Pemprov Aceh Bekerja Sama dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Mengatasi Bencana Hidrometeorologi di Aceh.
Dalam perjanjangan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh, diawali dengan pemerintah provinsi yang memberikan keputusan untuk memperpanjang pemulihan. Pemberdayaan masyarakat menjadi hal penting dalam penanggulangan bencana ini.
Gubernur Aceh, Mualem mengatakan bahwa perpanjangan status tanggap darurat di Aceh akan berlangsung selama 14 hari terhitung dari tanggal 9 sampai dengan 22 Januari 2026. Pemulaan ini ditentukan setelah pertimbangan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat serta surat menteri dalam negeri, kemeneg-pemda di 7 Januari 2026.
"Status tanggap darurat ketiga ini bukan sekadar administratif dan melainkan langkah darurat untuk mengejar ketertinggalan penanganan bencana di wilayah-wilayah yang belum tersentuh optimally," ujarnya dalam rapat di Kantor Gubernur Aceh.
Dalam perjanjangan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh, diawali dengan pemerintah provinsi yang memberikan keputusan untuk memperpanjang pemulihan. Pemberdayaan masyarakat menjadi hal penting dalam penanggulangan bencana ini.
Gubernur Aceh, Mualem mengatakan bahwa perpanjangan status tanggap darurat di Aceh akan berlangsung selama 14 hari terhitung dari tanggal 9 sampai dengan 22 Januari 2026. Pemulaan ini ditentukan setelah pertimbangan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat serta surat menteri dalam negeri, kemeneg-pemda di 7 Januari 2026.
"Status tanggap darurat ketiga ini bukan sekadar administratif dan melainkan langkah darurat untuk mengejar ketertinggalan penanganan bencana di wilayah-wilayah yang belum tersentuh optimally," ujarnya dalam rapat di Kantor Gubernur Aceh.