Berikut adalah penjelasan singkat tentang kasus penjual es gabus yang mengaku traumatis karena dituduh menggunakan bahan spons. Penjual tersebut, bernama Sudrajat, menceritakan pengalamannya saat dituduh menggunakan bahan spons dalam dagangannya.
Sudrajat mengatakan, beberapa orang datang ke tempat dagangannya dengan alasan untuk membeli es gabus. Namun, ketika dagangannya dituduh mengandung bahan spons, situasi berubah. Sudrajat dikepung dan dipukul oleh anggota polisi dan tentara.
Sudrajat mengaku diinterogasi dan menyatakan bahwa es yang dijualnya tidak mengandung spons. Dalam kondisi tertekan, dia dipaksa untuk memakan es dagangan oleh anggota TNI.
Sudrajat juga mengalami tindakan kekerasan fisik, seperti disabet menggunakan selang dan ditendang dengan sepatu agar mengakui tuduhan tersebut. Ia dikepung dalam sebuah pos selama satu jam sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Setelah peristiwa itu, Sudrajat mengaku mengalami trauma dan pusing hingga memutuskan untuk berhenti berjualan es gabus. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat menjelaskan bahwa kedua anggota polisi dan TNI menyimpulkan secara dini dugaan penggunaan spons, namun niatnya adalah memberi peringatan masyarakat dari kemungkinan konsumsi makanan yang tidak layak.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Jakarta Pusat, juga mengaku rasa penyesalan atas sikap keliru yang menyebut pedagang es kue menjajakan makanan berbahan baku spons.
Sudrajat mengatakan, beberapa orang datang ke tempat dagangannya dengan alasan untuk membeli es gabus. Namun, ketika dagangannya dituduh mengandung bahan spons, situasi berubah. Sudrajat dikepung dan dipukul oleh anggota polisi dan tentara.
Sudrajat mengaku diinterogasi dan menyatakan bahwa es yang dijualnya tidak mengandung spons. Dalam kondisi tertekan, dia dipaksa untuk memakan es dagangan oleh anggota TNI.
Sudrajat juga mengalami tindakan kekerasan fisik, seperti disabet menggunakan selang dan ditendang dengan sepatu agar mengakui tuduhan tersebut. Ia dikepung dalam sebuah pos selama satu jam sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Setelah peristiwa itu, Sudrajat mengaku mengalami trauma dan pusing hingga memutuskan untuk berhenti berjualan es gabus. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat menjelaskan bahwa kedua anggota polisi dan TNI menyimpulkan secara dini dugaan penggunaan spons, namun niatnya adalah memberi peringatan masyarakat dari kemungkinan konsumsi makanan yang tidak layak.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Jakarta Pusat, juga mengaku rasa penyesalan atas sikap keliru yang menyebut pedagang es kue menjajakan makanan berbahan baku spons.