Penghinaan Alam: Kebakaran Hutan di Pontianak Akhirnya Dugaan Kesengajaan
Kepada pembakar lahan hingga menimpa api terbesar pada Sabtu (24/1/2026) malam hingga Minggu (25/1/2026), pihak pengawas segera menduga kebakaran tersebut bukan disebabkan faktor alam.
Pernyataan itu diberikan oleh Kepala BPBD Kota Pontianak, Nasir. Pada hari itu, petugas menemukan indikasi aktivitas pembakaran di beberapa lokasi rawan kebakaran. Bahkan ada lahan yang diduga sengaja dibakar di Gang Masjid, Jalan Parit H Husein II.
Saat penemuan tersebut, informasi awal masuk dari laporan warga terkait aktivitas pembakaran. Namun petugas tidak menemukan siapapun ketika sampai di lokasi. Karena itu, mereka menemukan botol bekas minuman soda berisikan bensin dan karung berisi daun pisang yang sudah kering, diduga digunakan untuk membakar lahan.
"Dugaan tindakan pembakaran lahan tak bisa serta-merta dialamatkan kepada pemilik lahan," terang Nasir.
Namun, ia juga menjelaskan bahwa adanya indikasi tindakan pembakaran lahan tidak bisa diatasi dengan cepat, karena diperlukan kepatuhan dari semua pihak dalam mencegah karhutla.
Kepada pembakar lahan hingga menimpa api terbesar pada Sabtu (24/1/2026) malam hingga Minggu (25/1/2026), pihak pengawas segera menduga kebakaran tersebut bukan disebabkan faktor alam.
Pernyataan itu diberikan oleh Kepala BPBD Kota Pontianak, Nasir. Pada hari itu, petugas menemukan indikasi aktivitas pembakaran di beberapa lokasi rawan kebakaran. Bahkan ada lahan yang diduga sengaja dibakar di Gang Masjid, Jalan Parit H Husein II.
Saat penemuan tersebut, informasi awal masuk dari laporan warga terkait aktivitas pembakaran. Namun petugas tidak menemukan siapapun ketika sampai di lokasi. Karena itu, mereka menemukan botol bekas minuman soda berisikan bensin dan karung berisi daun pisang yang sudah kering, diduga digunakan untuk membakar lahan.
"Dugaan tindakan pembakaran lahan tak bisa serta-merta dialamatkan kepada pemilik lahan," terang Nasir.
Namun, ia juga menjelaskan bahwa adanya indikasi tindakan pembakaran lahan tidak bisa diatasi dengan cepat, karena diperlukan kepatuhan dari semua pihak dalam mencegah karhutla.