Pacitan, Jawa Timur, mengalami gempa bumi yang berdampak di sejumlah kota besar di Indonesia pada Selasa (27/1/2026) pukul 08.20 WIB. Gempa tersebut berpusat di Pacitan dan terjadi dalam skala magnitudo M5,7. Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini memiliki jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng.
Gempa Pacitan diakui berpotensi menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan lingkungan. Sementara itu, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami seperti yang terjadi pada gempa bumi pada tanggal 26 Desember 2004 yang melanda Nusantara.
BMKG mengklaim bahwa gempa bumi tersebut dapat dirasakan hingga ke beberapa wilayah di Bali, yaitu Denpasar, Kuta, dan Karangasem. Namun, gempa tersebut hanya memiliki skala intensitas MMI II-III yang menunjukkan getaran dirasakan nyata dalam rumah.
Sementara itu, salah satu warga Denpasar, Agung Ayu, mengaku merasakan gempa bumi tersebut beberapa detik karena dirinya sedang berada di lantai empat salah satu gedung rumah sakit. Meski merasakan gempa bumi, namun dirinya tidak menjadi panik.
Gempa bumi yang terjadi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) dan terletak pada koordinat 8,18 derajat Lintang Selatan (LS) dan 111,33 derajat Bujur Timur (BT).
Gempa Pacitan diakui berpotensi menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan lingkungan. Sementara itu, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami seperti yang terjadi pada gempa bumi pada tanggal 26 Desember 2004 yang melanda Nusantara.
BMKG mengklaim bahwa gempa bumi tersebut dapat dirasakan hingga ke beberapa wilayah di Bali, yaitu Denpasar, Kuta, dan Karangasem. Namun, gempa tersebut hanya memiliki skala intensitas MMI II-III yang menunjukkan getaran dirasakan nyata dalam rumah.
Sementara itu, salah satu warga Denpasar, Agung Ayu, mengaku merasakan gempa bumi tersebut beberapa detik karena dirinya sedang berada di lantai empat salah satu gedung rumah sakit. Meski merasakan gempa bumi, namun dirinya tidak menjadi panik.
Gempa bumi yang terjadi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) dan terletak pada koordinat 8,18 derajat Lintang Selatan (LS) dan 111,33 derajat Bujur Timur (BT).