Penduduk Miskin RI Capai 23,36 Juta Orang per September 2025

Penduduk Miskin RI Capai 23,36 Juta Orang, Penurunan 0,49 Persen Basis Poin

Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 490 ribu orang berhasil keluar dari kemiskinan di Indonesia pada periode Maret hingga September 2025. Jumlah penduduk miskin mencapai 23,36 juta orang, atau 8,25 persen dari total penduduk.

Menurut Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, penurunan ini melanjutkan tren penurunan kemiskinan nasional yang telah berlangsung sejak 2021. "Atau secara persentase, maka tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2025 mencapai 8,25 persen atau turun sebesar 0,22 persen basis point dibandingkan dengan Maret 2025," papar Amalia.

Tingkat kemiskinan di perdesaan masih lebih tinggi dibandingkan perkotaan, dengan 10,72 persen penduduk miskin di perdesaan dan 6,60 persen di perkotaan. Namun, penurunan kemiskinan terjadi di kedua wilayah tersebut.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) pada September 2025 tercatat menurun dibandingkan Maret 2025, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Kondisi ini menunjukkan rata-rata jarak pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin menyempit.

Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di wilayah perkotaan relatif stagnan, sedangkan di perdesaan mengalami penurunan. "Indeks Kedalaman Kemiskinan P1 dan Indeks Keparahan Kemiskinan P2 pada bulan September 2025 mengalami penurunan dibandingkan dengan Maret 2025," jelas Amalia.

Garis kemiskinan perlu dipahami dalam konteks rumah tangga, dan pada September 2025, rata-rata satu rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,76 anggota rumah tangga. Dengan garis kemiskinan nasional sebesar Rp641.443 per kapita per bulan, maka setara dengan sekitar Rp3,05 juta per rumah tangga miskin per bulan.

Penurunan kemiskinan terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, dengan penurunan paling besar tercatat di wilayah Maluku dan Papua. "Jika dibandingkan Maret 2025, penurunan tingkat kemiskinan terjadi di semua wilayah di Indonesia," papar Amalia.
 
🀝🌎 Masyarakat miskin RI masih banyakπŸ“Š 23,36 juta orangπŸ‘₯ tapi penurunan 0,49%πŸ“ˆ sudah adaπŸ™. Saya berharap ini bisa membuat perubahan besarπŸ’ͺ🏽. Rata-rata satu rumah tangga miskin di Indonesia memiliki anggota keluarga 4,76 orang🀯. Belum cukupπŸ‘Ž tapi langkah kecil ini sudah bagusπŸ™Œ.

Kita harus terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraanπŸ₯° seluruh rakyat RI. Kita harus bersatuπŸ’• dan bekerja samaπŸ’ͺ untuk mencapai tujuan ini. 🌈
 
Aku nih pikir apa yang salah dengan kita orang miskin? Kita serasa harus selalu berlatih untuk "bangun dari ketinggian" tapi tidak ada uang sama sekali πŸ€·β€β™‚οΈ. Saya bayangin apakah jika kita diizinkan 1 juta rupiah per bulan, apa yang bisa kita lakukan? Mungkin kita bisa membeli nasi goreng yang lebih enak atau mungkin beli pulpen favorit kita. Aku pikir itu sudahlah wajar banget 🀣.
 
Aku pikir 490 ribu orang yang keluar dari kemiskinan itu bukannya angka kecil banget? Tapi aku juga pikir 23,36 juta orang masih banyak, kan? Aku rasa penurunan 0,49 persen masih bisa dibayangkan, tapi aku juga tidak yakin apakah itu benar-benar ada perubahan. Aku bilang, apa karna yang dibangun oleh pemerintah itu nyaman banget atau apa?
 
Maksudnya gak ada yang bisa dibicarakan lagi tentang kemiskinan di RI ya 😊. Penurunan ini sangat bagus dan tentu membuat kita merasa bangga banget! πŸ‘ Selama ini Indonesia selalu menjadi contoh negara dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, tapi sekarang kita sudah bisa melihat perubahan positif πŸ”„. Bisa dikatakan bahwa pemerintah berhasil mengimplementasikan beberapa program sosial yang efektif πŸ’ͺ. Namun, masih banyak hal yang perlu diperbaiki, seperti akses ke pendidikan dan kesehatan untuk semua lapisan masyarakat πŸ“šπŸ₯. Aku berharap agar penurunan kemiskinan ini bisa terus berlanjut dan membawa dampak positif bagi generasi mendatang πŸ‘«! #KemiskinanDiIndonesia #PenurunanKemiskinan #PerubahanPositif 🌈
 
Sudah waktunya kita fokus pada hal positif, yach! Penduduk miskin di Indonesia masih banyak banget, tapi penurunan yang ada adalah penurunan yang harus dinikmati 🀩. Masih banyak pekerja keras di luar sana yang berjuang untuk hidup nyaman. Aku rasa pemerintah sudah konsisten dalam memberikan program-program bantuan sosial dan ekonomi, tapi masih banyak upaya yang perlu dilakukan nanti, seperti meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan vokasi πŸ“šπŸ’Ό.
 
Hei bro! πŸ€” Masuk akal ya, penurunan tingkat kemiskinan nasional yang tercatat 0,49 persen dalam waktu empat tahun bukanlah hal yang mengejutkan. Sejak 2021, kita udah lihat perubahan yang signifikan di situasi ekonomi masyarakat Indonesia πŸ“ˆ.

Tapi, aku rasa masih ada hal yang perlu diatasi, yaitu jumlah penduduk miskin yang masih sangat tinggi! πŸ€• Seperti kamu katakan, bro, 23,36 juta orang masih dalam kemiskinan. Makanya, kita butuh program-program yang lebih efektif untuk membantu mereka naik dari kemiskinan itu. πŸ’‘

Sampai sekarang, kondisi hidup mereka masih sangat berat. Mereka harus bekerja keras dan tidak ada kepastian hasilnya. 😩 Jadi, kita harus terus mengejar agar penurunan tingkat kemiskinan ini bisa menjadi lebih cepat dan signifikan dalam waktu dekat πŸ”₯.

Kita butuh kerja sama yang lebih baik dari pemerintah, organisasi-organisasi sosial, serta masyarakat sipil untuk menciptakan perubahan yang positif ini. πŸ’ͺ
 
kembali
Top