Pemprov DKI Jakarta Siapkan Rp100 Miliar untuk Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk pembongkaran tiang monorel yang berada di Jalan HR Rasuna Said. Anggaran ini tidak hanya untuk pembongkaran tiang monorel, tetapi juga penataan ulang jalan dan trotoar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said sisi timur.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan bahwa anggaran pembongkaran ini akan digunakan untuk melakukan penataan ulang jalan dan trotoar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said sisi timur. "Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya," ujar Heru.
Totalnya semua sekitar Rp100 miliar, tambah dia. Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2026.
Heru menjelaskan bahwa penataan akan berfokus di Jalan Rasuna Said sisi timur yang selama ini terkendala karena adanya tiang monorel. Setelah tiang monorel dibongkar, Pemprov DKI berencana langsung melakukan penataan ulang pada trotoar dan jalan. Tata jalan tersebut akan disamakan dengan Rasuna Said sisi barat.
"Makanya kan kita rapikan jalannya, yang Jalan Rasuna Said sisi timur, jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata," ujar Heru. Adapun, nantinya pemisahan jalur cepat dan jalur lambat di Jalan HR Rasuna Said sisi timur akan dihilangkan.
"Sementara itu terkait dengan status aset, Heru mengatakan untuk tiang dan bangunan ialah aset PT Adhi Karya sedangkan tanahnya ialah aset Pemprov DKI Jakarta," katanya. Kalau tiangnya kita bongkar, kita kembalikan ke Adhi Karya tiangnya.
Pembongkaran tiang monorel mangkrak tersebut rencananya akan dilakukan Rabu (14/1) pekan depan. Heru mengatakan ada 98 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said yang akan dibongkar bertahap. Ia memastikan tidak ada penutupan jalan selama proses pembongkaran berlangsung karena pembongkaran tersebut hanya akan memanfaatkan jalur lambat.
"Agak terganggu sedikit ya karena kita pakai jalur lambat, tapi jalur cepat kita buka semua full, enggak ada masalah," ujar dia. Proses pembongkaran tiang monorel akan dilaksanakan pada malam hari guna menghindari kepadatan lalu lintas.
"Kalau pembongkaran kita upayakan malam hari supaya tidak mengganggu," tuturnya.
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk pembongkaran tiang monorel yang berada di Jalan HR Rasuna Said. Anggaran ini tidak hanya untuk pembongkaran tiang monorel, tetapi juga penataan ulang jalan dan trotoar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said sisi timur.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan bahwa anggaran pembongkaran ini akan digunakan untuk melakukan penataan ulang jalan dan trotoar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said sisi timur. "Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya," ujar Heru.
Totalnya semua sekitar Rp100 miliar, tambah dia. Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2026.
Heru menjelaskan bahwa penataan akan berfokus di Jalan Rasuna Said sisi timur yang selama ini terkendala karena adanya tiang monorel. Setelah tiang monorel dibongkar, Pemprov DKI berencana langsung melakukan penataan ulang pada trotoar dan jalan. Tata jalan tersebut akan disamakan dengan Rasuna Said sisi barat.
"Makanya kan kita rapikan jalannya, yang Jalan Rasuna Said sisi timur, jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata," ujar Heru. Adapun, nantinya pemisahan jalur cepat dan jalur lambat di Jalan HR Rasuna Said sisi timur akan dihilangkan.
"Sementara itu terkait dengan status aset, Heru mengatakan untuk tiang dan bangunan ialah aset PT Adhi Karya sedangkan tanahnya ialah aset Pemprov DKI Jakarta," katanya. Kalau tiangnya kita bongkar, kita kembalikan ke Adhi Karya tiangnya.
Pembongkaran tiang monorel mangkrak tersebut rencananya akan dilakukan Rabu (14/1) pekan depan. Heru mengatakan ada 98 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said yang akan dibongkar bertahap. Ia memastikan tidak ada penutupan jalan selama proses pembongkaran berlangsung karena pembongkaran tersebut hanya akan memanfaatkan jalur lambat.
"Agak terganggu sedikit ya karena kita pakai jalur lambat, tapi jalur cepat kita buka semua full, enggak ada masalah," ujar dia. Proses pembongkaran tiang monorel akan dilaksanakan pada malam hari guna menghindari kepadatan lalu lintas.
"Kalau pembongkaran kita upayakan malam hari supaya tidak mengganggu," tuturnya.