Pemerintah Setujui Margin Fee Bulog 7% untuk Beras Satu Harga

Pemerintah menyetujui margin fee Bulog 7 persen untuk beras satu harga, guna menghindari harga beras yang lebih mahal di beberapa kawasan. Menurut Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), kebijakan ini diambil untuk mengatur harga beras yang sama di seluruh Indonesia, seperti bensin, sehingga perlu ada transportasi yang ditanggung oleh pemerintah.

Dalam rapat di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin 12/1/2026, Zulhas menyebutkan bahwa jika tidak ada margin fee, Bulog hanya mengambil sekitar 50 rupiah sebagai gaji. Namun, setelah dihitung-hitung oleh Menteri Keuangan dan BPKP, pemerintah menentukan margin fee sebesar 7 persen.

Zulhas menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menghindari harga beras yang lebih mahal di beberapa kawasan, seperti di Indonesia timur. Ia ingin harga beras itu sama dengan yang lain, satu harga, sehingga perlu ada transportasi yang ditanggung oleh pemerintah.

Selain itu, Zulhas juga menyampaikan harga pupuk telah turun hingga 20 persen dengan nilai subsidi yang tidak berubah. Penurunan harga pupuk tersebut merupakan andil Kementerian Pertanian (Kementan).
 
iya aja kayaknya margin fee bulog 7 persen itu lumayan wajar nih. kalau gak ada biaya, bulog gak akan bisa berjalan sama-sama ya. tapi apa yang penting adalah harga beras itu sama sama di seluruh indonesia, jadi orang di timur atau di sini gak perlu khawatir lagi. dan siapa yang tidak suka dengan kebijakan ini? kalau pupuk turun 20 persen, itu juga lumayan bagus kan? kementan harus senang-senang duduk di balik ini.
 
Wah, gampang banget pemerintah membuat kebijakan ini kan? Margin fee 7 persen itu cukup mantep dan aku pikir cukup masuk akal. Kalau nggak ada margin fee, siapa nanti yang mau ambil risiko untuk menanam beras dan menjualnya?

Tapi aku pikir salah satu poin penting di sini adalah transportasi. Aku setuju kalau kita butuh harga yang sama di seluruh Indonesia, tapi nggak bisa cuma-cuma nanti. Jika pemerintah mau ambil risiko itu, kenapa tidak ambil aja?

Dan aku juga penasaran kenapa ada perbedaan harga beras di Indonesia timur. Aku rasa kalau pemerintah harus lebih serius dalam mencari solusi yang tepat bukan hanya menanggung semua risiko.
 
Eh, apa kira-kira cara ngurus harga beras itu nih? Membuat margin fee siapa aja? Semoga bukan efek jangka panjang ya, makin harganya naik lagi... 😒 7% ini terlalu banyak, kan? Aku pikir pemerintah harus cari cara lain, seperti ngatur transportasi yang lebih efisien... atau apa? 🤔
 
Saya rasa margin fee Bulog 7 persen itu jadi yang masuk akal, tapi juga bisa jadi nggak cuma nih... Mungkin pemerintah kan mau makan biaya transportasi, tapi juga kan sih keuntungan dari pengeluaran beras itoe? Saya pikir 50 rupiah gajebo lah aja kalau Bulog hanya ngambil itu sekitar. Tapi, apa sih kalau pemerintah mau mengutak-atik harga beras di Indonesia timur, itu bukan keputusan yang tepat, tapi juga kan sih ada kaitannya dengan pengeluaran transportasi... Saya suka pupuk turun 20 persen, tapi saya rasa masih bisa jadi dari Kementan yang mau memotong biaya, bukannya pemerintah yang mau makan biaya...
 
Haha, apa aja dengan margin fee Bulog 7 persen? Semua orang suka kaya bukan? 😂 Selain itu, kalau pemerintah mau satu harga beras di seluruh Indonesia, berarti harus ada transportasi yang ditanggung oleh pemerintah. Nanti ganti jadi biaya pajak, sih 🤑. Tapi, yang penting adalah rakyat tidak perlu khawatir dengan harga beras yang naik. Kalau tidak mau one price, maka makanan apa aja yang bisa diatur? 😂 Selain itu, siapa bilang kalau margin fee 7 persen itu terlalu mahal? Harga beras naik 50 sent, tapi Bulog mau ambil 350 rupiah? 🤣.
 
Makasih bro, aku pikir margin fee Bulog 7 persen itu agak sedikit tinggi bisa dibilang kalau memang mau sama satu harga beras di seluruh Indonesia. Aku khawatir kalo ada transportasi yang ditanggung oleh pemerintah, tapi bagaimana nanti biaya itu ditanggung? Aku rasa ini seperti permainan kecil yang besar ya 😊.
 
Maksudnya sih biaya pengiriman nasi itu gede banget, makanya punya margin fee 7%. Tapi saran saya, biar lebih adem lagi, pemerintah bisa ngebawa kinerja Bulog yang lebih baik terlebih dahulu. Jangan hanya fokus di harga aja, tapi juga kualitas layanan dan efisiensi pengiriman. Dengan begitu, pasti orang Indonesia tidak perlu takut gak mau mbeli nasi dari Bulog lagi.
 
Makanya pemerintah jadi penasaran sama margin fee Bulog itu? Semua orang sibuk dengan birokrasi, apa lagi sekarang ini. Harga beras sudah semrawut, tapi kita tetap harus menetapkan margin fee 7 persen. Makanya kalau ingin sama harga untuk semua orang di Indonesia, pasti perlu ada transportasi yang ditanggung oleh pemerintah. Saya tahu itu sulit banget, tapi gak usah dipikirkan kalau sudah ada margin fee yang jelas, kita bisa fokus lagi pada kesejahteraan masyarakat.
 
kembali
Top