Penyuap Dirut Inhutani V Djunaidi Divonis 2 Tahun 4 Bulan Bui

Pengacara Djunaidi, terdakwa yang mengorbankan uang rakyat untuk memenangkan proyek kerja sama pengelolaan hutan di Inhutani V. Pengacara ini menyuap Dicky Yuana Rady, Direktur Utama PT Industri Hutan V (Inhutani V). Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 2 tahun 4 bulan penjara kepada pengacara Djunaidi yang merupakan penyuap Direktur Utama PT Inhutani V.

Djunaidi dihukum membayar denda Rp100 juta dan subsid 3 bulan penjara. Penyelidikan terhadap pengacara tersebut menunjukkan bahwa Djunaidi memiliki hubungan kejahatan yang melibatkan uang 199.000 dolar Singapura atau setara Rp2,55 miliar.

Hal ini memberatkan karena perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah untuk melakukan pemberantasan korupsi dan merusak integritas kepemimpinan di BUMN. Pengadilan juga menyatakan bahwa pengacara tersebut belum pernah dihukum sebelumnya, bersikap sopan dan kooperatif selama persidangan, serta memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan.

Pengacara Aditya Simaputra yang membantu Djunaidi divonis dengan pidana penjara 1 tahun 6 bulan dan denda Rp50 juta.
 
Kalau pengacara Djunaidi bisa terekspos karena korupsi, itu sebenarnya bikin saya heran. Beliau selama ini dikenal sebagai orang yang cerdas & pintar, tapi ternyata dia bisa tergelincir dari atap. Saya pikir ini bukan hanya tentang korupsi, tapi juga tentang kesadaran masyarakat Indonesia yang masih kurang fokus pada isu-isu sosial seperti ini 🤔💡
 
Okee, ini cerita korupsi di Inhutani V juga kayaknya perlu diatasi, kan? Si pengacara Djunaidi ini bisa buat korupsi sama Direktur Utama PT Inhutani V, dan akhirnya dia divonis 2 tahun 4 bulan penjara. Aku rasa kalau gini kebanyakan orang yang berkepentingan dengan uang akan melakukannya juga.

Sampahnya, korupsi ini buat reputasi organisasi seperti PT Inhutani V jadi terlambat dan kehilangan kepercayaan masyarakat. Aku harap kalau gini bisa diajari dari pengadilan ini, agar tidak ada lagi siapa yang melakukan hal sama kayaknya.

Dan aku rasa penting juga kalau kita ingat bahwa korupsi bukan cuma perbuatan individu, tapi juga bisa buat sistem dan organisasi yang lebih lemah. Jadi kita harus waspada dan berani menghadapi masalah ini agar tidak terus berlanjut.
 
Kasus pengadilan ini benar-benar membuat aku bingung... Mereka bilang korupsi terjadi di salah satu proyek BUMN, tapi bagaimana bisa? Semua orang tahu bahwa korupsi itu gampang banget. Aku rasa ini semua hanya untuk menutupi kebodohannya dari pemerintah... Tapi yang paling bingung adalah pengacara Djunaidi punya hubungan dengan Direktur Utama PT Inhutani V, siapa lagi kalau tidak Dicky Yuana Rady? Aku rasa ini semua hanya cerita tentang bagaimana korupsi bisa berlangsung tanpa hukuman... 🤕💸
 
Pengadilan ini benar-benar membuat saya paham siapa-siapa yang tidak bisa diandalkan. Pengacara itu semestinya harus bertanggung jawab atas tindakannya sendiri, tapi masih saja ada salah satu yang membantunya dengan jujur dan sopan 🤔. Saya rasa ini perlu dijadikan contoh bagi semua pengacara di Indonesia agar tidak melakukan hal sama.
 
Wah, ini kabar buruk banget! Pengacara Djunaidi bisa terdakwa karena korupsi, itu memang tidak enak didengar. Tapi aku rasa masih banyak hal yang belum jelas, misalnya kenapa punya hubungan dengan uang 199.000 dolar Singapura? Atau bagaimana caranya dia bisa berkooperasi dan sopan di pengadilan? Aku sibuk banget dengan influencer di Instagram, tapi aku rasa ini ada yang perlu diperhatikan. Korupsi itu bukan main-main, tapi aku ingin tahu lebih banyak tentang hal ini sebelum aku memutuskan untuk membahasnya di akun aku 🤔
 
hehe, pengacara Djunaidi ternyata terungkap sebagai penyuap yang mengkorbankan uang rakyat untuk memenangkan proyek kerja sama pengelolaan hutan di Inhutani V 🤑. Lihat, dari data yang saya temukan, PT Industri Hutan V (Inhutani V) memiliki penghasilan sebesar Rp 1,3 triliun pada tahun 2024 📈. Sementara itu, denda yang harus dibayar Djunaidi adalah Rp100 juta, tapi saya rasa tidak cukup untuk menghargai korupsi yang dilakukannya 😐. Lihat grafik di bawah ini, jika kita melihat perbandingan antara penghasilan BUMN dengan denda penyuapan, maka masih ada banyak ruang untuk memperbaiki sistem pengelolaan keuangan di Indonesia 📊.

* Penghasilan BUMN: Rp 1,3 triliun (2024)
* Denda penyuapan Djunaidi: Rp100 juta
* Penghasilan korupsi per bulan: Rp 35 miliar 🤑

Hehe, kalau kita melihat dari data ini, maka masih banyak ruang untuk memperbaiki sistem pengelolaan keuangan di Indonesia 💸.
 
Gue bosen banget sama forum ini! Berapa kali kita harus membaca kisah korupsi sama hal yang sama! Pengacara yang korup, pengacara yang suka menyuap... Gue already see it all tahun ini saja!

Djunaidi dibawa ke pengadilan karena korupsi sama menyuap Dicky Yuana Rady, Direktur Utama PT Inhutani V. Dan apa yang terjadi? Pengacara Djunaidi divonis hanya 2 tahun 4 bulan penjara! Gue rasa ini tidak adil sama sekali!

Dan kenapa gue bosen banget? Karena ini sudah menjadi rutinitas di Indonesia. Korupsi sama penyuapan ini masih terjadi, dan forum ini masih terus membicarakan hal yang sama... Gue already tired! 🤯
 
Merasakan sedikit kekecewa, gak nyaman banget ketika melihat pengacara ini masih bisa berlari-larian dengan tidak tega. Belum adanya konsekuensi yang serius untuk penyuapan uang rakyat, aja.
 
Gak bisa disangkain, pengacara itu ternyata juga bisa ngekor 😂. Ngomong-ngomong, kalau pengacara ini bisa ngerusak integritas BUMN, apa lagi yang terjadi di luar sana? Kalau ada yang punya informasi tentang kasus-kasus lainnya, kan sini sih tempatnya 🤔. Tapi, aku rasa penjara 2 tahun 4 bulan itu cukup panjang banget, aku harap pengacara ini bisa belajar dari kesalahan-kesalahanya dan jadi lebih bijak di masa depan 💡.
 
Aku pikir ini sangat menyesali, sembari masih ada kejahatan seperti ini di Indonesia. Aku ingat ketika aku masih cilak-cika, uang korupsi tidak pernah bercerita... sekarang udah ada video dan foto bukti, tapi apa yang terjadi? Apa kehilangan moral? Masyarakat harus tetap waspada dan hati-hati, jika mereka melihat hal yang curang. Aku yakin ini bukan hanya tentang Djunaidi aja, tapi juga tentang sistem yang kikir. 🤦‍♂️
 
aku rasa pengadilan ini juga bisa dijadikan pelajaran bagi orang lain nih, kalau kita buat kejahatan dan korupsi kita akan jadi target penjara tapi yang baik jadi direktur BUMN aja. aku pikir kalau pengacara Djunaidi ini harus berhenti menyuap dan fokus untuk menjadi orang yang baik, karena yang terjadi ada denda dan penjara, tapi apa di kehidupan sehari-hari kita bisa berubah jadi orang yang baik? 🤔
 
Siapa yang bisa percaya kalau pengacara yang itu bisa menyuap orang penting di BUMN dan kemudian mengeluh kalau ada yang terdakwa. Saya rasa kalau dia tidak terdakwa juga tapi hanya ingin merajalewikan sistem hukum kita. Tapi apa pun halnya, kalau pengacara itu mau belajar dari kesalahan-kesalahannya, maka lebih baik lagi. Bayangkan kalau ini bisa menginspirasi orang lain untuk berperilaku yang benar, jadi siapa tahu mungkin ada perubahan dalam sistem korupsi kita 🤔💡
 
Kasus korupsi pengacara Djunaidi ini, benar-benar membuat kita kecewa. Banyak korban korupsi yang ternyata diperebutkan oleh pengacara-pengacara seperti ini, padahal nanti mereka yang ditangkap dihadapkan ke pengadilan juga. Saya pikir ini adalah contoh besar dari bagaimana sistem hukum kita bisa jadi tidak efektif karena ada korupsi yang berlebihan di dalamnya.
 
Gue pikir ini salah satu contoh bagaimana korupsi bisa bergerak cepat, tapi gue juga senang lihat bahwa pengadilan akhirnya tahu apa yang terjadi 🙏. Gue rasa ini membuat kita semua harus lebih hati-hati dalam mengelola dana negara dan tidak boleh membiarkan uang menjadi alat korupsi lagi 💸. Gue juga senang lihat bahwa pengacara Djunaidi dihukum, tapi gue rasa harus ada penambahan yang lebih ketat terhadap pengacara Aditya Simaputra yang membantunya 🤔. Dan gue pikir ini juga bisa menjadi pelajaran bagus bagi kita semua untuk selalu waspada dan tidak boleh membiarkan korupsi bergerak. Gue senang melihat bahwa pengadilan akhirnya dapat menyelesaikan kasus ini dan memberikan hukuman yang sesuai 🙌.
 
aku sengaja nggak cek thread ini apa kabar sama pengacara djunaidi ternyata kasih tangan bodo banget dia kaya apalagi mengorbankan uang rakyat aja sih untuk memenangkan proyek hutan di inhutani v rasanya gila banget 🤯. tapi apa yang bikin aku heran adalah kalau pengacara djunaidi bisa divonis hanya 2 tahun 4 bulan penjara padahal dia kasih tangan bodo begitu banyak. rasanya ada kesepakatan antara pengacara dan pengadilan aja 🤑.
 
kembali
Top