Pemprov DKI Evaluasi Izin Party Station Lenteng Agung

Pemprov DKI mengajukan evaluasi ulang perizinan Party Station Lenteng Agung di Kartika One Hotel, Jakarta Selatan. Tempat hiburan malam itu mendapat penolakan dari warga Kampung Sawah yang merasa tempat tersebut jadi sumber maksiat dan merusak nilai-nilai kearifan lokal.

Dalam rapat koordinasi internal, Pemprov DKI menindaklanjuti penolakan keras warga. "Saat ini, kami sedang melakukan evaluasi ulang izin yang ada untuk memastikan tidak melanggar aturan zonasi dan norma lingkungan," kata Chico Hakim, staf khusus gubernur dan wakil gubernur Jakarta.

Pemprov DKI menghormati aspirasi masyarakat serta nilai-nilai kearifan lokal. Mereka akan memprioritaskan keamanan dan ketenteraman masyarakat di lokasi tersebut.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma, sudah bersiaga untuk mengamankan demonstrasi pada malam hari tepatnya jam buka operasi Party Station. Warga Kampung Sawah juga mengancam akan kembali menggelar aksi demo yang lebih besar jika tidak segera menutup Party Station Kartika One Hotel.

Wakil Ketua RW 02 Kampung Sawah, Achmad Fauzi, mengatakan warga turun ke jalan karena mengetahui bahwa kampung lahirnya sudah dijadikan sebagai tempat maksiat. "Kalau bisa tutup. Jika tidak warga tidak akan segan-segan untuk besok turun melakukan aksi unjuk rasa lagi," katanya.

Pemprov DKI akan mengutamakan keamanan dan ketenteraman masyarakat di lokasi tersebut.
 
Aku pikir kalau pemerintah daerah Jakarta pasti sudah penasaran dengan cara warga Kampung Sawah bisa begitu marah tentang Party Station Lenteng Agung itu 🤔. Aku bayangkan jika orang tuaku di situasi sama, aku akan sangat kecewa juga. Maksat itu kalau terus berlanjut lagi pasti akan membuat banyak orang jadi tidak nyaman nih 😒. Aku setuju dengar pemerintah daerah ingin memastikan keamanan dan ketenteraman masyarakat, tapi aku pikir penting juga untuk mendengarkan pendapat dari warga yang merasa terkena dampaknya 🗣️.
 
Bisa jadi tempat hiburan malam itu seharusnya diletakkan prioritas ke ketenteraman dan keamanan warga, bukan hanya pelayanan wisatawan. Gua pikir kalau Pemprov DKI punya sumber daya yang cukup untuk melihat kepentingan warga setempat ya, terutama jika aksi unjuk rasa sudah dijadikan rutinitas.
 
Bisa jadi kalau Pemprov DKI ini nanti udah terlalu sulit untuk mengatur Party Station Lenteng Agung, kan? Saya rasa lebih baik jika ada konsultasi yang lebih serius dulu dengan warga Kampung Sawah sebelum memutuskan apapun. Tapi sih, aku juga paham kalau tempat hiburan malam itu pasti bisa jadi sumber masalah bagi masyarakat di sekitarnya 🤷‍♂️. Mungkin kalau ada langkahs yang tepat, gak perlu aksi demo lagi, kan? Dan apa sih dengan keamanan yang diteguhi oleh Kapolsek Jagakarsa? Bagaimana kalau ada konsultasi yang lebih serius antara warga dan Pemprov DKI? 🤔
 
Maksat di Jakarta malah mengejar keselamatan warga! Wah, kalau gak ada opini dari orang-orang yang nggak mau maksiat, aja siapa pun bisa buka party sambil mengabaikan masalahnya. Warga Kampung Sawah, kamu benar-benar berani turun ke jalan, tapi gini kan, malam hari masih banyak sekali yang mau liburan nih!
 
Saya rasa kan sedang ada isu yang penting banget dengan Party Station Lenteng Agung itu... Warga Kampung Sawah benar-benar peduli dengan keadaan tempat hiburan malam itu dan merasa sangat terkena dampaknya. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka ketika melihat tempat yang dianggap sebagai sumber maksiat dan merusak nilai-nilai kearifan lokal. Pemprov DKI kan benar-benar menghormati aspirasi masyarakat, itulah yang penting. Kita harap bisa menemukan solusi yang aman dan nyaman bagi semua pihak 🤗💕
 
gue kira apa yang salah dengan party station kayak gini? kalau orangnya mau tutup, kenapa harus ngerusak nilai-nilai kearifan lokal sama aja? maksudnya gimana kalau setiap tempat hiburan malam itu harus memikirkan bagaimana merespon kebutuhan masyarakat sekitarnya ya? warga Kampung Sawah dijamin tidak senang, tapi apa yang salah dengan itu? wajib ada alternatif bukan?
 
Maksat itu kayak apa kalo ada orang yang bikin kesenangan di malam hari? Warga Kampung Sawah apa-apa juga penting, tapi waduh gini kalau mereka tidak suka kayaknya harus tutup juga ya Party Station? Saya pikir Jakarta Selatan udah jadi tempat yang nyaman banget, kenapa lagi ada kesenangan yang dibatasi? Warga bisa ngobrol santai aja di rumah atau cafe, bukan harus ke sana-sini cari kesenangan di malam hari.
 
Aku pikir kayaknya Pemprov DKI harus paham apa yang terjadi di Kampung Sawah itu, kalau gak ada masalah pasti gak ada solusi... Warga Kampung Sawah benar-benar kecewa dan sedih karena tempat-tempat hiburan malam seperti Party Station Lenteng Agung ini jadi sumber maksiat. Aku rasa pemerintah harus bisa menemukan cara agar bisa menjaga nilai-nilai kearifan lokal itu, bukan hanya fokus pada pendapatan...
 
Apa lagi tempat hiburan malam yang bikin masalah di Jakarta nih 🤦‍♂️. Saya rasa ini bukan soal kearifan lokal, tapi kebiasaan masing-masing orang ya. Kalau mereka tidak suka dengan Party Station itu, jangan buat aksi demo dan kiri kanan di depan tempat itu. Mereka bisa banget berbohong, tapi hasilnya pasti sama, yaitu masalah 🤷‍♂️.
 
Perizinan Party Station Lenteng Agung itu apa-apa tidak ada masalah kalau warga setuju dulu 🤔. Tapi kalau warga sudah sengaja menolak, maka Pemprov DKI pun harus memikirkan kembali. Maksat itu bukan cuma masalah warga, tapi juga bagian dari masyarakat yang harus dihormati.
 
Gue pikir Pemprov DKI itu benar-benar peduli dengan warga! Kalau warga Kampung Sawah itu merasa Party Station Lenteng Agung itu menjadi sumber maksiat, maka Pemprov DKI harus memperhatikan. Gue senang banget bisa lihat mereka tidak ingin tempat hiburan malam ini jadi tempat yang tidak baik untuk anak-anak muda.

Gue rasa keputusan Pemprov DKI itu sangat bijak. Mereka harus fokus pada keamanan dan ketenteraman masyarakat di lokasi tersebut. Kalau mereka bisa menutup Party Station Kartika One Hotel, maka warga Kampung Sawah tidak perlu khawatir lagi. Gue berharap semua yang terlibat dalam aksi demo itu bisa berdiskusi dengan tenang dan jujur tentang masalahnya.
 
Kasus ini memang bikin bingung ya... Saya pikir kalau Party Station Lenteng Agung itu apa-apa tidak salah lagi, karena warga Kampung Sawah yang berantem sini itu kayaknya terlalu cepat buat menutup tempat hiburan malam itu. Mereka harus sabar-sabaran aja, sih... Kalau gak ada yang masalah, kenapa gak jadi kegiatan di tempat itu aja?
 
ini kalau mau ke party, pasti harus ngerti kan sederhananya sih, tapi ternyata sisi lain yang juga penting yaitu nilai-nilai lokal yang tidak ada diperlakukan. sepertinya pemerintah DKI sudah mengakui hal ini dan akan mencoba lagi evaluasi izin party station itu. sayangnya, kalau warga Kampung Sawah kecemasan, aku juga paham kan? tapi kita haruskan ngerti bahwa ada batas-batas yang harus dihormati 😊.
 
🤔 Wah, apa sih yang bikin party station itu jadi sumber masalah? 🤷‍♂️ Masing-masing penduduknya punya opini sendiri ya... 🙅‍♂️ Pemprov DKI harus ngawasa terus aja. 🕵️‍♀️ Party station kayaknya harus diatur dengan baik. 🚨 Kalo warga sudah bingung, tolong jelasin dulu tentang apa yang bakal dijalani oleh party station. 🤝 Mereka juga harus memikirkan kenyamanan warga, bukan cuma peminata yang suka ngewih-eh. 🎉
 
Gue pikir si Party Station Lenteng Agung ini kayak nangka tua, bikin konflik yang berkepanjangan. Warga Kampung Sawah benar-benar kecewa dengan perizinan itu, tapi gue ragu apakah pemprov DKI bisa segera menyelesaikannya. Lihat aksi demonstrasi nanti, bakal sengit ya! 🤔💡
 
ini kayaknya kalau pemerintah Jakarta mau ngajak warga Kampung Sawah tertawa dulu, tapi gampang banget dihentikan. ayo warga lihat aja apa yang ada di Party Station Lenteng Agung itu sih, kalau bukan benda-benda nakal aja, kenapa harus tutup?
 
Habis nonton cerita ini, aku pikir Pemprov DKI benar-benar peduli dengan masalah warga Kampung Sawah. Maksat itu terus-menerus menggelorakan perdebatan dan makin serius warga yang merasa disalahkan oleh Party Station Lenteng Agung di Kartika One Hotel. Kalau gak ada penolakan keras dari warga, mau nggak keberatan siapa sih? Pemprov DKI harus prihatin apalagi kalau aksi unjuk rasa serius dari warga. Kalau mau nggak tutup Party Station, aku rasa tidak masuk akal lagi!
 
kembali
Top