Pemkot Batam terus menegaskan pentingnya keamanan siber di era transformasi digital pemerintahan. Forum Freedom250 Tech Talk di Auditorium Politeknik Negeri Batam, kemarin malam, membahas tentang penguatan sistem keamanan siber sebagai bagian dari upaya memastikan layanan publik berbasis digital berjalan aman dan andal.
Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, keamanan siber memiliki peran krusial dalam menjaga kepercayaan publik terhadap layanan digital pemerintah. Pemkot Batam membutuhkan sistem perlindungan data yang kuat dan berkelanjutan karena menjadi kawasan strategis dan pusat investasi internasional.
Dalam upaya ini, Pemkot Batam mengajukan kolaborasi pentahelix sebagai kunci dalam membangun ketahanan siber yang menyeluruh. Hal ini diperlukan untuk menghadapi tantangan digital yang terus berkembang dan meningkatnya ancaman siber global.
Sementara itu, Politeknik Negeri Batam menandatangani nota kesepahaman dengan Wiraraja GESEIP untuk pengembangan talenta digital. Program ini meliputi magang, beasiswa, serta riset terapan yang berfokus pada hilirisasi teknologi, semikonduktor, dan energi terbarukan.
Kepala Balai Deteksi Sinyal BSSN Batam juga menekankan pentingnya penguatan sistem deteksi dini dalam menghadapi meningkatnya ancaman siber global. Kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dianggap sebagai faktor utama dalam menjaga stabilitas keamanan informasi.
Dengan demikian, Pemkot Batam berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini diharapkan dapat membantu membangun masa depan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Batam dan Indonesia secara umum.
Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, keamanan siber memiliki peran krusial dalam menjaga kepercayaan publik terhadap layanan digital pemerintah. Pemkot Batam membutuhkan sistem perlindungan data yang kuat dan berkelanjutan karena menjadi kawasan strategis dan pusat investasi internasional.
Dalam upaya ini, Pemkot Batam mengajukan kolaborasi pentahelix sebagai kunci dalam membangun ketahanan siber yang menyeluruh. Hal ini diperlukan untuk menghadapi tantangan digital yang terus berkembang dan meningkatnya ancaman siber global.
Sementara itu, Politeknik Negeri Batam menandatangani nota kesepahaman dengan Wiraraja GESEIP untuk pengembangan talenta digital. Program ini meliputi magang, beasiswa, serta riset terapan yang berfokus pada hilirisasi teknologi, semikonduktor, dan energi terbarukan.
Kepala Balai Deteksi Sinyal BSSN Batam juga menekankan pentingnya penguatan sistem deteksi dini dalam menghadapi meningkatnya ancaman siber global. Kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dianggap sebagai faktor utama dalam menjaga stabilitas keamanan informasi.
Dengan demikian, Pemkot Batam berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini diharapkan dapat membantu membangun masa depan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Batam dan Indonesia secara umum.