Xabi Alonso memberikan pesan perpisahan yang jujur setelah kebersamaannya dengan Real Madrid berakhir. Pada awalnya, ia dianggap sebagai pelatih yang kompeten untuk mengelola klub tertinggi Spanyol, namun akhirnya keputusan manajemen untuk memecatnya berlangsung di tengah musim.
Kebersamaan Alonso dengan Real Madrid secara statistik terbilang solid. Ia membukukan 24 kemenangan dari total 34 pertandingan di semua kompetisi. Namun, capaian tersebut tidak cukup untuk memenuhi ekspektasi yang selalu menyertai kursi pelatih di Bernabeu.
Dalam pesan perpisahan, Alonso menggambarkan pengalaman beliau melatih Real Madrid sebagai kehormatan besar dalam perjalanan profesionalnya. Ia berterima kasih kepada klub, para pemain, dan penggemar atas kepercayaan dan dukungan mereka. Alonso juga menyampaikan bahwa ia pergi dengan rasa hormat, terima kasih, dan kebanggaan karena telah memberikan yang terbaik.
Meski masa baktinya di Madrid berakhir singkat, reputasi Alonso di level Eropa tetap terjaga. Namanya masih lekat dengan kesuksesan besar bersama Bayer Leverkusen.
Kebersamaan Alonso dengan Real Madrid secara statistik terbilang solid. Ia membukukan 24 kemenangan dari total 34 pertandingan di semua kompetisi. Namun, capaian tersebut tidak cukup untuk memenuhi ekspektasi yang selalu menyertai kursi pelatih di Bernabeu.
Dalam pesan perpisahan, Alonso menggambarkan pengalaman beliau melatih Real Madrid sebagai kehormatan besar dalam perjalanan profesionalnya. Ia berterima kasih kepada klub, para pemain, dan penggemar atas kepercayaan dan dukungan mereka. Alonso juga menyampaikan bahwa ia pergi dengan rasa hormat, terima kasih, dan kebanggaan karena telah memberikan yang terbaik.
Meski masa baktinya di Madrid berakhir singkat, reputasi Alonso di level Eropa tetap terjaga. Namanya masih lekat dengan kesuksesan besar bersama Bayer Leverkusen.