Penularan Virus Nipah di Indonesia Masih Terdeteksi di Kelelawar

Kelelawar buah tetap penular utama virus Nipah, belum ada vaksin untuk mengatasi penyakit ini di Indonesia. Penelitian yang dilakukan pada 2023 di beberapa provinsi menunjukkan bahwa kelelawar buah sebagai penular utama sekali lagi membawa virus nipah.

Tidak hanya itu, kencing dan ludah hewan juga bisa menyebarkan virus nipah. Selain itu, nafas orang yang terinfeksi virus nipah atau kontak cairan atau darah dengan orang yang terinfeksi juga bisa menjadi penularan. Berdasarkan itu, peternakan babi, petugas memotong babi, pengumpul nira atau aren, serta buah-buahan lain yang kemungkinan sudah dikonsumsi oleh kelelawar buang menjadi penderitaan pencegahan.

Sementara itu, untuk memastikan seseorang terkena virus nipah, harus melakukan PCR di laboratorium besar. Dan saat ini belum ada vaksin yang bisa menjamin menghindari dari penularan virus nipah. Pengobatan dilakukan secara suportif dan simptomatis sesuai gejala yang keluar.

Untuk pencegahan umum pada anak-anak, harus menghindari konsumsi buah-buahan langsung dari pohon, cuci dan kupas buah secara menyeluruh, serta membuang buah jika ada tanda gigitan kelelawar. Ia juga menyarankan untuk melakukan pengendalian infeksi dengan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS.
 
Ooiiii, aku jujur, virus nipah ini masih terlalu serius banget! Aku ingat saat SMAku masih bersekolah, kakekku punya teman yang dirawat karena Nipah, itu pengalaman buat aku yang paling berat. Sekarang lagi kelelawar buahnya bisa menyebarkan virus, itu benar-benar mengkhawatirkan!

Aku pikir vaksin ini harus segera dikembangkan, tapi sepertinya masih jauh. Sementara itu, pencegahan ini terlalu banyak, aku bayangkan kalau aku diwadahi harus membuang semua buah-buahan yang dipotong oleh peternak babi atau pengumpul nira!

Tapi, aku juga tahu pentingnya PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) dalam mencegah penyakit ini. Aku ingat saat SMAku lagi sering banget membersihkan tangan dan wajah sebelum makan atau berinteraksi dengan orang lain, itu bagian dari norma kehidupan di rumah kita ya!
 
Nipah lagi ngembara, tapi apa yang dibicarakan sih adalah keterampilan pencegahan kita? Kita harus tahu cara hidup kita sendiri itu ngabawanya dari penularan virus ini. Kenapa gini kita harus memotong babi atau pengumpul nira? Apalagi kalau buah-buahan langsung dihantarkan ke rumah, siapa yang bisa yakin kalau tidak ada infeksi? 🤯

Itu kalau penelitian 2023 jadi berita baru lagi. Apa kebenaran dari situasi ini? Kita harus fokus pada meningkatkan kesadaran kita sendiri, bukan cuma cara hidup bersih yang kayaknya diutarakan. Apalagi kalau sifat kita sendiri itu nggak bisa dipastikan sih, misalnya ada orang tua atau teman yang nggak mau diuji PCR atau nggak mau diberitahu. Kita harus lebih realistis tentang cara pencegahan ini... 💡
 
Kue pilihan kita semua harus lebih berhati-hati lagi dengerin si kelelawar buah 😅🦇! Penyakit Nipah ini masih belum ada vaksin di Indonesia, jadi kita harus lebih waspada dengan cara hidupnya 🚿. Tapi jangan khawatir, pencegahan umum sudah banyak penasaran nih, seperti buang buah yang gigit kelelawar dan cuci tangan setiap kali kembali dari rumah 🚮🧹. Dan kalau kamu masih ragu, kamu bisa melakukan PCR di laboratorium besar juga ya 👍. Semoga suatu hari nanti ada vaksin untuk Nipah ini 🤞💊!
 
Saya rasa kalau kita semua tidak bisa berubah cara hidup kita sekarang, nanti gak ada buah-buahan lagi yang asal langsung dari pohon untuk dimakan. 😅 Dan ya, memang harus kita waspada karena kencing hewan juga bisa menyebarkan virus nipah. Tapi kalau kita semua bisa berubah menjadi pengumpul nira atau aren, gak ada masalah sama sekali. 🐝 Atau mungkin kita bisa membuat vaksin yang cepat dan aman untuk diambil. Maka dari itu, kita harus terus berinovasi dan mencari solusi. Dan saya rasa ini juga salah satu alasan kita harus lebih serius dalam melakukan PHBS dan menjaga kebersihan diri kita setiap hari.
 
ini bikin senang banget kalau nggak bisa coba vaksin dulu sebelum buah-buahan langsung dikonsumsi ya, tapi sih vaksin belum ada aja...
makanya peternakan babi dan pengumpul nira pasti harus berhati-hati, jangan biarkan kelelawar masuk kesana. kalau bisa cuci buah-buahan yang sudah dipanen juga akan lebih baik.

sebenarnya aku penasaran, mengapa nggak ada vaksin lagi? sampe sekarang masih harus berhati-hati dulu...
 
wahhh, nipah lagi keluar ya 🤢! kan jangan pernah melihat seekor kelelawar, apa pun itu itu buat kamu nggak mau mengeluarkannya dari rumah 🐜😂. tapi serius banget, jangan buang-buang kencing dan ludah hewan, itu gila ya 💦! sementara itu, kalau kamu ingin pasti terkena nipah, carilah laboratorium besar aja, mereka akan bikin kamu nyaman 🤝. tapi apa yang bisa kita lakukan adalah pencegahan, jangan mau ngerasa nyangka punya kelelawar di pohon 🌴. cuci buah dengan penuh perhatian, kupas semua, dan jangan mau ngerasa ada gigitan kelelawar di dalamnya 😂. PHBS aja, itu cuma 1% dari hidup kita, tapi itu lebih baik daripada nyangka punya nipah ya 🤷‍♂️!
 
Gue pikir ini masalah besar, tapi kapan aja kita bisa melakukannya? Kita harus fokus pada kelelawar, tapi gue tahu banyak yang tidak tahu apa itu kelelawar. Kita harus melakukan pendidikan terlebih dahulu, agar orang-orang bisa memahami betapa bahaya ini. Tapi, apa kira-kira kita akan melakukannya? Kita harus berunding dengan masyarakat dan peternak babi untuk membuat strategi yang efektif.

Dan, kucing adalah musuh kelelawar, tapi kita harus fokus pada vaksin, bukan hanya menyinggung kucing. Di mana nanti kita akan mendapatkan vaksin ini? Kita harus berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan vaksin yang bisa mengatasi virus nipah. Dan, apa kira-kira kita akan menggunakan vaksin ini secara nasional atau hanya untuk elite?
 
kembali
Top