Penyintas Banjir di Aceh Utara Tinggal di Huntara Kayu Meski Tanpa Listrik dan Fasilitas Dasar

Banjir di Aceh Utara Dalam Kemiskinan: Warga Temukan Tempat Pengungsi di Huntara Kayu yang Hilang Listrik dan Fasilitas Dasar

Pada akhirnya, dua dusun di Geudumbak, Aceh Utara yang terkena banjir parah akibat bencana alam menyadari bahwa beberapa warga telah memilih untuk mendiami tempat-tempat pengungsi yang dibangun khusus untuk mereka. Huntara kayu yang sebelumnya hanyut dan rusak parah akhirnya menjadi tempat tinggal bagi sebagian warga, meski masih tanpa listrik dan fasilitas dasar seperti air bersih.

Pada keadaan normal, warga di Geudumbak adalah petani dan pekebun. Namun banjir yang melanda desa tersebut pada akhirnya menyebabkan kerusakan parah pada 80 persen kebun sawit, cokelat, pinang, jeruk, dan sawah-sawah. Hal ini membuat sumber penghidupan mereka terancam. Sementara itu, kepala desa Geudumbak Saiful Bahri menyatakan bahwa beberapa warga yang rumahnya hanyut saat ini masih bertahan di tenda pengungsian, sedangkan sisanya berada di rumah kerabat.

Menurut Saiful, meski huntara kayu mulai ditempati oleh sebagian warga, dua dusun tersebut masih belum mendapat aliran listrik dan kekurangan air bersih. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti listrik dan air bersih sebelum bulan Ramadhan tiba.

Pada akhirnya, akses jalan utama desa yang sempat tertutup kayu gelondongan kini mulai terbuka setelah dibersihkan oleh BNPB, TNI, dan Kementerian Kehutanan. Hal ini membuat mobilitas warga untuk menuju ke kebun dan ke permukiman kembali stabil.
 
Banjir di Aceh Utara memang sangat membantu para pekebun jadi pengungsi kayaknya 🤕. Huntara kayu yang terkena banjir itu sekarang menjadi tempat tinggal bagi warga, tapi masih aja belum ada listrik dan fasilitas dasar seperti air bersih. Saya berharap pemerintah bisa membantu mereka sebelum bulan Ramadhan tiba. Kenapa pemerintah harus memilih antara memberikan listrik dan air bersih atau apa yang lebih penting? Saya pikir keduanya penting banget! Mungkin ada cari solusi yang bisa menyelesaikan masalah ini, kayaknya gini: kita buat sistem penyediaan listrik dan air bersih yang terintegrasi dengan pembangunan infrastruktur desa, sehingga warga tidak perlu khawatir sama sekali tentang sumber daya dasar. Kita bisa melakukannya nanti, tapi harusnya mulai dari sekarang! 🤔
 
Banjir di Aceh Utara ternyata bikin warga nyari tempat pengungsi kayaknya. Huntara kayu yang terlalu banjir akhirnya jadi tempat tinggal bagi sebagian warga, tapi masih tanpa listrik dan fasilitas dasar kayak air bersih. Saya pikir ini semua karena perubahan cuaca yang tidak terkendali, tapi pemerintah harus ambil tindakan untuk memastikan warga mendapatkan kebutuhan dasar yang cukup. Jangan lupa banjir juga bikin kerusakan parah pada kebun sawit dan tanaman lainnya, membuat sumber penghidupan warga terancam. Saya harap pemerintah bisa secepatnya memenuhi kebutuhan dasar warga di Geudumbak sebelum Ramadhan tiba 🌊💧
 
😔 Banjir di Aceh Utara memang memanggil nasib banyak masyarakat di Geudumbak, semestinya kita berdoa selamat bagi mereka yang terkena dampak banjir parah itu 🤞. Huntara kayu yang hilang listrik dan fasilitas dasar menjadi tempat pengungsi bagi sebagian warga, tapi gampangnya ini? 🤷‍♂️

Masyarakat di Geudumbak yang terdiri dari petani dan pekebun memang mengalami kerusakan parah pada kebun sawit dan sawah-sawah. Sumber penghidupan mereka terancam, apakah pemerintah bisa membantu? 🤔

Akses jalan utama desa yang tertutup kayu gelondongan sudah dibuka, tapi masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk warga yang berada di tenda pengungsian. Kita harap pemerintah bisa memenuhi kebutuhan dasar seperti listrik dan air bersih sebelum bulan Ramadhan tiba 🕰️.

Sekarang ini, warga Geudumbak harus beradaptasi dengan situasi yang terjadi, kita doa selamat bagi mereka semua 💪.
 
omg banjir di aceh utara terus banget, apa lagi kalau tidak ada listrik dan fasilitas dasar? ariin warga harus berbagi tenda pengungsian, itu sangat sulit banget. petani yang kebun sawit cokelat pinang jeruk semuanya rusak parah, makanya sumber hidup mereka terancam. pemerintah harus cepat-cetep dalam memberikan aliran listrik dan air bersih, jangan sampai bulan ramadhan datang aja dan sudah tidak ada listrik lagi 😩🌪️

sebenarnya geudumbak masih belum pulih dari banjir terakhir tahun lalu, apalagi kalau ada bencana alam lainnya, maka warga harus sangat berhati-hati. pemerintah harus memastikan bahwa desa ini tidak kembali menjadi tempat pengungsian. sekarang jalan utama sudah terbuka, tapi masih banyak hal yang harus diperbaiki agar desa ini bisa pulih dan warga dapat hidup normal lagi 🌿💪
 
Aku tidak jadi bicara tentang hal ini sebelumnya, tapi aku pikir banjir di Geudumbak benar-benar membuat hidup warga sesekitar sangat sulit. Mereka adalah petani dan pekebun, tapi banjir parah malah menyebabkan 80 persen kebun sawit mereka rusak parah! Aku rasa pemerintah harus cepat-siap memenuhi kebutuhan dasar seperti listrik dan air bersih bagi warga yang dipinggirkan ini. Huntara kayu malah menjadi tempat pengungsian, tapi masih tanpa listrik dan fasilitas dasar. Aku harap pemerintah bisa segera membantu mereka. Semoga bulan Ramadhan datang dengan baik dan tidak ada lagi kesulitan bagi warga di Geudumbak 🤞
 
Banjir di Aceh Utara memang sangat memprihatinkan... kayaknya pemerintah harus lebih cepat aksi untuk membantu warga yang terkena dampak banjir ini. Huntara kayu yang jadi tempat tinggal warga ini, tapi gampung belum ada listrik dan fasilitas dasar yang memadai. Itu kayak nggak adil banget... kalau pemerintah bisa akses kebun sawit dan tanaman lainnya yang rusak parah oleh banjir, itu akan membantu warga untuk kembali normalin.
 
Banjir di Aceh Utara memang sangat memprihatinkan, tapi apa yang paling parah adalah bagaimana kondisi hidup warga setelah banjir itu berlalu 🤕. Huntara kayu di Geudumbak benar-benar menjadi tempat pengungsi bagi sebagian warga, padahal mereka tidak mampu membawa segala sesuatunya. Mereka harus mengorbankan fasilitas dasar seperti air bersih dan listrik untuk tetap hidup 🌊.

Apa yang paling memprihatinkan adalah kondisi kebun sawit, cokelat, pinang, jeruk, dan sawah-sawah di Geudumbak. Banjir itu membuat kerusakan parah pada 80 persen dari kebun-kebun tersebut 🌪️. Sumber penghidupan warga terancam, padahal mereka sudah tidak mampu menghasilkan uang dari kebun-kebun tersebut.

Aku berharap pemerintah dapat membantu segera untuk memberikan listrik dan air bersih kepada warga di Geudumbak. Mereka perlu waktu yang cukup untuk memulihkan hidup mereka 🕰️.
 
aku rasa pemerintah harus ngaturin dulu sebelum banjir itu terjadi lagi. 2 dusun di Geudumbak udh terkena banjir parah, tapi masih banyak warga yang belum mendapatkan tempat tinggal yang stable. aku pikirin Huntara kayu itu udh cukup baik, tapi masih ada kekurangan listrik dan air bersih... kalau pemerintah mau membantu, harus ngaturin dulu kesiapan warga dan fasilitas yang dibangun. akses jalan utama di Geudumbak udh terbuka, tapi apa kalau banjir itu terjadi lagi? harus ada rencana untuk mengatasi masalah seperti ini... 🌳💡
 
kembali
Top