Penjual Es Gabus Mengaku Trauma, Dipukul-Dipaksa Makan Dagangan

πŸ˜‚πŸ€£ Ini banget ya! πŸ™ˆ Pedagang es gabus traumatis karena dituduh menggunakan bahan spons, tapi ternyata bukan? πŸ˜… TNI dan polisi juga bisa belajar dari kasus ini, jangan terlalu cepat menuduh siapa pun! πŸ™„ Kemudian, pedagang itu dipukul dan dipaksa memakan esnya, apa yang bilang "peringatan" dari kebiasaan konsumsi makanan tidak layak? πŸ˜‚

Kasus ini sebenarnya bisa dianggap sebagai contoh bagaimana "taktik" peringatan diberikan dengan cara yang salah. πŸ€¦β€β™‚οΈ Pedagang itu hanya ingin menjajakan es gabus-nya, dan ternyata TNI dan polisi juga ingin "menjajak" informasi dari dia... πŸ™ˆ
 
Saya pikir ini sangat konyol banget, siapa ngebawahan orang itu? Saya ingat saat-saat seperti itu, rasa takut dan ketakutan memang bisa membuat kita melakukan hal-hal yang tidak benar. Tapi apa salahnya kalau penjual es gabus itu berbohong? Jika dia benar-benar menggunakan bahan spons, toh dia harus bertanggung jawab atasnya sendiri. Saya rasa keberadaan polisi dan tentara juga harus lebih bijak dalam melakukan tanggungan lawan, tidak usah terlalu kasar dan memukul-mukil. Mereka harus bisa berbicara dan menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih santai aja. Saya rasa ini semua bisa jadi pelajaran bagus untuk kita semua tentang pentingnya bersikap tenang dan bijak, apalagi di depan kejadian-kejadian sulit seperti ini 😊
 
Gue paham kalau ada konflik antara polisi dan penjual es gabus, tapi nggak bisa buat jalan masuk nih... Apa yang dibutuhkan sih adalah kesadaran dan pendidikan bagi masyarakat, bukan kekerasan fisik! Gue rasa di sini ada kesalahpahaman besar. Penjual es gabus itu cuma mau menjual es gabus aja, gak ada salahnya sih!

Kita jangan lupa kalau apa yang terjadi adalah karena kesalahan dalam proses pengambilan sampel atau analisa di laboratorium, bukan karena sebenarnya ada bahan spons di es gabus. Jadi, kalau polisi dan TNI mau memberi peringatan, nggak harus melibatkan kekerasan fisik juga! Semua bisa beresok aja. πŸ€”πŸ’‘
 
Kalau lagi siapa tahu apa nanti gini dijadi. Pedagang kecil-kecilan saja, tapi masih bisa dipukul dan dipaksa memakannya sendiri. Kalau duduk di rumah aja aje kalau ngerasa tidak enak. Tapi pedagang es kue itu, gak punya pilihan apa-apa. Saya rasa ini kalau dilihat dari perspektif pedagang atau konsumen aja. Polisi dan TNI harus lebih bijak dalam menyelidiki kasusnya, jangan terlalu cepat menuduh siapa-siapa.
 
Gak paham sih apa yang terjadi dengannya, tapi gak masuk akal kan? Dia jual es gabus biasa aja, tapi bisa dipukul dan disabet oleh polisi dan TNI? Itu bikin penasaran banget. Mungkin ada kesalahpahaman, tapi harusnya ada cara yang lebih baik cari penyelesaian yang tidak melibatkan kekerasan. Yang penting dia bisa kembali berjualan es gabus dengan tenang.
 
aku pikir kasus ini jadi contoh bagaimana polisi dan tentara bisa terlalu cepat menuduh seseorang tanpa bukti, tapi aku juga pikir kalau mereka itu salah karena memang ada penjual es gabus yang benar-benar tidak menggunakan bahan spons, tapi apa yang terjadi dia dikepung dan dipukul? aku pikir itu tidak adil, tapi aku juga pikir perlu kita buat contoh dari kasus ini agar pedagang seperti Sudrajat bisa tidak terjebak dalam situasi yang tidak baik, tapi aku juga pikir kalau perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang apa benarapa bahan yang digunakan oleh Sudrajat sebelum dia dipukul dan dicela. πŸ€”
 
kembali
Top