Pemerintah mengakui kinerja BRI yang luar biasa dalam menyediakan rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) meningkat secara signifikan, dari 229.000 unit pada tahun 2023 menjadi 279.000 unit pada tahun 2025. Ini berarti ada peningkatan sekitar 50.000 unit dalam waktu satu tahun.
Pemerintah mengapresiasi upaya BRI dalam mendorong pembiayaan rumah subsidi, terutama kontribusi yang signifikan dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) sendiri. Pada tahun 2024, BRI menyalurkan fasilitas likuiditas sebesar Rp16 juta untuk 16.000 unit rumah, sementara pada tahun 2025, jumlah tersebut meningkat menjadi Rp32 juta untuk 32.000 unit.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa daya beli perumahan subsidi tidak mengalami penurunan dan bahkan mendorong penyerapan tenaga kerja. Dengan demikian, program rumah subsidi dapat membantu meningkatkan kualitas hidup MBR.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan bahwa pihaknya mendukung penyaluran program rumah subsidi dan mengapresiasi capaian yang diraih. "Kita bersyukur atas peningkatan 100% dalam penyaluran program ini," katanya.
Pemerintah diharapkan dapat mencapai target baru untuk tahun ini, yaitu meningkatkan peningkatan penyaluran rumah subsidi menjadi 100% lagi.
Pemerintah mengapresiasi upaya BRI dalam mendorong pembiayaan rumah subsidi, terutama kontribusi yang signifikan dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) sendiri. Pada tahun 2024, BRI menyalurkan fasilitas likuiditas sebesar Rp16 juta untuk 16.000 unit rumah, sementara pada tahun 2025, jumlah tersebut meningkat menjadi Rp32 juta untuk 32.000 unit.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa daya beli perumahan subsidi tidak mengalami penurunan dan bahkan mendorong penyerapan tenaga kerja. Dengan demikian, program rumah subsidi dapat membantu meningkatkan kualitas hidup MBR.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan bahwa pihaknya mendukung penyaluran program rumah subsidi dan mengapresiasi capaian yang diraih. "Kita bersyukur atas peningkatan 100% dalam penyaluran program ini," katanya.
Pemerintah diharapkan dapat mencapai target baru untuk tahun ini, yaitu meningkatkan peningkatan penyaluran rumah subsidi menjadi 100% lagi.