Penyaluran Kredit BCA Melambat, Cuma Tumbuh 7,7% di Akhir 2025

Bank BCA mencatat pertumbuhan kredit sebesar 7,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp993 triliun hingga akhir Desember 2025. Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyatakan bahwa pertumbuhan ini terutama ditopang oleh kredit korporasi serta pembiayaan untuk sektor-sektor berkelanjutan.

Hendra mengucapkan apresiasi atas kepercayaan nasabah serta dukungan pemerintah dan otoritas yang membantu bank mencapai kinerja positif. Hal tersebut menjadi motivasi bagi BCA untuk terus bergerak dan berkontribusi bagi ekonomi di seluruh penjuru Tanah Air.

Meski pertumbuhan kredit melambat di akhir periode dari rata-rata pertumbuhan kredit bank sepanjang 2024 yang mencapai 10,8 persen, fundamental bank tetap ditopang oleh pertumbuhan pendanaan yang sehat. Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2 persen yoy menjadi Rp1.249 triliun per Desember 2025.

Komposisi penyaluran kredit menunjukkan ketahanan di segmen tertentu. Kredit usaha atau korporasi tumbuh 9,9 persen yoy menjadi Rp756,5 triliun, sementara pembiayaan ke sektor berkelanjutan bahkan melaju 11,7 persen menjadi Rp255 triliun. Sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) dan kredit kendaraan listrik menjadi penyumbang utama dengan pertumbuhan masing-masing dua kali lipat dan 53 persen.

Di sisi konsumer, portofolio relatif terjaga di Rp224,1 triliun dengan komposisi KPR sebesar Rp142,3 triliun. Kualitas kredit secara keseluruhan terjaga, ditandai dengan membaiknya rasio pinjaman berisiko (Loan at Risk/LAR) menjadi 4,8 persen dari sebelumnya 5,3 persen.

Kinerja profitabilitas bank tetap positif. Laba bersih BCA tumbuh 4,9 persen yoy menjadi Rp57,5 triliun, didorong oleh pendapatan operasional yang naik 5,4 persen dan perbaikan rasio efisiensi (cost to income).

Hendra Lembong juga menambahkan komitmen BCA dalam inovasi layanan termasuk artificial intelligence (AI). Pihaknya berupaya menyediakan produk dan layanan secara optimal.
 
kira-kira siapa yang bilang bahwa kredit korporasi bisa naik 9,9 persen? itu gimana caranya? harus ada data yang solid, bukan cuma angka-angka saja... dan apa dengan pembayaran listrik yang naik sebesar 53 persen? itu benar atau hanya promosi? aku butuh konfirmasi lebih lanjut dulu, sebelum aku setuju sama hal ini... ๐Ÿ˜
 
Sudah siap, biar mantab deh! Pertumbuhan kredit bank BCA 7,7 persen tahunan itu lumayan ngebawa. Tapi apa yang bikin aku ragu-ragu adalah, di mana asal dana tersebut? Ternyata masih banyak dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang masuk ke dalam bank ini, kan? Artinya, banyak nasabah yang harus membayar bunga yang tinggi, kayaknya tidak jauh berbeda dengan kartu kredit, deh. Dan apa yang bikin aku penasaran juga adalah, bagaimana BCA memastikan bahwa dana tersebut digunakan secara efisien dan tidak ada korupsi? Kita harus lebih bijak dalam mengelola dana, ya!
 
Pertumbuhan kredit 7,7 persen itu ngebut sih... tapi ngomongin pertumbuhan ini bagaimana? Pertumbuhan kredit korporasi dan berkelanjutan itu apa artinya? Artinya kita harus fokus pada pertumbuhan ekonomi yang seimbang, tidak hanya korporasi dan berkelanjutan aja. Kita juga harus lihat peningkatan laba bersih bank ini, 4,9 persen ngebut sih... tapi kapan kita bisa melihat peningkatan laba bersih di masyarakat? Jadi, saya pikir pertumbuhan ini harus dilansir dengan cara yang lebih seimbang dan melibatkan semua pihak, bukan hanya bank atau korporasi aja...
 
โš–๏ธ Keren banget ya BCA, mampu mencapai pertumbuhan kredit 7,7 persen tahunan. Pertumbuhan ini pasti berdampak besar pada ekonomi Indonesia. ๐Ÿค‘
 
hebat banget ya, pertumbuhan kredit BCA ini ๐Ÿคฉ! 7,7 persen tahunan itu benar-benar mengejutkan, tapi pasti karena kerja keras Hendra Lembong dan tim BCA di dalamnya ๐Ÿ˜Š. kredit korporasi yang tumbuh cepat itu bagus banget, harus jadi daya saing bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia ๐ŸŒณ. dan kredit kendaraan listrik yang melaju 53 persen? itu benar-benar inspiratif, harap semakin banyak mobil-mobil listrik di jalan kita ๐Ÿš—๐Ÿ’š.
 
Pokoknya, pertumbuhan kredit bank ini jadi salah satu contoh bagaimana pemerintah bisa membuat kondisi ekonomi semakin stabil ๐Ÿค. Namun, gini aja nih, apabila kredit korporasi meningkat begitu cepat, itu artinya investasi nasional makin aktif dan semoga tidak ada yang kehilangan fokus pada pembangunan infrastruktur ๐Ÿšง.
 
Pertumbuhan kredit Bank BCA 7,7% itu memang makin nyesis ๐Ÿคฏ tapi apa yang penting adalah kualitas pertumbuhannya sih. Jangan cuma liat persentase aja, tahu juga apakah pengeluaran semakin seimbang atau tidak. Tapi jadi awalnya kredit korporasi dan berkelanjutan itu makin besar, mungkin bisa dibilang lebih stabil ya ๐Ÿคž
 
Saya pikir ini keren banget! ๐Ÿคฉ Bank BCA sudah mencatat pertumbuhan kredit sebesar 7,7 persen, itu artinya mereka bisa berinvestasi di berbagai bidang seperti korporasi dan kredit usaha. Saya senang juga karena pendanaan yang sehat membuat Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2 persen. ๐Ÿ“ˆ Namun, saya pikir perlu diperhatikan kualitas kredit dan pinjaman berisiko agar tidak melewatkan batas. Saya harap BCA bisa terus meningkatkan inovasi layanan dengan menggunakan teknologi seperti AI untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabah. ๐Ÿ‘
 
pikirannya bahwa pertumbuhan kredit BCA masih cukup baik, tapi tidak boleh terlalu bersemangat lagi, ya? 7,7 persen itu sudah bagus, tapi tahun depan harus lebih stabil. sementara itu, sektor korporasi dan investasi memang penting, tapi tidak lupa kepentingan konsumen juga harus dihati ๐Ÿ˜Š
 
ya kawan, Bank BCA makin lama makin besar ya? 7,7 persen itu penumbuhan kredit untuk tahun ini, itu besar banget! tapi sebenarnya gue merasa agak kecewa banget kan pertumbuhan kredit melambat agak aja. di tahun-tahun sebelumnya BCA punya angka yang lebih tinggi dari 10 persen, jadi apa yang terjadi? dan siapa yang bertanggung jawab sih? tolong kembalikan ke perusahaan yang nanti gue bisa bicara dengan direktur atau sesuatu ya...

dan komposisi penyaluran kredit menarik banget! korporasi dan sektor berkelanjutan makin besar, itu bagus sekali. tapi apa sebenarnya sih? gimana caranya BCA bisa memilih target pasar yang tepat dan membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat? tolong cerita nggak ya...
 
aku pikir apa yang mereka maksud dgn pertumbuhan kredit 7,7 persen itu? kalau benar-benar positif, apa kegunaan uang triliun itu? misalnya, apa buktinya bahwa segmen tertentu seperti EBT atau kredit kendaraan listrik memang menjadi penyumbang utama? gimana kalau ada lagi faktor yang tidak tercantum di sini? mungkin ada konspirasi di balik semuanya...
 
Makanya kredit korporasi naik banget 9,9 persen? Apakah ini hanya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atau ada yang lain juga? ๐Ÿค” Saya masih ragu tentang hal ini. Dan pertumbuhan pendanaan nasabah tidak terlalu besar, cuma 2 persen yoy aja. ๐Ÿ“‰ Mungkin perlu diawasi agar tidak berlebihan.
 
Aku pikir ini fenomena yang keren, pertumbuhan kredit yang stabil dan sehat, nanti bisa jadi meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap bank-bank di Indonesia ๐Ÿคฉ. Aku setuju dengan Hendra Lembong kalau kepercayaan nasabah adalah hal penting, tapi aku juga penasaran bagaimana BCA berusaha untuk mengoptimalkan layanan dan produk yang ditawarkan, nanti bisa jadi membuat perbedaan besar ๐Ÿ“ˆ.
 
Maksudnya sih pertumbuhan kredit BCA yang stabil tapi nggak terlalu tinggi bisa dianggap sebagai tanda bahwa ekonomi Indonesia tidak akan terlalu panas aja ๐Ÿ˜Š. Tapi aku pikir masih perlu diperhatikan karena kemungkinan akan ada dampak dari kebijakan moneter dan sektor lainnya. Dan gini juga, pertumbuhan kredit korporasi dan berkelanjutan yang tinggi itu bisa dijadikan contoh bagi bank-bank lain untuk fokus pada sektor-sektor tersebut ๐Ÿค”.
 
Wahhh, kredit BCA naik banget! ๐Ÿค‘ 7,7 persen tahunan itu lumayan banyak ya? Apakah itu semua karena pemerintah dan otoritas yang mendukung? Mau tahu siapa saja yang mendapatkan kredit korporasi nih? Dan bagaimana caranya BCA bisa menyediakan produk dan layanan yang optimal dengan menggunakan AI? Tapi, apa keburukan dari pertumbuhan kredit korporasi yang begitu tinggi? Bikin banyak orang utang juga ya! ๐Ÿ˜ฌ
 
Pertumbuhan kredit BCA itu lumayan heboh, 7,7 persen yoy... kan kayaknya masih lebih baik dari yang kita lihat di bank-bank lain, tapi apa sih tujuannya ya? Kita liat dulu rata-rata pertumbuhannya 10,8 persen tahunnya, kemudian melambat ke 7,7 persen. Saya kira ini artinya kita harus lebih berhati-hati dalam mengelola utang... tapi siapa tahu apa yang salah dengan cara BCA ini? ๐Ÿค”๐Ÿ’ธ
 
Pertumbuhan kredit BCA 7,7 persen itu keren banget ๐Ÿคฉ! Tapi gini, kenapa kredit korporasi begitu cepat naik? ๐Ÿค” Mungkin karena perusahaan-perusahaan besar di Indonesia mulai mengambil pinjaman dengan lebih mudah. Dan sekarang, BCA juga harus hati-hati karena pertumbuhan ini terus-menerus? ๐Ÿ˜ฌ Saya setuju bahwa inovasi layanan seperti AI sangat penting untuk bank. Tapi, bagaimana kalau ada yang kehilangan uang karena sistem AI itu salah? ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ
 
Banyak keuntungan gampang dipahami, kan? ๐Ÿค‘ Pertumbuhan kredit 7,7% itu nggak bisa dimungkinkan tanpa perbanasan yang tepat, apalagi dengan pendanaan yang stabil sebesar Rp1.249 triliun ๐Ÿ“ˆ

Sekedar curiga, siapa bilang penyaluran kredit usaha harus stagnan? ๐Ÿค” Kita lihat aja peningkatan dari Rp756,5 triliun menjadi Rp255 triliun itu 2x lipat dan 53% lagi ๐Ÿ˜ฎ Tampak ada yang positif di sini!

Tapi kita jangan lupa, pertumbuhan kredit juga nggak bisa terlepas dari rasa kepercayaan nasabah ๐Ÿค Dan tentu saja dukungan pemerintah dan otoritas yang membantu bank mencapai kinerja positif ๐Ÿ‘
 
kembali
Top