Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Transportasi Libur Lebaran 2026
Pemerintah telah menyiapkan program diskon tiket transportasi dan tarif jalan tol untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur Ramadhan dan Lebaran 2026. Kebijakan ini mencakup potongan harga tiket pesawat, kereta api, angkutan laut, transportasi darat, hingga tarif jalan tol.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa beberapa program telah dipersiapkan untuk menjelang hari raya lebaran nanti, termasuk diskon transportasi. "Untuk menjelang hari raya lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan," kata dia.
Program diskon lintas moda sebelumnya diterapkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Program ini dinilai mampu mendorong mobilitas, memperlancar arus perjalanan, serta menjaga momentum aktivitas ekonomi nasional. Realisasi program diskon transportasi selama Nataru menunjukkan capaian di atas target pada sejumlah moda.
Di sektor kereta api, diskon 30 persen untuk tiket kereta api ekonomi komersial yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI) berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Pada angkutan laut, PT PELNI memberikan diskon tarif 20 persen dari tarif dasar di luar asuransi dan pas pelabuhan selama 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Untuk penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon jasa pelabuhan hingga 100 persen atau setara sekitar 19 persen tarif terpadu rata-rata. Di sektor penerbangan, insentif diberikan melalui skema PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket kelas ekonomi, diskon fuel surcharge, pemotongan biaya jasa kebandarudaraan, serta perpanjangan jam operasional bandara. Kebijakan ini menurunkan tarif tiket pesawat sekitar 13-14 persen.
Realisasi program diskon transportasi selama Nataru menunjukkan capaian di atas target pada sejumlah moda. Di antaranya, realisasi penumpang mencapai 1,7 juta orang atau 112,6 persen dari target 1,5 juta.
Pemerintah telah menyiapkan program diskon tiket transportasi dan tarif jalan tol untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur Ramadhan dan Lebaran 2026. Kebijakan ini mencakup potongan harga tiket pesawat, kereta api, angkutan laut, transportasi darat, hingga tarif jalan tol.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa beberapa program telah dipersiapkan untuk menjelang hari raya lebaran nanti, termasuk diskon transportasi. "Untuk menjelang hari raya lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan," kata dia.
Program diskon lintas moda sebelumnya diterapkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Program ini dinilai mampu mendorong mobilitas, memperlancar arus perjalanan, serta menjaga momentum aktivitas ekonomi nasional. Realisasi program diskon transportasi selama Nataru menunjukkan capaian di atas target pada sejumlah moda.
Di sektor kereta api, diskon 30 persen untuk tiket kereta api ekonomi komersial yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI) berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Pada angkutan laut, PT PELNI memberikan diskon tarif 20 persen dari tarif dasar di luar asuransi dan pas pelabuhan selama 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Untuk penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon jasa pelabuhan hingga 100 persen atau setara sekitar 19 persen tarif terpadu rata-rata. Di sektor penerbangan, insentif diberikan melalui skema PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket kelas ekonomi, diskon fuel surcharge, pemotongan biaya jasa kebandarudaraan, serta perpanjangan jam operasional bandara. Kebijakan ini menurunkan tarif tiket pesawat sekitar 13-14 persen.
Realisasi program diskon transportasi selama Nataru menunjukkan capaian di atas target pada sejumlah moda. Di antaranya, realisasi penumpang mencapai 1,7 juta orang atau 112,6 persen dari target 1,5 juta.