Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Transportasi Libur Lebaran 2026
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menyiapkan program diskon tiket transportasi dan tarif jalan tol untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur Ramadhan dan Lebaran 2026. Kebijakan ini mencakup potongan harga tiket pesawat, kereta api, angkutan laut, transportasi darat, hingga tarif jalan tol.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah telah mempersiapkan beberapa program untuk menjelang hari raya lebaran nanti, termasuk diskon transportasi di berbagai moda. Program tersebut dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat saat musim mudik Lebaran.
Di sektor penerbangan, insentif diberikan melalui skema PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket kelas ekonomi, diskon fuel surcharge, pemotongan biaya jasa kebandarudaraan, serta perpanjangan jam operasional bandara. Kebijakan ini menurunkan tarif tiket pesawat sekitar 13-14 persen, dengan realisasi penumpang mencapai 3,7 juta orang atau 104,2 persen dari target 3,5 juta.
Di sektor kereta api, diskon 30 persen untuk tiket kereta api ekonomi komersial yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI) berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Dari target 1,5 juta penumpang, realisasi mencapai 1,7 juta penumpang atau 112,6 persen.
Pada angkutan laut, PT PELNI memberikan diskon tarif 20 persen dari tarif dasar di luar asuransi dan pas pelabuhan selama 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Program ini mencakup 25 kapal penumpang di seluruh trayek. Dari target 405 ribu penumpang, realisasi mencapai lebih dari 406 ribu penumpang atau sekitar 100 persen.
Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon jasa pelabuhan hingga 100 persen atau setara sekitar 19 persen tarif terpadu rata-rata. Program berlaku di 16 pelabuhan pada delapan lintasan selama 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Realisasi tercatat sekitar 206 ribu penumpang (90,9 persen dari target) dan 465 ribu kendaraan (94,5 persen).
Pemerintah juga menyiapkan program bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng untuk mendukung masyarakat yang memerlukan. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran 2026.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menyiapkan program diskon tiket transportasi dan tarif jalan tol untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur Ramadhan dan Lebaran 2026. Kebijakan ini mencakup potongan harga tiket pesawat, kereta api, angkutan laut, transportasi darat, hingga tarif jalan tol.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah telah mempersiapkan beberapa program untuk menjelang hari raya lebaran nanti, termasuk diskon transportasi di berbagai moda. Program tersebut dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat saat musim mudik Lebaran.
Di sektor penerbangan, insentif diberikan melalui skema PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket kelas ekonomi, diskon fuel surcharge, pemotongan biaya jasa kebandarudaraan, serta perpanjangan jam operasional bandara. Kebijakan ini menurunkan tarif tiket pesawat sekitar 13-14 persen, dengan realisasi penumpang mencapai 3,7 juta orang atau 104,2 persen dari target 3,5 juta.
Di sektor kereta api, diskon 30 persen untuk tiket kereta api ekonomi komersial yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI) berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Dari target 1,5 juta penumpang, realisasi mencapai 1,7 juta penumpang atau 112,6 persen.
Pada angkutan laut, PT PELNI memberikan diskon tarif 20 persen dari tarif dasar di luar asuransi dan pas pelabuhan selama 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Program ini mencakup 25 kapal penumpang di seluruh trayek. Dari target 405 ribu penumpang, realisasi mencapai lebih dari 406 ribu penumpang atau sekitar 100 persen.
Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon jasa pelabuhan hingga 100 persen atau setara sekitar 19 persen tarif terpadu rata-rata. Program berlaku di 16 pelabuhan pada delapan lintasan selama 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Realisasi tercatat sekitar 206 ribu penumpang (90,9 persen dari target) dan 465 ribu kendaraan (94,5 persen).
Pemerintah juga menyiapkan program bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng untuk mendukung masyarakat yang memerlukan. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran 2026.