Penularan Virus Nipah di Indonesia Masih Berisiko, Ini Cara Mencegahnya
Virus nipah masih menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia. Menurut Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, Sp.A Subsp.IPT, penular utama sekali lagi adalah kelelawar buah sebagai inang alami virus nipah. Namun, pada orang belum terdeteksi.
Penelitian yang dilakukan di beberapa provinsi seperti Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan lain-lain, menunjukkan bahwa 50 sampel liur kelelawar buah memiliki antibodi nipah, sedangkan dua dari 50 sampel terdapat virus nipah.
Penularan virus nipah dapat terjadi melalui kencing, ludah hewan, atau ludah pada buah yang sudah terkontaminasi nipah. Sementara itu, penularan ke sesama manusia dapat terjadi melalui nafas orang yang terinfeksi virus nipah, atau kontak cairan atau darah dengan orang yang terinfeksi.
Mencegah penularan virus nipah memerlukan upaya yang serius. Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menjelaskan bahwa cara mencegahnya adalah dengan menghindari konsumsi buah-buahan langsung dari pohon, cuci dan kupas buah secara menyeluruh, serta membuang buah jika ada tanda gigitan kelelawar.
Selain itu, pengendalian infeksi juga sangat penting. Ia menyarankan untuk melakukan pengendalian infeksi dengan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti memasak daging dengan matang, serta mengenali hewan yang mati, atau hewan ternak terlihat sesak, panas bahkan gemetar dan batuk.
Dalam saat ini, belum ada vaksin yang bisa menjamin menghindari dari penularan virus nipah. Pengobatan dilakukan secara suportif dan simtomatis sesuai gejala yang keluar.
Virus nipah masih menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia. Menurut Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, Sp.A Subsp.IPT, penular utama sekali lagi adalah kelelawar buah sebagai inang alami virus nipah. Namun, pada orang belum terdeteksi.
Penelitian yang dilakukan di beberapa provinsi seperti Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan lain-lain, menunjukkan bahwa 50 sampel liur kelelawar buah memiliki antibodi nipah, sedangkan dua dari 50 sampel terdapat virus nipah.
Penularan virus nipah dapat terjadi melalui kencing, ludah hewan, atau ludah pada buah yang sudah terkontaminasi nipah. Sementara itu, penularan ke sesama manusia dapat terjadi melalui nafas orang yang terinfeksi virus nipah, atau kontak cairan atau darah dengan orang yang terinfeksi.
Mencegah penularan virus nipah memerlukan upaya yang serius. Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menjelaskan bahwa cara mencegahnya adalah dengan menghindari konsumsi buah-buahan langsung dari pohon, cuci dan kupas buah secara menyeluruh, serta membuang buah jika ada tanda gigitan kelelawar.
Selain itu, pengendalian infeksi juga sangat penting. Ia menyarankan untuk melakukan pengendalian infeksi dengan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti memasak daging dengan matang, serta mengenali hewan yang mati, atau hewan ternak terlihat sesak, panas bahkan gemetar dan batuk.
Dalam saat ini, belum ada vaksin yang bisa menjamin menghindari dari penularan virus nipah. Pengobatan dilakukan secara suportif dan simtomatis sesuai gejala yang keluar.