Pemkot Surabaya Terbitkan Surat Edaran Waspada Super Flu
Menteri Kesehatan (Menkes) RI dan Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan surat edaran tentang penularan super flu di Jawa Timur. Menurut Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, ini merupakan langkah kesiapsiagaan untuk mencegah penyebaran penyakit.
Super flu disebabkan oleh virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang memiliki tingkat penularan lebih cepat dan berpotensi menimbulkan gejala klinis lebih berat dibandingkan influenza musiman. Gejala klinis infeksi virus tersebut umumnya muncul secara mendadak dengan demam tinggi hingga 39-41 derajat celsius, nyeri otot dan sendi yang hebat, rasa lemas yang signifikan, sakit kepala berat yang mengganggu konsentrasi, serta gangguan saluran pernapasan seperti nyeri tenggorokan dan batuk kering.
"Interaksi sehari-hari yang tampak sederhana bisa menjadi jalur penularan jika kewaspadaan diabaikan," kata Lilik Arijanto. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin juga menekankan pentingnya imunitas tubuh sebagai pertahanan utama.
Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah, tempat kerja, maupun ruang publik. Penggunaan masker di area kerumunan, penerapan etika batuk dan bersin, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah sederhana namun efektif.
Bagi warga yang mengalami gejala influenza, kami minta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Menteri Kesehatan (Menkes) RI dan Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan surat edaran tentang penularan super flu di Jawa Timur. Menurut Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, ini merupakan langkah kesiapsiagaan untuk mencegah penyebaran penyakit.
Super flu disebabkan oleh virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang memiliki tingkat penularan lebih cepat dan berpotensi menimbulkan gejala klinis lebih berat dibandingkan influenza musiman. Gejala klinis infeksi virus tersebut umumnya muncul secara mendadak dengan demam tinggi hingga 39-41 derajat celsius, nyeri otot dan sendi yang hebat, rasa lemas yang signifikan, sakit kepala berat yang mengganggu konsentrasi, serta gangguan saluran pernapasan seperti nyeri tenggorokan dan batuk kering.
"Interaksi sehari-hari yang tampak sederhana bisa menjadi jalur penularan jika kewaspadaan diabaikan," kata Lilik Arijanto. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin juga menekankan pentingnya imunitas tubuh sebagai pertahanan utama.
Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah, tempat kerja, maupun ruang publik. Penggunaan masker di area kerumunan, penerapan etika batuk dan bersin, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah sederhana namun efektif.
Bagi warga yang mengalami gejala influenza, kami minta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga kesehatan.