Kerusakan Lingkungan, Pelanggaran Tata Ruang Duga Pemicu Bencana Alam di Bandung. Pemprov Jabar Siap Tindak
Wagub Erwan Setiawan mengatakan pembentukan tim untuk menyelidiki perizinan bangunan di Kawasan Bandung Utara yang diduga menjadi pemicu longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. "Kita akan cek perizinannya dan juga peruntukannya" ujar Erwan.
Pemprov Jabar berencana melakukan reboisasi dengan menanam pohon-pohon keras di kawasan hutan dan area lembah untuk menginvestigasi perizinan, perizinan yang ada di kawasan Bandung Utara, di antaranya Bandung Barat. "Kalau memang tidak sesuai, kita akan segera tindak, kita bongkar," sambungnya.
Pelapukan lanjut pada batuan vulkanik ini menurunkan kuat geser tanah secara drastis. Situasi diperparah oleh keberadaan struktur geologi berupa sesar dan rekahan berarah barat laut-tenggara.
Faktor pemicu utama yang tak terelakkan adalah curah hujan tinggi. Infiltrasi air hujan yang intensif ke dalam lapisan tanah pelapukan menyebabkan peningkatan tekanan air pori (pore water pressure) yang signifikan.
Ketika tekanan air ini meningkat, daya ikat (kohesi) tanah melemah. Pada saat gaya pendorong lereng melebihi gaya penahan, terjadi pergerakan massa tanah dan batuan mengikuti bidang gelincir yang berkembang pada zona lemah.
Dalam beberapa hari terakhir ini, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 38 jenazah korban longsor di Kecamatan Cisarua. "Jumlah korban yang berhasil dievakuasi hari ini sebanyak sembilan jenazah hingga 18.30 WIB," kata Ade Dian, Kepala Kantor SAR Bandung.
Pihaknya akan kembali melanjutkan proses pencarian dan evakuasi korban longsor Cisarua dengan mengerahkan personel gabungan serta 12 alat berat pada esok hari di sejumlah titik terdampak. "Tadi kita sudah mendapatkan tiga bantuan alat berat, sehingga untuk pencarian selanjutnya kita dapat mengerahkan 12 unit alat berat," ujarnya.
Sementara itu Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jabar Kombes Pol. La Ode Aries El Fathar menyampaikan sebanyak 20 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi dan proses lainnya masih terus berlangsung oleh aparat kepolisian.
Wagub Erwan Setiawan mengatakan pembentukan tim untuk menyelidiki perizinan bangunan di Kawasan Bandung Utara yang diduga menjadi pemicu longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. "Kita akan cek perizinannya dan juga peruntukannya" ujar Erwan.
Pemprov Jabar berencana melakukan reboisasi dengan menanam pohon-pohon keras di kawasan hutan dan area lembah untuk menginvestigasi perizinan, perizinan yang ada di kawasan Bandung Utara, di antaranya Bandung Barat. "Kalau memang tidak sesuai, kita akan segera tindak, kita bongkar," sambungnya.
Pelapukan lanjut pada batuan vulkanik ini menurunkan kuat geser tanah secara drastis. Situasi diperparah oleh keberadaan struktur geologi berupa sesar dan rekahan berarah barat laut-tenggara.
Faktor pemicu utama yang tak terelakkan adalah curah hujan tinggi. Infiltrasi air hujan yang intensif ke dalam lapisan tanah pelapukan menyebabkan peningkatan tekanan air pori (pore water pressure) yang signifikan.
Ketika tekanan air ini meningkat, daya ikat (kohesi) tanah melemah. Pada saat gaya pendorong lereng melebihi gaya penahan, terjadi pergerakan massa tanah dan batuan mengikuti bidang gelincir yang berkembang pada zona lemah.
Dalam beberapa hari terakhir ini, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 38 jenazah korban longsor di Kecamatan Cisarua. "Jumlah korban yang berhasil dievakuasi hari ini sebanyak sembilan jenazah hingga 18.30 WIB," kata Ade Dian, Kepala Kantor SAR Bandung.
Pihaknya akan kembali melanjutkan proses pencarian dan evakuasi korban longsor Cisarua dengan mengerahkan personel gabungan serta 12 alat berat pada esok hari di sejumlah titik terdampak. "Tadi kita sudah mendapatkan tiga bantuan alat berat, sehingga untuk pencarian selanjutnya kita dapat mengerahkan 12 unit alat berat," ujarnya.
Sementara itu Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jabar Kombes Pol. La Ode Aries El Fathar menyampaikan sebanyak 20 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi dan proses lainnya masih terus berlangsung oleh aparat kepolisian.