Kemlu RI Mengakui Empat WNI Korban Pembajakan di Gabon, Ada Tiga Satu yang Aman
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengumumkan terdapat empat orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban insiden pembajakan terhadap kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) di perairan Ekwata, Gabon, Afrika Tengah, pada Minggu lalu.
Menurut Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, ada sembilan orang awak kapal yang diculik oleh para pembajak. Empat di antaranya merupakan WNI. "Pelaku pembajakan telah menculik sembilan awak kapal dari total 12 awak, empat di antaranya [yang diculik] adalah WNI," kata Heni dalam keterangan resminya.
Dengan demikian, dari 12 orang awak kapal IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828), tiga orang di antaranya kini berada dalam kondisi yang aman. Mereka tetap berada di dalam kapal yang sama. Dari tiga orang tersebut, dua orang di antaranya merupakan WNI.
Terdapat tiga orang awak kapal yang selamat itu lalu berlayar ke ibu kota Gabon, Libreville, sambil dikawal oleh pasukan Angkatan Laut (AL) Gabon. Sesaat setelah terjadinya insiden pembajakan kapal, Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaounde langsung berkoordinasi dengan otoritas setempat, perusahan/agen kapal, dan pihak terkait lainnya.
KBRI Yaounde terus melakukan pemantauan perkembangan situasi, dan meminta otoritas terkait untuk mempercepat upaya penyelamatan para awak kapal yang masih diculik.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengumumkan terdapat empat orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban insiden pembajakan terhadap kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) di perairan Ekwata, Gabon, Afrika Tengah, pada Minggu lalu.
Menurut Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, ada sembilan orang awak kapal yang diculik oleh para pembajak. Empat di antaranya merupakan WNI. "Pelaku pembajakan telah menculik sembilan awak kapal dari total 12 awak, empat di antaranya [yang diculik] adalah WNI," kata Heni dalam keterangan resminya.
Dengan demikian, dari 12 orang awak kapal IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828), tiga orang di antaranya kini berada dalam kondisi yang aman. Mereka tetap berada di dalam kapal yang sama. Dari tiga orang tersebut, dua orang di antaranya merupakan WNI.
Terdapat tiga orang awak kapal yang selamat itu lalu berlayar ke ibu kota Gabon, Libreville, sambil dikawal oleh pasukan Angkatan Laut (AL) Gabon. Sesaat setelah terjadinya insiden pembajakan kapal, Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaounde langsung berkoordinasi dengan otoritas setempat, perusahan/agen kapal, dan pihak terkait lainnya.
KBRI Yaounde terus melakukan pemantauan perkembangan situasi, dan meminta otoritas terkait untuk mempercepat upaya penyelamatan para awak kapal yang masih diculik.