari perspektif mereka sendiri 🤔
 
AS-IRAN NGELUARKE BANYAK TANGGAPAN! TRUMP NYEBAKKAN ANTI-SENJATA NUKLIR, TAPI IRAN JAUH DARI MEMBUAT KESIMPULAN. MEREKA MALAH MEMBAYAR HARGA DENGAN MENYEGERAKKAN ARMADA PERANG. IRAN PUNYA KIRIMAN DRONE DAN PESAWAT MATA-MAATA P-8 POSEIDON, TAPI MEREKA MALAH NYEBAKKAN YANG DIJADI DRONE KONTROL. SAMPIN, JIKA AS MEMBUAT SERANGAN, IRAN PUNYA REAKSI YANG SANGAT CEKAT!
 
Hmm, semuanya terlihat agak parah ya... Iran sebenarnya sudah pernah mengatakan kalau mereka tidak ingin membuat senjata nuklir, tapi AS lagi-lagi mau memaksakan halnya. Itu kayak AS gila-gila, sih. Maka-maka Iran harus bersiap-siap juga, dong? Tapi, semoga semua bisa selesai dengan damai aja...
 
Gue pikir Trump dan Iran harus lebih hati-hati, kalau mau kesepakatan tidak bisa capaian. Mereka harus mulai dari diskusi yang jujur & terbuka. Jangan bilang banyak nih, tapi lakukan aksi juga 💡. Gue khawatir Iran akan merasa dipaksa atau dianiaya kalau Trump tidak mau tunda kepanjatan senjata nuklir... 🤔
 
Kabar ini makin makin membuat saya penasaran, gimana caranya sih Amerika Serikat bisa begitu tegas tentang Iran, tapi belum juga bisa menemukan kesepakatan energi nuklir dengan Iran 🤔. Saya rasa AS harus lebih memahami keinginan dan kebutuhan Iran, bukan hanya mengancam mereka. Yang jadi penasaran sih, gimana caranya Iran bisa bersedia dialog terkait nuklir dengar AS, tapi syaratnya ada keseimbangan dan kesetaraan 🤝. Saya harap kedua pihak dapat menemukan solusi yang adil dan aman untuk semua pihak.
 
aku pikir ini sama seperti main game teka-teki, kalau kita nggak teliti apa yang dikatakan oleh keduanya, akhirnya akan terjadi kerugian 🤔. tapi apa yang paling aku pedulikan adalah tentang kesadaran di mana kita berada. apakah kita nyaman untuk duduk di meja perundingan dan bercanda dengan orang lain, atau kita malu-malu karena takut akan kehilangan kekuatan kita? 🤷‍♂️

kita harus mengingat bahwa setiap tindakan kita memiliki dampak yang tidak dapat dihargai. apakah kita sebenarnya ingin menjadi "duduk di meja perundingan" atau kita malu-malu untuk menanggapi dengan kekerasan? 🤔

dan apa artinya "kesepakatan yang adil dan setara"? bagaimana kita bisa memastikan itu dalam permainan ini? 🎲
 
Gue pikir keduanya harus lebih sabar, apa salahnya kalau Iran terus berkomunikasi dgn AS 🤔👥. Gue rasa keduanya harus fokus pada membuat kesepakatan energi nuklir yang adil dan setara, jangan sembarangan aksi militer atau kata-kata kasar ya 😐. Iran juga harus tahu bahwa AS tidak mau diintimidasi sama sekali 🙅‍♂️. Gue rasa keduanya perlu membuat kompromi dan cari solusi yang lebih baik untuk semua pihak 🤝🌎.
 
Gue rasa kalau Amerika Serikat jadi terlalu agresif lagi, kalau gue harus ngomongin mas Trump. Siapa tahu Iran udah capek dengan serangan militer AS. Gue rasa AS harus lebih santai aja dan berbicara dengan baik dulu. Kalau tidak, Iran pasti jadi salah paham dan menyerang, afaik.
 
Hmm, siapa tahu kira-kira apa yang akan terjadi nanti? Iran pasti tidak ingin menjadi korban senjata nuklir AS, ya? Mereka already banyak berjuang untuk menjaga kestabilan di Timur Tengah. Sementara itu, AS memang perlu energi yang cukup untuk mendorong ekonominya. Mungkin bisa ada kompromi yang bisa dilakukan, tapi perlu disadari bahwa Iran tidak akan menyerah. Jika AS ingin nuklir, itu pasti akan menjadi perang besar.
 
Trump lagi-lagi ngegongong, tapi gak ada bukti dia bisa melakukannya 🤔. Iran gak mau jadi penari AS, kalau mau berdiskusi harusnya di atas meja yang sama, bukan disepakati dari sisi lain 💪. Trump ini serasa siapa-siapa yang bisa menegosiasikan dengan setiap orang, tapi sebenarnya gak ada kekuatan belakaunya 🤑. Apalagi kalau Iran sudah siap menyerang, seperti apa lagi kemampuan belakannya? 😅 Mungkin AS harus lebih bijak dan berdiskusi dari sisi yang sama, bukan hanya ngegongong tanpa tujuan 💭.
 
Gue pikir AS gue tahu apa yang sebenarnya ingin cari di Iran... tapi gue juga berpikir kalau Trump ini kurang bijak... serangan balik itu nggak baik-oh. Iran udah jadi korban banyak sekali, apa lagi harus tumpul lagi? Jadi, siapa nih yang mau duduk di meja perundingan? Gue harap AS bisa lebih sabar dan bijak dalam ini...
 
ini gini, kalau ingin esoknya Iran harus mau berbicara dengan AS tentang energi nuklir siapa tahu nanti bisa jadi mereka bisa capai kesepakatan. tapi apa salahnya jika Iran memang tidak mau mau berbicara? kalau begitu tentu saja akan terjadi konflik. tapi gampang banget, asal keduanya mau bicara dan berjalan dalam suka-suka.
 
kembali
Top