Pemerintah Harus Meningkatkan Penggunaan Alutsista Dalam Negeri
Banyak lagi pemberdayaan bagi industri pertahanan dalam negeri jika pemerintah meningkatkan penggunaan alat utama sistem senjata, atau yang dikenal sebagai alutsista. Menurut Ridlwan Habib, pengamat intelijen, pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus diarahkan untuk meningkatkan produksi dalam negeri.
"Pengadaan tanpa impor sudah mulai dari alutsista yang kita kuasai penuh teknologinya," kata Ridlwan. "Contohnya senapan, amunisi, kapal patroli, dan kendaraan taktis seperti Maung atau Anoa. Itu sudah mayoritas buatan kita sendiri."
Namun, ada perbedaan besar antara komponen yang dapat diproduksi dalam negeri dengan komponen yang harus dimimpin dari luar negeri. "Tetapi, tantangannya tinggal di komponen kunci seperti mesin jet atau sensor elektronik tingkat tinggi," kata Ridlwan.
Kemenangan industri pertahanan dalam negeri akan semakin kuat jika pemerintah bekerja sama dengan perusahaan swasta nasional untuk meningkatkan produksi suku cadang lokal. "Gunanya mendukung kemandirian industri pertahanan, kita harus bekerja sama dengan BUMN dan industri swasta," jelasnya.
Pertimbangan ini bertujuan agar perusahaan swasta berperan aktif sebagai pemasok komponen, suku cadang presisi, hingga alutsista pendukung. Sinergi antara BUMN dan industri swasta nasional menjadi kunci penguatan ekosistem ini.
Banyak lagi pemberdayaan bagi industri pertahanan dalam negeri jika pemerintah meningkatkan penggunaan alat utama sistem senjata, atau yang dikenal sebagai alutsista. Menurut Ridlwan Habib, pengamat intelijen, pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus diarahkan untuk meningkatkan produksi dalam negeri.
"Pengadaan tanpa impor sudah mulai dari alutsista yang kita kuasai penuh teknologinya," kata Ridlwan. "Contohnya senapan, amunisi, kapal patroli, dan kendaraan taktis seperti Maung atau Anoa. Itu sudah mayoritas buatan kita sendiri."
Namun, ada perbedaan besar antara komponen yang dapat diproduksi dalam negeri dengan komponen yang harus dimimpin dari luar negeri. "Tetapi, tantangannya tinggal di komponen kunci seperti mesin jet atau sensor elektronik tingkat tinggi," kata Ridlwan.
Kemenangan industri pertahanan dalam negeri akan semakin kuat jika pemerintah bekerja sama dengan perusahaan swasta nasional untuk meningkatkan produksi suku cadang lokal. "Gunanya mendukung kemandirian industri pertahanan, kita harus bekerja sama dengan BUMN dan industri swasta," jelasnya.
Pertimbangan ini bertujuan agar perusahaan swasta berperan aktif sebagai pemasok komponen, suku cadang presisi, hingga alutsista pendukung. Sinergi antara BUMN dan industri swasta nasional menjadi kunci penguatan ekosistem ini.