Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan bahwa Pemprov DKI akan melakukan normalisasi sejumlah kali di Kali Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut karena peningkatan curah hujan. Normalisasi ini bertujuan untuk mengurangi risiko banjir dan melancarkan rehabilitasi wilayah yang terdampak.
Pramono menekankan bahwa normalisasi di Ciliwung dan Cakung Lama adalah prioritas utama karena wilayah tersebut terkena dampak langsung banjir. Selain itu, juga akan dilakukan pembersihan di sekitar kai yang sudah dibebaskan dari beban lahan.
Pemprov DKI Jakarta melakukan normalisasi bersamaan dengan pembangunan tanggul Kali Ciliwung. Pengerjaannya menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR. Gubernur Pramono juga menyatakan bahwa Pemerintah DKI akan melakukan pembukaan lahan waduk Polor di Bendung Polor Kali Angke untuk mengurangi debit air di Kali Angke ketika terjadi peningkatan curah hujan.
Anggaran normalisasi mencapai Rp132 miliar untuk pengerjaan bulan Februari 2026, namun anggaran tersebut dinamis. Gubernur Pramono juga menekankan bahwa rehabilitasi wilayah yang terdampak banjir akan dilakukan secara terstruktur dan efektif.
Pramono menekankan bahwa normalisasi di Ciliwung dan Cakung Lama adalah prioritas utama karena wilayah tersebut terkena dampak langsung banjir. Selain itu, juga akan dilakukan pembersihan di sekitar kai yang sudah dibebaskan dari beban lahan.
Pemprov DKI Jakarta melakukan normalisasi bersamaan dengan pembangunan tanggul Kali Ciliwung. Pengerjaannya menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR. Gubernur Pramono juga menyatakan bahwa Pemerintah DKI akan melakukan pembukaan lahan waduk Polor di Bendung Polor Kali Angke untuk mengurangi debit air di Kali Angke ketika terjadi peningkatan curah hujan.
Anggaran normalisasi mencapai Rp132 miliar untuk pengerjaan bulan Februari 2026, namun anggaran tersebut dinamis. Gubernur Pramono juga menekankan bahwa rehabilitasi wilayah yang terdampak banjir akan dilakukan secara terstruktur dan efektif.