Pengadaan laptop Chromebook oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah dilaksanakan sejak November 2019, meskipun Nadiem Makarim dilantik sebagai menteri pada Oktober tahun yang sama. Menurut Ganis Samoedra Muharyono, Strategic Partner Manager Google for Education, pertemuan antara Nadiem dan pihak Google terjadi selama masa kampanye presidensial 2019. "Pernah tidak Collin Marson (Head Of Google for Education untuk Asia Tenggara) bersama Putri Alam (Senior Manajer Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik PT Google Indonesia) datang menemui Nadiem Anwar Makarim di Kementerian?" tanya jaksa.
Ia menjawab, "Iya pernah. Mungkin sekitar tahun 2020 awal." Meskipun tidak pasti tanggal spesifiknya, Ganis mengakui bahwa pertemuan tersebut terjadi sebelum Nadiem dilantik sebagai menteri. Dalam pertemuan tersebut, Collin Marson memastikan bahwa Nadiem sepakat menggunakan Google for Education sebagai alat pembelajaran, termasuk penggunaan Chromebook untuk setiap sekolah di Indonesia.
Namun, Ganis mengakui bahwa dirinya tidak ikut hadir dalam pertemuan tersebut dan hanya menunggu di luar. Ia hanya memperdengar informasi dari Collin Marson tentang kesepakatan antara Nadiem dan pihak Google untuk menggunakan Chromebook sebagai alat pembelajaran.
Pengadaan laptop Chromebook yang dilaksanakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menjadi titik fokus kasus dugaan korupsi yang melibatkan beberapa petinggi kebudayaan, termasuk Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah, dan Ibrahim Arief. Kasus tersebut melibatkan peretasan negara sebesar Rp2,1 triliun akibat markup harga perangkat Chromebook dan pengadaan laptop yang tidak bermanfaat bagi siswa dan sekolah di Indonesia.
Ia menjawab, "Iya pernah. Mungkin sekitar tahun 2020 awal." Meskipun tidak pasti tanggal spesifiknya, Ganis mengakui bahwa pertemuan tersebut terjadi sebelum Nadiem dilantik sebagai menteri. Dalam pertemuan tersebut, Collin Marson memastikan bahwa Nadiem sepakat menggunakan Google for Education sebagai alat pembelajaran, termasuk penggunaan Chromebook untuk setiap sekolah di Indonesia.
Namun, Ganis mengakui bahwa dirinya tidak ikut hadir dalam pertemuan tersebut dan hanya menunggu di luar. Ia hanya memperdengar informasi dari Collin Marson tentang kesepakatan antara Nadiem dan pihak Google untuk menggunakan Chromebook sebagai alat pembelajaran.
Pengadaan laptop Chromebook yang dilaksanakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menjadi titik fokus kasus dugaan korupsi yang melibatkan beberapa petinggi kebudayaan, termasuk Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah, dan Ibrahim Arief. Kasus tersebut melibatkan peretasan negara sebesar Rp2,1 triliun akibat markup harga perangkat Chromebook dan pengadaan laptop yang tidak bermanfaat bagi siswa dan sekolah di Indonesia.