Bangunan bersejarah di Surabaya yang pernah menjadi markas Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) dan tempat Bung Tomo menyebarkan semangat juang, kini telah menjadi kenangan. Lokasi yang dulu menyerupai bentuk aslinya sudah tidak dapat dilihat lagi karena pembongkaran pada tahun 2016.
Bekas Rumah Radio Bung Tomo di Jalan Mawar Nomor 10, Surabaya, kini hanya tersisa atap dan bagian atas bangunan yang menempati lokasi tersebut. Penanda sejarah seperti nomor rumah dan plakat cagar budaya tidak dapat dilihat lagi.
Bangunan tersebut pernah menjadi sasaran serangan penjajah pada masa perjuangan, tetapi akhirnya berhasil selamat karena bom dan peluru meleset. Namun, di masa depan, bangunan ini dibongkar dan dipastikan telah rata dengan tanah.
Presiden Prabowo Subianto sempat mempertanyakan keberadaan stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) atau Rumah Radio Bung Tomo saat pertempuran 10 November. Sekarang, bangunan bersejarah tersebut tinggal kenangan yang terus dipertahankan oleh masyarakat setempat.
Bekas Rumah Radio Bung Tomo di Jalan Mawar Nomor 10, Surabaya, kini hanya tersisa atap dan bagian atas bangunan yang menempati lokasi tersebut. Penanda sejarah seperti nomor rumah dan plakat cagar budaya tidak dapat dilihat lagi.
Bangunan tersebut pernah menjadi sasaran serangan penjajah pada masa perjuangan, tetapi akhirnya berhasil selamat karena bom dan peluru meleset. Namun, di masa depan, bangunan ini dibongkar dan dipastikan telah rata dengan tanah.
Presiden Prabowo Subianto sempat mempertanyakan keberadaan stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) atau Rumah Radio Bung Tomo saat pertempuran 10 November. Sekarang, bangunan bersejarah tersebut tinggal kenangan yang terus dipertahankan oleh masyarakat setempat.