Tepatnya beberapa hari lalu, kejadian yang melanda pasar modal Indonesia membuat perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami gejolak hebat. Iman Rachman, seorang direktur utama PT BEI, menarik diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas masalah yang terjadi.
Menurut Ibrahim Assuaibi, analis pasar uang, langkah ini sudah tepat untuk mengembalikan kepercayaan investor. Ia percaya bahwa pengunduran diri Iman bukan dipaksa, tetapi keinginannya sendiri untuk meletakkan jabatan tersebut dan memulihkan kepercayaan terhadap regulasi yang ada di Indonesia.
Ibrahim mengatakan bahwa tindakan Iman sudah tepat sebagai upaya mengembalikan kepercayaan investor. Sebagai pimpinan, ia harus mengambil tanggung jawab yang semestinya. Pengunduran diri Iman ini dapat menjadi contoh bagi pemimpin-pemimpin lain di Indonesia untuk mengambil tindakan yang benar ketika terjadi masalah.
Selain itu, Ibrahim berharap mundurnya Iman dapat menjadi pemicu perbaikan tata kelola pasar modal dalam negeri, termasuk perbaikan regulasi yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, keinginan dari MSCI bahwa BEI harus profesional, terutama untuk perusahaan-perusahaan yang akan melakukan IPO.
Menurut Ibrahim Assuaibi, analis pasar uang, langkah ini sudah tepat untuk mengembalikan kepercayaan investor. Ia percaya bahwa pengunduran diri Iman bukan dipaksa, tetapi keinginannya sendiri untuk meletakkan jabatan tersebut dan memulihkan kepercayaan terhadap regulasi yang ada di Indonesia.
Ibrahim mengatakan bahwa tindakan Iman sudah tepat sebagai upaya mengembalikan kepercayaan investor. Sebagai pimpinan, ia harus mengambil tanggung jawab yang semestinya. Pengunduran diri Iman ini dapat menjadi contoh bagi pemimpin-pemimpin lain di Indonesia untuk mengambil tindakan yang benar ketika terjadi masalah.
Selain itu, Ibrahim berharap mundurnya Iman dapat menjadi pemicu perbaikan tata kelola pasar modal dalam negeri, termasuk perbaikan regulasi yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, keinginan dari MSCI bahwa BEI harus profesional, terutama untuk perusahaan-perusahaan yang akan melakukan IPO.