Penulis Beby Salsabila Ungkap Cerita Nyata Film Tolong Saya (Dowajuseyo)

Penulis Beby Salsabila, yang juga menjadi narasumber dalam film horor-romance Tolong Saya!, mengungkapkan pengalaman nyata yang menjadi titik awal ceritanya. Ia menjalani dua jenjang pendidikan sekaligus di Indonesia dan diploma di Korea Selatan (Korsel), sehingga rutinitas belajar hingga dini hari membawanya ke sebuah study cafe yang kemudian ia ketahui berada di kawasan yang memiliki sejarah kelam.

Pada suatu malam menjelang pagi, Beby mengaku melihat sosok perempuan hamil yang mondar-mandir di dalam kafe. Anehnya, tak seorang pun pengunjung lain menyadapi kehadiran sosok tersebut. Situasi semakin mencekam ketika menjelang pukul lima pagi, sosok itu berjalan keluar saat hujan rintik turun.

Dalam kondisi panik, Beby berlari keluar cafe hingga terjatuh dan mengaku sempat jatuh tepat di atas tubuh seorang jenazah di lokasi yang berdekatan dengan rumah sakit dan area krematorium. Pengalaman traumatis tersebut menjadi titik awal gangguan-gangguan mistis yang terus ia alami.

"Penulis ini tidak membuat cerita yang hanya ada dalam imajinasi, tapi penulis ini mengambil pengalaman nyata. Meskipun ada beberapa detail yang ditambahkan untuk kebutuhan dramatis film, namun seluruh pengalaman tersebut benar-benar terjadi," katanya.

Dalam proses pengembangan cerita menjadi film layar lebar, Beby melakukan berbagai langkah kehati-hatian, termasuk meminta izin secara spiritual sesuai dengan kepercayaan lokal Korea. Ia juga mempelajari praktik mudang atau syaman serta berkomunikasi menggunakan bahasa Korea untuk menghormati budaya setempat.

Proses syuting pun tidak mudah, terutama dalam urusan perizinan lokasi. Awalnya, tim berencana melakukan pengambilan gambar di Seoul, namun keterbatasan izin membuat lokasi syuting dipindahkan ke Busan. Di sana, Beby mendapat bantuan dari salah satu profesornya untuk mengurus perizinan resmi.

"Tanpa bantuan akademik, sangat sulit bagi kami sebagai pendatang untuk bisa syuting di Korea," ujarnya.
 
Pagi ya bro... study cafe kayak gini terus ada di Indonesia? Aku penasaran deh, siapa yang nempel banget sama kafe dan lama tidak pernah ngerasa bingung atau takut. Saya punya teman yang kerja nanti di Seoul, beliau bilang kalau itu study cafe yang paling populer di Korea Selatan... tapi kayaknya sih kurang aji ya?
 
pikiran yang jadi keluar dari diri aku, kalau mau membuat cerita horor kita harus punya pengalaman nyata yang benar-benar terjadi sih. kalo bukan sih akan jadi kebohongan dan tidak ada kekuatan ilmiah yang bisa membedakannya dari kisah imajinasi. lalu, apa yang terjadi kalau kita ingin membuat cerita horor tapi kita sendiri punya pengalaman yang menakutkan? aku pikir itu jadi konflik yang seru banget di dalam kisahnya, misalnya Beby di film Tolong Saya! ini mengatakan bahwa pengalamannya memang benar-benar terjadi. itu membuat ceritanya lebih berat dan tidak ada kalinya bisa dipertontonkan dengan cara kiasan atau simbolis yang berlebihan.
 
Aku pikir film ini terlalu menekankan aspek mistis dan supernatural. Tapi apa yang aku lihat dari cerita Beby, dia benar-benar mengalami sesuatu yang membuatnya jatuh. Tapi apa itu? Aku masih ragu. Mungkin dia hanya melihat sesuatu yang tidak ada di sapa pun lain, atau mungkin dia sendiri yang membuat segala hal tersebut. Aku tidak percaya bahwa dia benar-benar melihat sosok perempuan hamil dan jatuh tepat di atas jenazah. Aku lebih suka jika dia hanya memiliki imajinasi yang tidak seimbang dengan realitas. Dan aku juga pikir syuting film ini tidak mudah, tapi aku masih bisa membayangkan berapa banyak hal yang dapat salah dalam proses produksi.
 
πŸ€” Wahhh nih, pengalaman nyata Beby Salsabila keren banget! πŸ™Œ Ia jalani 2 jenjang pendidikan, diploma di Korsel, dan gak sabar ingin membuat film horor-romance yang seru. Lalu, ia punya pengalaman nyata yang bikin ceritanya jadi lebih asli, yaitu ketika ia melihat sosok perempuan hamil di study cafe di malam hari πŸ•°οΈ. Ia juga punya pengalaman traumatis saat jatuh tepat di atas tubuh jenazah, waaahhh! 😱

Aku pikir Beby Salsabila sangat gusar dengan proses syuting filmnya, terutama urusan perizinan lokasi πŸ“š. Awalnya, timnya mau syuting di Seoul, tapi karena keterbatasan izin, mereka harus pindah ke Busan. Aku rasa Beby Salsabila sangat berterima kasih kepada profesornya yang membantunya mengurus perizinan resmi πŸ‘.

Aku pikir film ini bakal seru dan bikin kita ketakutan πŸ˜…!
 
Saya pikir pengalaman Beby yang dijadikan cerita film Tolong Saya! itu benar-benar konyol dan tak terduga. Bayangkan, kamu sedang belajar hingga dini hari, lalu kamu melihat sosok perempuan hamil yang mondar-mandir di study cafe yang sama tempat kamu belajar. Sosok tersebut berjalan keluar saat hujan turun, dan kamu jatuh tepat di atas tubuh seorang jenazah. Apa yang bisa kamu bayangkan? Itu pengalaman nyata yang pasti membuat Beby tak bisa tidur lepas. Mungkin, cerita tersebut akan membuat penonton khawatir dan takut. Saya rasa pengalaman ini juga menunjukkan betapa pentingnya kepercayaan lokal saat melakukan proyek di luar negeri.
 
Makasih ya papa film horor ini seru banget! Aku pikir Beby Salsabila ini nggak punya pikiran yang cerdas, jadi dia mau bikin cerita nyata tentang melihat seorang perempuan hamil di study cafe? 🀣 Tapi aku rasa ceritanya nggak terlalu konyol sih, kayaknya ada sesuatu yang terjadi dan itu membuatnya penasaran. Aku suka banget dengar kalau Beby melakukan hal-hal kehati-hatian seperti meminta izin spiritual dan belajar bahasa Korea untuk menghormati budaya setempat! πŸ™ Lho, aku punya rencana untuk pergi ke Korea Selatan nanti, tapi aku rasa aku tidak mau menemukan seorang perempuan hamil di study cafe! πŸ˜‚
 
Gue pikir film ini kayak cerita nyata aja... penulis Beby Salsabila kayaknya punya pengalaman yang ekstrem banget. Gue jadi penasaran, bagaimana gue bisa tahu kalau gak ada konfirmasi dari sumbernya dulu sebelum diangkat ke layar lebar. Tapi, kalau benar-benar terjadi seperti yang diungkapkan... itu kayaknya sangat meledak! 🀯
 
Gue penasaran kenapa di film ini ada adegan tentang kafe yang memiliki sejarah kelam, tapi gue tidak terlalu suka film horor. Gue pikir film ini hanya ingin menggoda pembaca dengan cerita menakutkan, tapi benar-benar ada orang yang mengalami pengalaman mirip itu? Saya rasa penulisnya Beby Salsabila juga perlu diuji kebenaran ceritanya, kan? Gue tidak tahu apakah film ini akan menjadi bestseller, tapi gue yakin penulisnya harus berusaha untuk memastikannya.
 
Pikirnya sih kalau pengalaman nyata Beby jadi titik awal cerita film Tolong Saya! Aneh banget kan? Saya sendiri pernah melihat kafe di dekat rumah saya yang malam-malamnya dipenuhi dengan sosok-sosok yang mirip aja, tapi siapa tahu itu hanya imajinasi. Nah, Beby bilang pengalamannya benar-benar terjadi, tapi gak bisa dibuktikan kan? Biar sih ada some detail yang ditambahkan untuk kebutuhan dramatis film, tapi kalau benar-benar terjadi, nggak akan ada study cafe yang berdekatan dengan krematorium dan area sakit, kan? πŸ€”πŸ˜‚
 
hehe, kalau gini ada penulis yang bisa jadi cerita horornya... seru banget! beby ini benar-benar memiliki pengalaman nyata yang nggak biasa, dan dia punya cara untuk mengambil kebenaran dari pengalamannya. aku pikir filmnya bakal cukup menarik, tapi juga perlu diingat bahwa ada batas-batas yang harus dihormati dalam proses syuting, seperti halnya memperhatikan budaya setempat dan mendapatkan izin yang tepat.

aku rasa penulis Beby ini benar-benar peduli dengan bagaimana ceritanya bisa disampaikan dengan cara yang benar dan hormat. aku juga senang melihat bahwa dia memiliki dukungan dari komunitas akademis Korea, itu bukti bahwa ada orang-orang di luar negeri yang peduli akan budaya lokal.
 
kaya gampang banget kan nih, kalo ada pengalaman nyata yang asli dari penulisnya jadi adegan film, nggak usah dipikirkan lagi, deh. tapi aneh juga sih nih, sebenarnya berapa banyak penduduk di Korea yang pernah melihat wajah jenazah?
 
I don’t usually comment but... film horor-romance yang baru keluar itu benar-benar membuatku takjub 🀯. Cerita Beby Salsabila tentang pengalaman nyata di study cafe itu memang sangat menggugah rasa ingin tahu. Bagaimana bisa ada penulis yang mengakui pengalamannya sendiri dalam film? 😲 Makin aja penasaran bagaimana proses pengembangan cerita dan syuting yang dilakukan timnya πŸ€”.

Sayangnya, aku sendiri pernah merasa sedikit kecemasan ketika berada di study cafe di malam hari. Itu karena aku suka menulis sendiri dan kadang-kadang aku ingin mencari inspirasi di tempat-tempat yang ramai. Tapi aku tidak pernah melihat sosok perempuan hamil seperti yang dikisahkan Beby 😳.

Selain itu, aku juga merasa kagum dengan usaha timnya dalam menghormati budaya Korea Selatan. Mereka mempelajari praktik mudang dan bahasa Korea untuk membuat film yang lebih autentik πŸ™. Itu sangat berbeda dari film-film horor lainnya yang seringkali hanya fokus pada efek khusus tanpa memperhatikan konteks budaya πŸŽ₯.

Tunggu apa lagi, film ini udah ada di bioskop! Aku harus mencobanya sendiri πŸ˜„.
 
Gue penasaran apa yang ada di balik cerita Beby Salsabila tentang study cafe yang berada di kawasan dengan sejarah kelam itu. Gue pikir mungkin ada hal lain yang lebih seru dari pengalaman semudiknya. Apakah benar-benar ada sosok perempuan hamil yang mondar-mandir di dalam kafe atau hanya imajinasi? Gue ragu-ragu banget ya...
 
aku rasa film horor romansa Tolong Saya! ini keren banget, tapi aku juga merasa penulis Beby salsabila mengalami pengalaman yang benar-benam dari kehidupannya πŸ˜…. aku tidak percaya kalau dia melihat sosok perempuan hamil itu di study cafe, tapi aku ari sih kalau cerita tersebut terinspirasi dari pengalamannya πŸ€”.

aku juga merasa syuting film ini tidak mudah, lho! penulis Beby harus berhati-hati dalam mengambil gambar dan meminta izin resmi dari pihak yang berwenang. aku bayangkan dia harus berkomunikasi dengan bahasa Korea dan mempelajari praktik mudang untuk menghormati budaya setempat πŸ’ͺ.

aku harap film ini bisa menjadi kesuksesan, karena penulis Beby's pengalaman pasti menarik dan membuat audiensnya merasa takjub πŸŽ₯.
 
Gue penasaran kenapa filmnya harus diputuskan sama katerangan dengan si penulis Beby Salsabila πŸ˜’. Gue pikir jika penulisnya tidak bisa mengelola pengalaman nyata-nyanya, maka gue tidak ingin menonton filmnya. Bayangannya ada yang salah, kalau penulisnya bilang terjadi di dekat rumah sakit dan area krematorium, tapi sih gue tahu dekat mana itu? πŸ€”. Gue rasa film ini bukan tentang cerita horor, tapi tentang bagaimana penulis Beby Salsabila bisa mengelola trauma-nya. Dan penulisnya benar-benar tidak bisa menolak bantuan akademik dari profesornya untuk mengurus perizinan resmi di Korea πŸ™.
 
gak percaya kalau ada seseorang yang benar-benar lupa tentang pengalaman kesaktian di kafe numpang belajar sih, tapi Beby Salsabila ini benar banget aja, gak ada simulasi atau cerita fiksi apa pun di baliknya. kayaknya film horor-romance Tolong Saya! ini bakal menjadi fenomena besar, penasaran dengerin ari ari ya πŸŽƒοΈ
 
aku pikir cerita Beby Salsabila ini jadi bagian dari film yang sanga seru banget! tapi aku juga paham kenapa pengalaman nyata beby ini menjadi titik awal ceritanya, karena itu bikin sensasi dan menarik perhatian penonton. kayaknya pengalaman ini juga bikin Beby semakin serius dalam proses pembuatan filmnya, terutama saat harus menghormati budaya Korea dengan berkomunikasi menggunakan bahasa Korea dan mempelajari praktik mudang atau syaman. aku rasa itu adalah contoh bagus dari bagaimana sebuah pengalaman nyata bisa dijadikan sebagai inspirasi untuk menciptakan sesuatu yang baru dan menarik 🀩
 
Wahhh, film horor-romance yang baru ini benar-benar bikin tergiun aja! Penulis Beby Salsabila jujur cerita bukannya dari imajinasi, tapi pengalamannya nyata banget! Tapi apa pun kebenaran di baliknya, filmnya benar-benar menakutkan dan bikin kamu ingin berpikir lebih teliti tentang apa yang terjadi sekitar. πŸ€”πŸ‘»

Aku rasa penulis Beby Salsabila yang pernah melihat sosok perempuan hamil di study cafe itu, benar-benar membuatnya bisa tidak tidur dan memiliki gangguan mistis yang serius. Dan aku juga suka banget bagaimana dia melakukan berbagai langkah kehati-hatian untuk menghormati budaya Korea dalam proses syuting film ini! πŸ™πŸŽ₯
 
Maksudnya siapa nih yang punya kesedihan itu ? Mau dipakai gini aja biar takut sih... Jadi cerita ini dari pengalaman Beby sendiri, tapi dia tambah drama banget kan? Aku penasaran kenapa dia jatuh di atas jenazah itu... Apakah benar-benar terjadi seperti itu atau lagi-lagi dipikirkan buat film aja ? Dan aku penasaran juga apa yang terjadi setelah itu, apakah Beby bermasalah mental dan lain-lain... Tapi aku pikir cerita ini agak menyerang emosi, mau nonton filmnya aja dulu lihat bagaimana ceritanya sebenarnya πŸ˜•
 
kembali
Top