Pemotor Tusuk Pria gegara Ditegur Merokok di Jaksel Serahkan Diri

Di Jaksel, seorang pria ditusuk menggunakan obeng oleh pria lainnya setelah menegur karena merokok sambil berkendara. Pelaku penusukan, JA (32), ternyata menyerahkan diri sore tadi di Polsek Jagakarsa.

Menurut Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma, pelaku sudah sebelumnya ditanggapi oleh penyidik untuk menyerahkan diri. Namun, pelaku tidak mau langsung menyerah dan harus dipaksa keluarganya untuk datang ke polisi.

Kondisi lalu lintas saat itu sedang macet, tetapi yang berubah adalah mood korban. Saat itu, pelaku terlihat merokok sambil berkendara tanpa memandang kemudian mengejar korban. Dalam aksi kejutan, pelaku menusuk korban dua kali menggunakan obeng.

Penyelidikan masih sedang berlangsung di Metro Jakarta Selatan. Pihak kepolisian telah melakukan pengecekan dan belum menemukan bukti yang jelas.
 
Aku pikir kalau ini gampang banget, pihak polisi sudah bisa menangkap pelaku lama dari semalam 🤦‍♂️. Tapi ternyata pelaku masih kejar dan mengejar korban sampai akhirnya menyerah sore tadi di Polsek Jagakarsa 😒. Aku rasa ini kayaknya masalah aksesasi informasi yang salah, kalau bukan sudah ditanggapi sebelumnya, kenapa pelaku gini?

Aku pikir pihak polisi harus lebih serius dalam penyelidikan ini, karena ini gampang banget bisa berakhir parah jika korban luhur 😬. Aku harap pihak kepolisian dapat menemukan bukti yang jelas dan pelaku akan dihadapi sesuai hukum, agar tidak ada korban lagi 🙏.
 
Eh kalo lihat news ini, kalau seseorang terus-terusan narkotik di lalu lintas, kan itu sangat berbahaya! Mereka harus lebih berhati-hati, apalagi saat berkendara. Jangan biarkan emosi mengontrol tindakan mereka, karena bisa jadi korban bisa menjadi korban lain jika ganti-ganti. Sama-sama ya, kita semua harus peduli dengan keamanan di lalu lintas 😕🚗
 
ini terus aja ngerasa rasa syukur, kabar baiknya dari polisi selama ini sudah banyak banget, apalagi setelah Jokowi jadi presiden, makin banyak progres, tapi kabar gembira seperti ini masih jarang deh, aku senang dia bisa segera menyerah dan tidak ada korban yang parah. kayaknya pelaku itu kurang berani atau udah capek banget dari aksi kejurannya 😊, aku rasa kita di Metro Jakarta Selatan harus lebih peduli dengan lingkungan juga jadi macet aja bisa mencegah hal seperti ini terjadi lagi 🚗💨.
 
Ini kaget banget rasanya! Siapa ngebawa obeng di luar tempat? Mungkin pelaku itu nggak punya alasan yang baik, tapi kenapa harus menggunakan obeng sebagai senjata? Saya rasa ini bukti bahwa kekerasan bisa terjadi dalam sekolah atau di lingkungan sehari-hari. Polisi harus lebih cepat dan tepat dalam menangani kasus seperti ini agar tidak ada korban lain yang mengalami hal yang sama 😱🚨
 
ini bikin aku ingat saat-saat macet di jakarta lama, aku sanganit banget ditemani ibu aku sambil berkelana. kemudian, aku pikir obeng itu bisa digunakan untuk masalah sederhana, bukan untuk menusuk orang yang terlalu agresif. tapi, sepertinya zaman sekarang sudah jauh berbeda dari zaman lama, mungkin karena banyak sekali perubahan, dari teknologi hingga kehidupan sehari-hari. aku rasa, kita harus lebih waspada dan peduli dengan keselamatan kita sendiri dan orang lainnya, terutama saat melihat ada tindakan seperti itu di jalan.
 
Saya pikir aksi JA itu cukup serius banget, tapi apa yang dibawa obeng itu? Siapa tahu mungkin korbannya nggak sengaja melihat kaki JA, padahal lalu lintas macet juga, sih 😂. Saya rasa polisi seharusnya bisa menemukan bukti yang lebih solid dari obeng itu, kayaknya ini masih jadi kasus lain. Saya harap korbannya cepat pulih dan tidak terlambat kembali ke sekolah 🤞.
 
Gue rasa kayaknya pelaku itu kena ejekan dari korban ya, gue tidak peduli siapa dia atau apa pekerjaannya, tapi dia harusnya bisa mengontrol emosi-emosinya sebelum melakukan tindakan seperti itu 🤦‍♂️. Saya juga bingung kenapa pelakunya menyerah sore tadi, gue pikir dia udah capek sama penjajahan penyidik, tapi mungkin ada alasan lain yang lebih kompleks 💭. Gue harap kepolisian bisa menemukan bukti yang jelas dan dapatkan hukuman yang tepat bagi pelaku ini, karena hal ini sangat membahayakan keselamatan korban 🚔💪
 
Apa kebayangan itu kan? Kuda-kuda di jaksel ini, siapa lagi nanti bunuh kita aja... Maksudnya, kalau korban gak langsung menyerah, keluarganya gak punya pilihan lain buleynya aja. Itu cara polisi Jakarta Selatan. Belum ada bukti apa-apa, tapi korban gak bisa hidup kan? Nanti apa keadaannya? Polisi gak bisa ngajaknya untuk berbicara dulu, nanti apakah dia mau memberitahu apa yang terjadi sebelum itu?
 
Udah aku bayangkan si apanya kalau korban itu sudah terkena tukus obeng 2 kali aja, mantan bisa duduk nyaman di rumahnya sambil nontin masak es krim, sementara korban itu punya luka-luka yang bikin makin sakit. Kalau mau menyerah dulu sebelum dipaksa, makanya tadi pelaku harus dipaksa keluarganya, sih. Kapolsek Jagakarsa jelas-jelas bilang pelaku sudah ditanggapi sebelumnya, tapi bukannya mau langsung nanti harus dipaksa, kan? Udah capek banget lihat berita ini, toh aku malah ingat kalau di masa lalu udah banyak kasus yang serupa, tapi gampang dipikirkan juga sih...
 
Wow, siapa tahu apa yang memotivasi pelaku itu, tapi aksi kejutan seperti itulah yang tidak pernah diduga, obeng sebagai senjata? Interesting banget bagaimana mood korban berubah dari macet lalu lintas menjadi benda yang harus diselamatkan.
 
Apa kabar ini bisa terjadi di Jakarta sendiri? Ya, korban itu bisa terus duduk di samping jalan, lupa nggak cedera parah ya? Dan siapa yang bilang korban itu bisa terkena obeng dari belakang? Tapi ya, kalo kita lihat dari sudut pandang JA, dia kayaknya juga punya alasan untuk merokok sambil berkendara. Tapi apalagi, tapi... sih, aku jadi pikir, korban itu yang berbuat salah karena nggak memandang kemudian. Aku rasa kita harus lebih waspada terhadap kekerasan di jalan, tapi juga kita harus mengerti kalau orang-orang bisa terkena stres dan marah... apa lagi jika korban itu kayaknya nanti gak mau menyerah?
 
Aku rasa ini bikin aku marah banget! Si pelaku itu, JA, bisa begitu memakiin korban karena merokok sambil berkendara? Dan kemudian dia menusuk korban menggunakan obeng? Ini tidak adil sekali!

Aku pikir kepolisian di Jaksel harus lebih cepat dalam menyelidiki kasus ini. Apalagi ketika pelaku itu sudah sebelumnya ditanggapi untuk menyerahkan diri, tapi dia masih tidak mau langsung menyerah? Itu bikin aku khawatir tentang kualitas pelayanan di Jaksel.

Aku setuju bahwa kepolisian harus tetap menjaga keseimbangan dalam menyelidiki kasus-kasus ini. Tapi, pada saat-saat seperti ini, aku rasa kepolisian harus lebih cepat dalam menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang tepat. Jadi, aku harap polisi Jaksel bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan adil! 😤
 
Maksud sih siapa yang bisa mengira bahwa orang lain merokok sambil nongol kaki? Kalau aku dilihat dari perspektif pelaku, mungkin dia capek banget karena lalu lintas macet dan mau mengejek korban untuk mencari reaksi. Tapi kalau dianggap dari sudut pandang korban, itu giliran nyanggupnya juga! Aku pikir ini salah tempat, aku tahu kalau ada tempat yang aman untuk merokok diJakarta tapi itu tidak berlaku saat nongol kaki.
 
Gue rasa hal ini sangat bingung banget, si pelaku itu merokok sambil berkendara nanti mengejar korban lalu menusuknya menggunakan obeng... gue tidak bisa mengerti kenapa dia seperti itu, apalagi karena korban ternyata tidak melakukan apa2 yang salah sama sekali. Gue rasa harus ada cara lain buat menghadapi situasi seperti ini, tapi gue nggak tahu apa lagi yang bisa gue katakan, gue hanya bisa harap kepolisian bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan adil 😕
 
Lalu lintas macet lagi, tapi ini kalau ditonton dari sudut pandang JA, kan kayaknya dia capek lama tidak bisa menembus lini. Tapi gak ada salahnya, kan kita semua tahu bahwa merokok sambil berkendara adalah kebiasaan yang harus dihilangkan dari masyarakat. Saya rasa perlu ada kampanye agar orang-orang di Jakarta Selatan tidak lagi merokok sambil berkendara. Atau mungkin bisa jadi JA yang menjadi inspirasi agar kita semua berhati-hati saat berkendara.
 
Gue rasa ni kejadian aneh banget! Si pelaku itu, kan udah ditanggapi sebelumnya oleh penyidik, tapi dia masih tidak mau menyerah? Kenapa sih? Gue pikir dia malas nih... atau mungkin dia sengaja nanti bisa dipaksa berbicara dan mengakui apa yang telah dilakukan. Gue suka banget dengan cara ini di polisi, ada yang jujur, tapi gue juga pikir ini bisa bikin korban merasa tidak aman. Gue harap penyelidikan bisa selesai cepat nih...
 
Kasus ini benar-benar membuat aku bingung sih... siapa yang bilang bahwa memotong seseorang dengan obeng itu bisa dianggap sebagai cara untuk mengatur lalu lintas? Aku rasa korban tidak melakukan apa-apa kecil, tapi ternyata dihadapi oleh penyerang yang terlalu marah. Mungkin kalau ada sistem pengawasan yang baik, seperti CCTV atau patroli lebih sering, maka kasus ini bisa mencegah. Saat ini aku masih merasa tidak puas dengan cara ini, tapi aku harap korban segera pulih dan tidak ada kerusakan parah. 🤕
 
Saya setuju bahwa tindakan pelaku itu sangat tidak masuk akal, tapi bagaimana bisa dia sembarangan menusuk korban dengan obeng? Itu terlalu berisiko! Saya senang bahwa korban sudah sehat dan tidak terluka parah, tapi siapa tahu apa yang akan terjadi jika pelaku tidak ditangkap. Saya juga penasaran tentang alasan dia melakukan itu, apakah karena marah atau apa? Belum ada bukti yang jelas tentang kejahatan ini, mungkin perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut agar bisa menemukan jawaban.
 
Gue rasa kalau korban itu udah mati aja sih, si pelaku udah lama nggak pakai obeng lagi, tapi udah nyebut obeng di dalam film aja deh. Apalagi gue pikir kepolisian Jakarta sekarang udah lebih pintar, kalau tidak mau langsung menyerah kan kabari gak ada bukti apa-apa?
 
kembali
Top