Haviez Ammar, seorang seniman berkebangsaan Indonesia, kembali mempersembahkan pameran tunggalnya di Clove Hotel Bandung. Pameran yang bertajuk "Awakened Body: Gorejat Raga" ini, menurut kurator Wildan F. Akbar, merupakan ekspresi kesadaran dari ujung pensil Ammar yang sedang menggelisah mencari makna di balik raga.
Dalam pameran ini, Ammar memilih untuk menggunakan media pensil sebagai alat ekspresinya. Ia menggambar bagian tubuh secara utuh, namun menyamarkan bagian kepala dan wajah. Meskipun demikian, karya-karyanya tidak hanya terbatas pada gambar-gambar yang indah, melainkan juga merupakan cara untuk mendekonstruksi ikonografi dari reog Ponorogo.
Ammar sendiri mengatakan bahwa karyanya ini merupakan refleksi tentang perjalanan hidup manusia. Pengalaman hidupnya di Ponorogo mempengaruhi ide-ide karyanya, dan kini ia bermukim di Bandung untuk melanjutkan karir senimannya.
Pameran Haviez Ammar ini tidak hanya merupakan presentasi karya-karyanya, tetapi juga sebagai cara untuk menunjukkan perjalanan hidup dan pengalaman kesadaran spiritual manusia. Rencana setelah pameran di Bandung adalah untuk melanjutkan ke Bali, serta mengikuti beberapa pameran bersama lainnya.
Dalam konteks ini, pameran Haviez Ammar menjadi sarana untuk mengeksplorasi tema-tema yang relevan dengan kesadaran spiritual dan perjalanan hidup manusia.
Dalam pameran ini, Ammar memilih untuk menggunakan media pensil sebagai alat ekspresinya. Ia menggambar bagian tubuh secara utuh, namun menyamarkan bagian kepala dan wajah. Meskipun demikian, karya-karyanya tidak hanya terbatas pada gambar-gambar yang indah, melainkan juga merupakan cara untuk mendekonstruksi ikonografi dari reog Ponorogo.
Ammar sendiri mengatakan bahwa karyanya ini merupakan refleksi tentang perjalanan hidup manusia. Pengalaman hidupnya di Ponorogo mempengaruhi ide-ide karyanya, dan kini ia bermukim di Bandung untuk melanjutkan karir senimannya.
Pameran Haviez Ammar ini tidak hanya merupakan presentasi karya-karyanya, tetapi juga sebagai cara untuk menunjukkan perjalanan hidup dan pengalaman kesadaran spiritual manusia. Rencana setelah pameran di Bandung adalah untuk melanjutkan ke Bali, serta mengikuti beberapa pameran bersama lainnya.
Dalam konteks ini, pameran Haviez Ammar menjadi sarana untuk mengeksplorasi tema-tema yang relevan dengan kesadaran spiritual dan perjalanan hidup manusia.