Peneliti dari BRIN: Metformin di Sungai Bisa Berdampak Kepada Manusia
Tirto.id - Penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menemukan adanya kandungan metformin, obat diabetes yang paling umum diresepkan di dunia, di sungai-sungai Jakarta. Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari BRIN, Laboratorium Kesehatan DKI Jakarta, dan dua universitas di Inggris.
Kandungan metformin yang ditemukan di Kali Angke memiliki konsentrasi yang berkisar dari 27 sampai 414 nanogram per liter (ng/L). Meskipun kadar metformin ini lebih rendah dari beberapa negara, tetapi temuan ini tidak bisa dianggap sepele karena dapat menimbulkan dampak negatif bagi organisme air maupun manusia.
Peneliti Wulan Koagouw dari BRIN mengatakan bahwa penelitian ini dimulai setelah penemuan metformin di sungai-sungai Jakarta pada tahun 2022. "Kita ingin mengetahui dampaknya bagi biota air dan juga manusia," katanya.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan metformin yang tinggi dapat menimbulkan dampak negatif bagi organisme air, seperti ikan dan mikroorganisme lainnya. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa metformin dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi air yang terkontaminasi.
Peneliti Wulan Koagouw juga mengatakan bahwa kenaikan suhu bumi dapat meningkatkan efek negatif metformin di lingkungan. "Kenaikan suhu bumi dapat membuat metformin lebih berbahaya bagi organisme air dan manusia," katanya.
Penelitian ini menunjukkan bahwa metformin yang masuk ke dalam sungai-sungai Jakarta dapat menjadi permasalahan lingkungan yang sulit dipulihkan jika tidak ditangani dari sekarang. Peneliti Wulan Koagouw mengatakan bahwa penelitian ini memperkuat kesadaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah polutan-polutan yang berbahaya.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa metformin dapat menjadi permasalahan lingkungan yang sulit dipulihkan jika tidak ditangani dari sekarang," katanya. "Kita harus lebih sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah polutan-polutan yang berbahaya."
Tirto.id - Penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menemukan adanya kandungan metformin, obat diabetes yang paling umum diresepkan di dunia, di sungai-sungai Jakarta. Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari BRIN, Laboratorium Kesehatan DKI Jakarta, dan dua universitas di Inggris.
Kandungan metformin yang ditemukan di Kali Angke memiliki konsentrasi yang berkisar dari 27 sampai 414 nanogram per liter (ng/L). Meskipun kadar metformin ini lebih rendah dari beberapa negara, tetapi temuan ini tidak bisa dianggap sepele karena dapat menimbulkan dampak negatif bagi organisme air maupun manusia.
Peneliti Wulan Koagouw dari BRIN mengatakan bahwa penelitian ini dimulai setelah penemuan metformin di sungai-sungai Jakarta pada tahun 2022. "Kita ingin mengetahui dampaknya bagi biota air dan juga manusia," katanya.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan metformin yang tinggi dapat menimbulkan dampak negatif bagi organisme air, seperti ikan dan mikroorganisme lainnya. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa metformin dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi air yang terkontaminasi.
Peneliti Wulan Koagouw juga mengatakan bahwa kenaikan suhu bumi dapat meningkatkan efek negatif metformin di lingkungan. "Kenaikan suhu bumi dapat membuat metformin lebih berbahaya bagi organisme air dan manusia," katanya.
Penelitian ini menunjukkan bahwa metformin yang masuk ke dalam sungai-sungai Jakarta dapat menjadi permasalahan lingkungan yang sulit dipulihkan jika tidak ditangani dari sekarang. Peneliti Wulan Koagouw mengatakan bahwa penelitian ini memperkuat kesadaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah polutan-polutan yang berbahaya.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa metformin dapat menjadi permasalahan lingkungan yang sulit dipulihkan jika tidak ditangani dari sekarang," katanya. "Kita harus lebih sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah polutan-polutan yang berbahaya."