Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun
Benny Indra Ardhianto, Wakil Bupati Klaten yang baru-baru ini meninggal dunia di usia 33 tahun. Pihak keluarga dan pemerintah setempat masih menunggu konfirmasi dari otoritas kesehatan terkait hal ini.
Benny Indra Ardhianto Lahir Di Klaten
Benny Indra Ardhianto yang meninggal dunia, lahir di Klaten pada tanggal 14 April 1992. Ia memulai pendidikannya di SD Negeri 1 Delanggu (1998-2004) kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Delanggu (2004-2007). Setelah itu, ia mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Klaten (2007-2010), salah satu sekolah menengah atas yang paling bergengsi di daerah tersebut.
Benny Indra Ardhianto Berkarir di Universitas Gadjah Mada
Setelah lulus SMA, Benny Indra Ardhianto melanjutkan pendidikannya ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Di sana, ia mengambil jurusan ekonomi dan berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) pada tahun 2015. Pada tahun 2019, ia resmi menyandang gelar Magister Manajemen (M.B.A.) dari UGM.
Benny Indra Ardhianto Bergabung dengan Partai Gerindra
Sebelum terjun ke dunia politik praktis, Benny Indra Ardhianto lebih dulu dikenal sebagai pengusaha muda. Ia memiliki bisnis di sektor energi dan kuliner. Beberapa posisi strategis yang pernah ia jabat antara lain: Presiden Direktur PT Benny Putra Mandiri, Pendiri Arena Kuliner Delanggu, dan Central Oli dan Motor Delanggu.
Benny Indra Ardhianto Menjadi Wakil Bupati Klaten
Pada Pilkada Klaten 2024, Benny Indra Ardhianto maju sebagai calon Wakil Bupati mendampingi Hamenang Wajar Ismoyo. Pasangan ini berhasil meraih 395.092 suara atau sekitar 52,63 persen suara sah. Mereka dilantik secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025.
Kiprah Politik Benny Indra Ardhianto
Selama masa jabatannya yang singkat, Benny Indra Ardhianto dikenal sangat fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan digitalisasi UMKM di Klaten. Ia juga dipercaya menjabat sebagai Ketua KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) Klaten periode 2025-2030, memperkuat sinergi antara alumni perguruan tinggi dengan pembangunan daerah.
Benny Indra Ardhianto, Wakil Bupati Klaten yang baru-baru ini meninggal dunia di usia 33 tahun. Pihak keluarga dan pemerintah setempat masih menunggu konfirmasi dari otoritas kesehatan terkait hal ini.
Benny Indra Ardhianto Lahir Di Klaten
Benny Indra Ardhianto yang meninggal dunia, lahir di Klaten pada tanggal 14 April 1992. Ia memulai pendidikannya di SD Negeri 1 Delanggu (1998-2004) kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Delanggu (2004-2007). Setelah itu, ia mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Klaten (2007-2010), salah satu sekolah menengah atas yang paling bergengsi di daerah tersebut.
Benny Indra Ardhianto Berkarir di Universitas Gadjah Mada
Setelah lulus SMA, Benny Indra Ardhianto melanjutkan pendidikannya ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Di sana, ia mengambil jurusan ekonomi dan berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) pada tahun 2015. Pada tahun 2019, ia resmi menyandang gelar Magister Manajemen (M.B.A.) dari UGM.
Benny Indra Ardhianto Bergabung dengan Partai Gerindra
Sebelum terjun ke dunia politik praktis, Benny Indra Ardhianto lebih dulu dikenal sebagai pengusaha muda. Ia memiliki bisnis di sektor energi dan kuliner. Beberapa posisi strategis yang pernah ia jabat antara lain: Presiden Direktur PT Benny Putra Mandiri, Pendiri Arena Kuliner Delanggu, dan Central Oli dan Motor Delanggu.
Benny Indra Ardhianto Menjadi Wakil Bupati Klaten
Pada Pilkada Klaten 2024, Benny Indra Ardhianto maju sebagai calon Wakil Bupati mendampingi Hamenang Wajar Ismoyo. Pasangan ini berhasil meraih 395.092 suara atau sekitar 52,63 persen suara sah. Mereka dilantik secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025.
Kiprah Politik Benny Indra Ardhianto
Selama masa jabatannya yang singkat, Benny Indra Ardhianto dikenal sangat fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan digitalisasi UMKM di Klaten. Ia juga dipercaya menjabat sebagai Ketua KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) Klaten periode 2025-2030, memperkuat sinergi antara alumni perguruan tinggi dengan pembangunan daerah.