Pengadaan Chromebook Jalan Sebulan setelah Nadiem Jadi Menteri

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, Strategic Partner Manager Google for Education Ganis Samoedra Muharyono mengungkapkan bahwa Menteri Pendidikan Nadiem Makarim telah merencanakan pengadaan laptop tersebut sejak tahun 2019. Menurut Ganis, pertemuan antara Nadiem dengan pihak Google dilaksanakan pada November 2019, sedangkan pelantikannya sebagai menteri terjadi pada Oktober 2019.

Ganis juga mengakui bahwa ia tidak mengikuti pertemuan tersebut secara keseluruhan dan hanya menunggu di luar saat Nadiem membahas penggunaan Chromebook bersama dua petinggi Google. Namun, Ganis berjanji bahwa informasi yang dia terima dari Collin Marson tentang keputusan Nadiem untuk menggunakan Google for education sebagai alat pembelajaran adalah benar.

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, terdakwa Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah, dan IBAM didakwa telah merugikan negara sebesar Rp2,1 triliun. Kerugian tersebut merupakan hasil akumulasi dari markup harga perangkat Chromebook dan pengadaan laptop yang tidak bermanfaat bagi siswa maupun sekolah di Indonesia.

Pengadaan laptop Chromebook ini telah menjadi sorotan kritik karena dugaan korupsi dan kekurangan kualitas produk yang dihasilkan. Menteri Pendidikan Nadiem Makarim harus menjelaskan mengenai rencana pengadaan laptop tersebut dan bagaimana ia memastikan bahwa produk tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
 
Saya pikir ganis sama sama jujur kan? Kalau dia bilang tidak ikuti pertemuan sama sekali, tapi masih bisa terus-terusan mengakui informasi yang dia terima dari Collin Marson? Sepertinya ada sesuatu yang salah di sini. Mungkin Collin Marson itu gak sih sih orang yang tepat untuk beritahu Ganis tentang keputusan Nadiem, kan?
 
kaya gini sih... korupsi itu bisa jadi karena kurang transparansi. kalau google dan nadiem sama-sama penasaran dengan Chromebook, tapi tidak ada proses tender yang adil, itulah masalahnya πŸ˜•. saya rasa penting buat Menteri Pendidikan untuk menjelaskan rencana pengadaan laptop ini secara jelas dan memberitahu bagaimana produk tersebut akan membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. tapi juga perlu diawasi agar tidak ada dugaan korupsi lagi πŸ˜’.
 
Makasih ya informasi ini... πŸ™ Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, aku pikir Menteri Pendidikan Nadiem Makarim harus jujur tentang rencana pengadaannya sejak tahun 2019. Aku rasa jika ada kesalahan, maka harus diatasi dengan benar-benar. Kalau ada yang salah, tidak boleh dibawa ke tanah emas. Kita perlu memastikan bahwa uang negara tidak terbuang sembarangan. 🚫 #TungguKenyataan #TransparansiPenting
 
Gue ngakir, tapi aku pikir Menteri Pendidikan Nadiem Makarim harus jujur dulu tentang apa yang terjadi sejak tahun 2019 lalu. Aku sih khawatir, kalau pengadaan laptop Chromebook itu benar-benar nanti bisa memberikan manfaat bagi siswa dan sekolah di Indonesia atau apa? Gue juga ngakira, kalau Menteri Pendidikan Nadiem Makarim harus bilang apa yang terjadi dengan uang Rp2,1 triliun itu, karena kayaknya gue tidak bisa percaya bahwa dugaan korupsi bisa begitu besar 🀯.
 
Gini ya, kasus korupsi ini kayaknya sudah terlalu lama. Si Menteri Pendidikan Nadiem Makarim harus jujur aja kalau ada yang salah, bukannya selalu menutup matanya. Saya rasa dia harus memberitahu kita apa yang benar-benar terjadi, bukan hanya membuat penjelasan-penjelasan yang tidak berarti. Dan siapa yang bilang dia bisa memastikan kualitas produk itu? Dia sendiri yang salah dalam pengadaan laptop Chromebook ini, jadi dia harus bertanggung jawab. πŸ€”
 
Gue pikir kayaknya tidak bisa dipercaya sih, Menteri Pendidikan udah mulai rencananya sejak tahun 2019 dan sudah ada pertemuan dengan Google, tapi tetep gue nggak percaya kalau pengadaan laptop Chromebook itu benar-benar ngolok-ogeh kepentingan negara. Sampai-sampai terdakwa udah didakwa Rp2,1 triliun korupsi... itu kayaknya bikin jijik banget. Dan siapa yang ngejar sampai di mana aja si Menteri Pendidikan? Gue pikir lebih baik kalau gue bisa melihat langsung rencana pengadaan laptop tersebut untuk bisa yakin siapa yang benar-benar ingin membantu pendidikan di Indonesia, bukan kalau hanya sekedar bikin rencana aja. πŸ€”
 
Gak bisa dipungut ngerasa lega banget dengar kalau punya bukti korupsi sebesar Rp2,1 triliun! Pengadaan laptop Chromebook ini harus jelas-jelas siapa yang menangani biaya itu dan bagaimana nanti diresponi. Menteri Pendidikan jadi harus makin jujur dulu, kalau punya rencana yang salah toh boleh bilang dan ubah caranya nanti. Tapi kayaknya penting buat pemerintah menjelaskan kembali tujuan dari pengadaan laptop ini agar bisa dipahami oleh masyarakat.
 
Maksudnya, kalau kan si Menteri Pendidikan punya rencana sejak 2019? Tapi nggak ada yang tahu, kalau pengadaan laptop ini benar-benar untuk kepentingan siswa aja... tapi mungkin si Nadiem Makarim sendiri yang lupa, kan? πŸ€·β€β™‚οΈ

Maksudnya, jika korupsi dugaannya benar, itu berarti si Collin Marson ini nggak bosan-bosan dengan info yang dia tawarkan kan? Dan si Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah, dan IBAM, mereka pasti punya rencana untuk menghabiskan Rp2,1 triliun itu... mungkin ke bujet perjalanan kan? πŸ€‘

Maksudnya, kalau kualitas laptop Chromebook benar-benar buruk, kayak nggak berguna sama sekolah aja... si Menteri Pendidikan Makarim harus jelasin, siapa yang tahu, mungkin si dia sendiri yang suka main game online di laptop itu kan? πŸ˜‚
 
Gini kabarnya, kalau si Menteri Pendidikan Nadiem Makarim udah ngata-akan rencananya buat pengadaan laptop Chromebook sejak tahun 2019, tapi si Ganis Samoedra Muharyono yang jadi Strategic Partner Manager Google for Education, dia udah jadi kacida kayaknya. Dia bilang kalau Nadiem udah ngumpul sama dua petinggi Google di November 2019, tapi dia sendiri gak ikut aja ke pertemuan itu, malah tunggu di luar kayak ngerjain ngepos sambil Nadiem aja ngobrol sama Google.

Kalau Nadiem udah jadi menteri, kenapa dia gak bisa ngata-akan rencana laptop Chromebook yang udah jelas udah jadi sumber korupsi? Mungkin karena dia juga mau ngganti rencana kayak Ganis, tapi dia gak bisa ngata-kan. Atau mungkin dia hanya penasaran sama uang dan tidak peduli sama sekali dengan dana negara yang digunakan buat hal-hal yang bermanfaat kayak ini.

Saya rasa Nadiem harus jujur tentang rencananya, kalau dia udah ngata-akan kebenaran, mungkin korupsi laptop Chromebook udah dapat disih.
 
Pagi kawan, aku pikir ini masalah besar deh! Menteri Pendidikan itu kayaknya harus jujur banget, kan? Nadiem Makarim pasti tahu dulu kalau pengadaan laptop Chromebook itu korupsi. Aku pikir aku akan marah jika aku berada di tempat Ganis Samoedra Muharyono, tapi aku tidak bisa. Aku hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini πŸ€”.

Aku rasa kalau ada yang salah di balik pengadaan laptop Chromebook itu, tapi aku tidak tahu siapa-siapa yang bertanggung jawab. Aku hanya ingin Menteri Pendidikan itu memberikan klarifikasi apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana ia memastikan bahwa produk tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia πŸ“š.

Aku juga penasaran dengan kenapa ada markup harga perangkat Chromebook itu yang menimbulkan kerugian sebesar Rp2,1 triliun. Aku harap Menteri Pendidikan itu dapat menjelaskan apa yang terjadi dan bagaimana ia akan mengambil tindakan untuk mencegah hal seperti ini kembali terjadi di masa depan πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
Saya rasa ini bukti nyata betapa pentingnya transparansi dalam pengadaan barang dan jasa, apalagi yang berkaitan dengan pendidikan. Sampai sekarang masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak percaya bahwa pemerintah benar-benar peduli dengan kebutuhan rakyat. Tapi gini aja, kalau sampai ada bukti korupsi, tentu saja harus diinvestigasi dan dijawab oleh pelaku. Saya harap Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dapat menjelaskan secara transparan mengenai rencana pengadaan laptop Chromebook ini dan bagaimana ia memastikan bahwa produk tersebut tidak hanya berdampak positif bagi pendidikan di Indonesia, tapi juga tidak ada dugaan korupsi yang mencurigakan. πŸ€”
 
Aku penasaran mengapa pemerintah gini-baginya, nggak jelas apa yang terjadi sebenarnya. Jadi dugaan korupsi kayak apa, tapi ternyata kemudian terungkap benar juga si? Mau dipertanggungardi, menteri Nadiem harus ngeluh-neh, kenapa gini ada kekurangan kualitas produk Chromebook itu. Aku pikir kalau di tahun 2019 nanti sudah ada rencana apa aja yang gini-baginya? Udah pasti bukan kayak pertemuan tiba-tiba, tapi rencana yang udah jadi sejak lama.
 
Aku pikir ini salah paham dari pihak Google ya, kalau korupsi terjadi sih udah dugaan, tapi apa yang pasti sih adalah pengadaan laptop Chromebook itu serasa gokil banget aja. Udah ada Menteri Pendidikan yang merencanakan sejak tahun 2019 dan setuju dengan Google, tapi kemudian korupsi terjadi? Aku pikir ini udah berasa sangat tidak adem ya... πŸ™„

Dan aku juga paham kalau Menteri Pendidikan harus menjelaskan tentang rencana pengadaan laptop tersebut, tapi aku rasa ini sih perlu dilakukan lebih lama dulu, ya. Karena sekarang udah terbuka bahwa ada korupsi yang terjadi, jadi sebaiknya pihak yang berwenang harus jujur dan memberitahu kita apa yang sudah dilakukan dan bagaimana nanti akan diatasi. Tapi aku harap tidak terjadi lagi kesalahan seperti ini... 🀞
 
Pertanyaannya siapa nanti yang mau jawab? πŸ€” Mereka bilang sudah ada rencana sejak 2019, tapi siapa saja yang tahu akhirnya produk itu berhasil terpaksakan? πŸ“Š Tapi apa yang pasti adalah korupsi korupsi, dan ini bukanlah cerita yang ingin kita dengar lagi. πŸ™…β€β™‚οΈ Menteri Makarim harus jujur, buat apa keajaiban Chromebook kalau itu nggak nyaman dipakai siswa? 😐
 
Maksudnya kalau dugaan korupsi ini benar, itu bikin kita kecewa banget deh! Siapa tahu nggak ada yang salah dengan pengadaan laptop Chromebook itu, tapi jika terjadi korupsi, itu bukan masalah lagi. Kami membutuhkan Menteri Pendidikan yang jujur dan transparan, sih... Misalnya kalau mau bercerita tentang apa-apa yang terjadi selama pengadaannya laptop tersebut. Kalau punya informasi yang penting tentang korupsi yang dilakukan, mending dibuka aja deh! Tapi tidak ada tahu kalau ini benar atau nggak...
 
Lihat saja kasus ini, kayaknya masih banyak yang tidak jelas. Menteri Pendidikan udah merencanakan hal ini sejak 2019, tapi penggunaannya belum pasti bagaimana? Udah ada kerugian besar dari dugaan korupsi ini, Rp2,1 triliun! Padahal, itu uang yang bisa di gunakan untuk banyak hal yang lebih penting daripada hanya laptop-laptop Chromebook. Tapi, apa yang terjadi dengan semua ini? Itu yang membuat saya bertanya-tanya, apakah kita benar-benar memikirkan tentang kualitas pendidikan di Indonesia atau hanya memikirkan tentang uang dan kepentingan pribadi? πŸ€”πŸ“š
 
Saya rasa ini kalau buatanya ngomong, siapa tahu bisa ngajak perubahan... Menteri Pendidikan Nadiem Makarim harus jujur dulu, siapa yang benar-benar bikin rencana pengadaan laptop Chromebook sejak 2019? Ganis Samoedra tapi bisa buatnya jujur ya, kalo kabarnya dia ngikuti pertemuan aja di luar... Saya pikir ini kalau buatanya pemerintah jadi lebih transparan dan jujur dulu, nanti siapa yang salah pasti dikenang...
 
Gampang aja πŸ™„, siapa yang nggak penasaran dengan kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook ya? πŸ€” Nadiem Makarim kayaknya harus jujur tentang apa yang terjadi pada rencana beliau sejak 2019 πŸ“…. Mungkin ada yang salah, mungkin ada yang benar πŸ€·β€β™‚οΈ tapi kayaknya harus diungkapkan dulu ya? πŸ—£οΈ. Korupsi korupsi! 😳 itu yang paling beresiko dan kita harus waspada ya! 🚨. Biar jangan terjadi lagi seperti ini, menteri punya tanggung jawab besar πŸ™.
 
kembali
Top