Pemkot Tangsel Alihkan Pembuangan 200 Ton Sampah ke Cileungsi

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengatakan pihaknya telah menjalin kesepakatan untuk mengalihkan pembuangan 200 ton sampah per hari ke wilayah Cileungsi. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel. Pihaknya telah instruksikan seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat dan terkoordinasi.

Benyamin juga menyatakan bahwa langkah ini guna memastikan pelayanan kebersihan tetap menjadi prioritas utama demi kenyamanan masyarakat dan tidak akan melumpuhkan sistem pengelolaan sampah di wilayahnya. Ia juga menekankan bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab pemerintah sepenuhnya dan tidak akan dibebankan kepada masyarakat.

Wali Kota Tangsel juga meminta warga untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini. Ia melihat situasi ini sebagai momentum bagi Pemerintah Kota Tangsel untuk mengevaluasi sistem secara fundamental agar tidak terus bergantung pada kerja sama antar-daerah yang bersifat darurat.

Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Banten, menghentikan sementara pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke TPSA Cilowong mulai Selasa sore. Langkah ini dilakukan sembari menunggu hasil evaluasi yang akan disampaikan kepada Wali Kota Serang untuk menentukan arah kebijakan selanjutnya.
 
Gue cape nih, pihak Wali kota Tangsel benar-benar tidak mau ambil tanggung jawab sama sekali, sampe harus diintervensi oleh daerah lain. Kita nggak butuh 200 ton sampah per hari, gue rasa itu masuk akal kan? tapi siapa yang mau mengambil risiko itu, sih Wali kota Tangsel aja.
 
Gue bayangkan, di masa lalu gue hanya pernah liat sampah dibuang di tempat-tempat umum dan itu sudah pasti membuat gue merasa tidak nyaman 😓. Tapi kini gue lihat ada inisiatif dari Wali Kota Tangsel untuk mengalihkan pembuatan sampah, itu lah yang jadi perbedaan besar 🤩. Gue rasa ini adalah langkah positif dan harus di apresiasi 💯. Gue harap Wali Kota Tangerang Selatan tidak akan melewatkan evaluasi sistem pengelolaan sampah karena itu sangat penting untuk masyarakat 🙏. Dan gue yakin bahwa dengan kerja sama yang baik, kita bisa mencapai tujuan menjaga lingkungan menjadi tetap bersih dan sehat 🌿💚
 
gak percaya sih, pemerintah Tangsel terus belomengerti masalah sampah di daerahnya 🤯, 200 ton per hari kembali padam sama seperti sebelumnya, apa lagi ada tumpukan sampah di pemukiman dan ruang publik? sih harusnya ada solusi yang lebih serius bukan hanya menekankan persoalan ini kepada masyarakat aja, tapi juga harus ada langkah tegas dari pemerintah. salah satu cara bisa buat buang sampah di tempat terpisah aja, tapi sepertinya lagi-lagi Tangsel malas untuk mengambil kebijakan yang lebih serius 💔
 
aku penasaran siapa ni nih yg bertanggung jawab atas pengelolaan sampah di tangsel? apakah itu benyamin davnie juga yang harus ngajak masyarakat buat jaga sampah tidak bergantung pada kerja sama antar daerah? aku pikir kalau giliran gubernaor Banten jg harus ngambil kebijakan yang tepat buat mengelola sampah di TPSA cilowong. aku juga ingin tahu siapa ni nih yg benar-benar bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan akibat sampah?
 
Sampah buat apa lagi di Cileungsi 🤯! Benyamin Davnie kayaknya udah ngejar sampah yang keluar dari Tangsel, tapi kan sampah itu masih ada banyak aja di mana-mana... Biar mantap aja, wajar kalau TPSA Cilowong juga meminta jeda pengiriman. Mungkin bisa dibilang kebijakan ini bagus, jadi gak terjadi kerumunan di Tangsel lagi. Warga yang terkena dampak harus sabar aja, nggak usah panik.
 
gak perlu khawatir sampe hari ini, wali kota Tangsel udah banget nyo ngatur sistem pengelolaan sampah, nanti gak ada tumpukan di pemukiman, dan mereka juga instruksikan jajaran apa-apa yang terjadi harus cepat dan terkoordinasi 🙌. tapi, kalau dari sudut pandang saya, aku pikir ini langkah yang wajar banget, sampah udah jadi masalah besar sama masyarakat, jadi pemerintah udah mulai ambil tindakan 💡.
 
kembali
Top