Penyaluran Kredit BCA Melambat, Cuma Tumbuh 7,7% di Akhir 2025

Pertumbuhan kredit Bank Central Asia (BCA) melambat, tapi tetap stabil. Menurut data yang dikeluarkan BCA sendiri, pertumbuhan total kredit mencapai 7,7 persen yoy hingga akhir Desember 2025, mencapai Rp993 triliun.

Meski demikian, fundamental bank tidak terlalu berubah. Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2 persen yoy menjadi Rp1.249 triliun, sementara komposisi penyaluran kredit menunjukkan ketahanan di segmen tertentu.

Kredit usaha atau korporasi tumbuh 9,9 persen yoy menjadi Rp756,5 triliun, sedangkan pembiayaan ke sektor berkelanjutan bahkan melaju 11,7 persen menjadi Rp255 triliun. Sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) dan kredit kendaraan listrik menjadi penyumbang utama dengan pertumbuhan masing-masing dua kali lipat dan 53 persen.

Di sisi konsumer, portofolio relatif terjaga di Rp224,1 triliun dengan komposisi KPR sebesar Rp142,3 triliun. Kualitas kredit secara keseluruhan terjaga, ditandai dengan membaiknya rasio pinjaman berisiko (Loan at Risk/LAR) menjadi 4,8 persen dari sebelumnya 5,3 persen.

Kinerja profitabilitas bank tetap positif. Laba bersih BCA tumbuh 4,9 persen yoy menjadi Rp57,5 triliun, didorong oleh pendapatan operasional yang naik 5,4 persen dan perbaikan rasio efisiensi (cost to income).

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan nasabah serta dukungan pemerintah dan otoritas yang membantu bank mencapai kinerja positif. Ia juga menambahkan bahwa aktivitas transaksi digital menjadi pendorong lain, dengan frekuensi transaksi mobile dan internet banking yang tumbuh 19 persen.

Selain itu, BCA juga berupaya menyediakan produk dan layanan secara optimal dengan menggunakan teknologi seperti artificial intelligence (AI).
 
omg banget, biar nggak terburu-buru, kredit BCA gini aja, tapi jangan terlalu fokus pada angka-angka, apa yang penting adalah, BCA masih bisa bertahan dan stabil. siapa tahu, mungkin ada yang suka mengherankan tentang rasio pinjaman berisiko yang jadi 4,8 persen, gak badut kan? πŸ€·β€β™‚οΈ

tetapi, apa yang saya lihat disini adalah, BCA berhasil meningkatkan kinerja profitabilitasnya, laba bersih gini aja Rp57,5 triliun! itu bukan main-main. dan yang paling penting, BCA bisa mengembangkan produk dan layanan digital dengan menggunakan teknologi seperti AI, itu sangat positif! πŸš€

tidak ada kata salah atau tidak benar dalam hal ini, karena biar nggak terlalu formal, apa yang saya lihat adalah, BCA berhasil bertahan dan meningkatkan kinerjanya, itu yang penting! πŸ’ͺ
 
Pertumbuhan kredit BCA melambat tapi stabil 😐. Masih bagus, kan? 🀩 Pertumbuhan total kredit mencapai 7,7 persen yoy itu lumayan πŸ€‘. Dana Pihak Ketiga tumbuh 10,2 persen dan komposisi penyaluran kredit masih kuat πŸ’ͺ. Sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) dan kredit kendaraan listrik menjadi penyumbang utama πŸš€. Kualitas kredit secara keseluruhan terjaga πŸ”’. Kinerja profitabilitas bank tetap positif πŸ“ˆ. President Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan nasabah dan dukungan pemerintah πŸ‘. Tapi, aktivitas transaksi digital harus terus ditingkatkan lagi πŸ“ŠπŸ’»!
 
PERBANYAKAN KREDIT BCA TIDAK TERLAMBAT UNTUK SELURUH SEKTOR NYA!!! PADA YANG 7,7 Persen YA, ITU BAGUS LAH!!! TAPI DILAHIRNYA KECEPATAN Pertumbuhan Kredit Usaha Korporasi NYA 9,9 Persen, PEMBIAYAAN BERKELANJUTAN NYA 11,7 Persen, DAN SEKTOR ENERGI BARU TERBARUKAN NYA SEMUA PERTUMBUHNYA YANG GEGAR! NYA KREDIT KENDERAAN LISTRIKNYA 53 Persen DUA KALI LIPAT NYA, ANDA BISA IMAGINASINYA APA NYA?
 
Pertumbuhan kredit BCA kira-kira stabil ya? Nah, jika nulis lebih jelas, pertumbuhan 7,7 persen masih cukup pesat banget! Aku pikir dana Pihak Ketiga yang tumbuh 10,2 persen itu membuat aku penasaran. Kredit usaha dan korporasi tumbuh 9,9 persen, itu juga sudah tidak badut lagi! Sektor Energi Baru Terbarukan yang tumbuh dua kali lipat itu, wajib ada alasan khususnya... Aku pikir ini baik-baik saja, bank BCA masih stabil dan kuat.
 
Kalau nggak salah, pertumbuhan kredit BCA sekarang udah stabil, tapi tidak terlalu gesit aja. Sih punya sector apa saja yang sih gampang bawa dana, kayaknya harus ada strategi untuk meningkatkan itu. Misalnya, produk kredit kendaraan listrik dan EBT itu sih pertumbuhannya sangat cepat, tapi siapa tahu karenanya masih ada risiko ekonomi yang tidak kita ketahui. Kita harus hati-hati aja dulu.
 
Mungkin bank-bank besar Indonesia udah sibuk banget dengar ini, tapi aja nih kredit usaha dan korporasi yang tumbuh 9,9 persen tahun ini masih pretty stabil. Maksudnya apa? Yang penting adalah tidak terjadi kerusakan pariwisata atau bisnis lainnya yang berdampak besar pada ekonomi Indonesia πŸ€”

Mungkin juga bank-bank ini udah menyesuaikan strategi mereka dengan tren-tren terkini seperti energi baru dan kendaraan listrik. Itu keren banget! Dan kalau aktivitas transaksi digital tumbuh 19 persen itu, artinya nasabah juga sudah lebih nyaman menggunakan teknologi untuk berbelanja atau melakukan transaksi. Semoga bank-bank ini bisa terus meningkatkan kinerja mereka πŸ’Έ
 
[GIF: orang sedang tertawa sambil memegang kartu kredit] πŸ˜‚πŸ’Έ
[Image: grafik pertumbuhan kredit naik 7,7%] πŸ“ˆπŸ‘
[Bingung sih kalau BCA jadi bank yang stabil banget..?] πŸ€”πŸ’°
[GIF: Hendra Lembong sedang berbicara dengan suara 'terima kasih'] πŸ™πŸ’¬
 
omg apa arti nih 7,7 persen? itu artinya kredit bagaimana aja πŸ€” aku pikir itu besar banget tapi kemudian aku lihat komposisi penyaluran kredit apa aja dan aku nggak terlalu yakin lagi. aku lebih suka cari info tentang teknologi AI yang bank BCA gunakan, itu nih aku senang banget!
 
Saya rasa pertumbuhan kredit BCA di tahun ini bukanlah hal yang perlu dipertanyikan, tapi kita juga harus lihat dari aspek lain ya. Kita bisa melihat dari data DPK, namun sebenarnya ada kemungkinan bahwa peningkatan dalam itu hanya berarti bank semakin berinvestasi dalam proyek-proyek yang berpotensi besar. Misalnya EBT dan kredit kendaraan listrik, itu semua membutuhkan investasi yang cukup banyak untuk bisa bertahan dan berkembang. Saya rasa kita juga harus siap menghadapi dampak dari semuanya ini dalam jangka panjang, ya.
 
kira-kira aku pikir pertumbuhan kredit BCA nggak terlalu penting lagi nih... sudah stabil, tapi nggak ada arti apa-apa kan? pertumbuhan total kredit hanya 7,7 persen... itu kayak sedikit banget ya! πŸ€”

saya pikir fundamental bank BCA masih sama seperti sebelumnya, dana Pihak Ketiga dan komposisi penyaluran kredit tidak terlalu berubah... hanya ada perubahan kecil-kecilan aja. dan apa yang membuat kredit usaha korporasi tumbuh 9,9 persen? apakah itu karena kinerja bisnis yang baik? atau mungkin karena biaya operasional yang lebih rendah? πŸ€·β€β™‚οΈ

dan apa dengan kualitas kredit? itu masih stabil kan? rasio pinjaman berisiko menjadi 4,8 persen... itu kayak kurang berarti apa-apa lagi. dan laba bersih BCA tumbuh 4,9 persen... itu juga kayak sedikit banget ya! 😐

saya pikir BCA harus fokus lebih pada pengembangan produk dan layanan yang lebih baik, menggunakan teknologi seperti AI untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja. kalau hanya stabil saja, maka tidak ada kemajuan apa-apa kan... 😊
 
omong omongan ini gede banget! bank-bank di Indonesia udah banyak menggunakan teknologi AI untuk meningkatkan kinerja. tapi apa sih hasilnya? masih banyak yang belum dapat menikmati layanan digital yang modern. aku pikir jika bank ingin tetap kompetitif, harus lebih berinvestasi dalam pengembangan teknologi dan juga memberikan kesadaran kepada nasabah tentang pentingnya digitalisasi kehidupan sehari-hari. dan oh iya, pertumbuhan kredit 7,7 persen itu gak main-main, tapi apa sih artinya jika tidak ada perubahan struktur bank? πŸ€”πŸ’Έ
 
Gini aja, BCA masih bisa naik di papan ini πŸ€‘. Tapi, apa artinya kredit usaha dan korporasi tumbuh 9,9 persen? Sementara itu, konsumernya hanya terjaga dengan Rp224 triliun? Mungkin BCA harus lebih cek apakah mereka benar-benar stabil atau tidak πŸ€”. Dan apa artinya rasio pinjaman berisiko jadi 4,8 persen? Artinya masih ada risiko ya, bukan? πŸ’Έ
 
Pokoknya pertumbuhan kredit BCA kayaknya tidak terlalu nggak, tapi ada yang stabil. Dana pihak ketiga tetep tumbuh banyak, itu baik. Yang salah sih konsumen portofolio yang kurang bertumbu, Rp224 triliun itu masih nggak sebanyak yang kita harapkan. Dan apa lagi, kualitas kredit nggak terlalu berubah, rasio pinjaman berisiko 4,8 persen? itu kayaknya masih masuk akal banget.

Dan yang paling keren sih EBT dan kredit kendaraan listrik, pertumbuhannya sangat pesat! 53 persen itu nggak kecil banget. Saya rasa ini menunjukkan bahwa BCA sudah fokus pada hal yang penting, yaitu menghasilkan pendapatan dari segmen yang lebih berkelanjutan.

Tapi, apa salahnya sih jika kita ingin melihat potensi yang lebih besar dari BCA? Kita harus terus berinovasi dan menggunakan teknologi untuk meningkatkan kinerja bank. Dan saya rasa presiden direktur Hendra Lembong benar-benar harus terus memantau kegiatan digital bank agar tidak ketinggalan tren ini.

πŸ“ˆπŸ’Έ
 
Gini kayaknya BCA masih bisa naikkan kredit-nya πŸ€”. Tapi apanya, pertumbuhan ini nggak luar biasa sih? 7,7 persen itu nggak terlalu badut juga . Mau dibilang stabil aja, tapi kalau kita lihat komposisi penyaluran kredit, masih banyak yang tertumpu di sektor korporasi dan industri apa aja? πŸ€‘ Dan kualitas kreditnya masih bagus-susah, rasio pinjaman berisiko kurang dari 5% . Tapi, apa sih dengan konsumen? Relatif stabil aja, tapi jadi gimana kalau ada kesalahan kecil-kesalahan yang tidak terlihat di laporan ini? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Makasih bro, pertumbuhan kredit BCA melambat tapi stabil aja. Saya pikir fundamental bank masih agak mengecewakan karena pengaruh moneter yang tidak menguntungkan. Dana Pihak Ketiga tumbuh 10,2 persen yoy itu memang bagus, tapi peningkatan komposisi penyaluran kredit di segmen tertentu seperti usaha dan keberkelanjutan itu juga perlu diperhatikan. Sektor EBT dan kredit kendaraan listrik yang tumbuh dua kali lipat itu wajar saja karena semangat inovasi dan berkelanjutan ini sangat penting.

Sementara itu, portofolio konsumer tetap relatif terjaga, tapi mungkin perlu ada peningkatan untuk meningkatkan kinerja. Rasio pinjaman berisiko yang jadi 4,8 persen dari sebelumnya 5,3 persen ini adalah perkiraan yang baik. Kinerja profitabilitas bank juga tetap positif, tapi saya ingin melihat peningkatan lebih lanjut dalam pendapatan operasional dan perbaikan rasio efisiensi. πŸ€”πŸ’Έ
 
omg kok masih stabil banget ya kredit BCA πŸ€”. tapi gini aja, jika mau tumbang 7,7 persen itu masih bisa, kalo tidak gini aja ada yang mau tumbang 10,2 persen lagi πŸ€‘. tolong biarkan dana pihak ketiga lebih stabil lagi, jadi kita tidak terlalu berisiko banget ya πŸ˜’.
 
Hmm mungkin kredit BCA gak bisa semakin besar lagi nih, tapi gak apa artinya. Dana Pihak Ketiga masih nggak asah, cuma tumbuh 10,2 persen aja. Dan kredit usaha juga gak terlalu berbeda dari sebelumnya, cuma 9,9 persen yoy. Kredit konsumen juga relatif stabil, cuma Rp224,1 triliun aja. Gue paham kalau bank ingin tetap stabil, tapi gak bisa nggak bertanya-tanya kenapa kinerja profitabilitasnya masih cukup positif aja. Mungkin karena pihak manajemen BCA udah berusaha keras untuk meningkatkan laba bersih menjadi Rp57,5 triliun yoy... tapi gue masih ragu-ragu nih
 
Hmmpp, kabar baik deh ya, pertumbuhan kredit BCA lumayan stabil aja, 7,7 persen yoy. Tapi sih fundamental bank nggak terlalu berubah, masih punya dana pihak ketiga yang besar banget, Rp1.249 triliun. Dan kredit usaha korporasi juga tumbuh cukup, 9,9 persen yoy. Sedangkan kredit kendaraan listrik jadi sangat populer, dengan pertumbuhan dua kali lipat. BCA juga gak mau ketinggalan, ngajadikan teknologi AI untuk meningkatkan produk dan layanan mereka. Dan yang penting, kualitas kredit masih terjaga, rasio pinjaman berisiko hanya 4,8 persen. Nah, saya pikir itu bisa menjadi bahan inspirasi bagi bank lain, ya! πŸ€‘πŸ’Έ
 
kembali
Top