Ternyata, pemerintah RI sedang berencana membangun terowongan menuju Masjidil Haram. Rencana ini dilakukan untuk menghubungkan Kampung Haji Indonesia dengan Masjidil Haram di Mekkah. Banyak yang penasaran apakah rencana ini akan segera wajib berjalan? Sebenarnya, rencananya sudah jelas. Terowongan ini akan dibangun sepanjang tiga kilometer dari perkampungan jemaah Indonesia menuju Masjidil Haram. Nanti di kawasan tersebut, terdapat lahan yang luas untuk membangun hotel-hotel bagi pengunjung ke Mekkah.
Rencana pembangunan ini dimulai setelah Presiden Prabowo Subianto dan pimpinan organisasi masyarakat Islam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Menteri Agama Nasaruddin Umar juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
"Nanti antara satu sampai tiga kilometer dari Kakbah, tapi nanti akan ada terowongan yang menghubungkan Masjidil Haram dengan perkampungan Indonesia itu," kata Nasaruddin. Lahan yang dibangun adalah seluas 60 hektar di Arab Saudi. Hal ini diperoleh setelah pemerintah Arab Saudi memberikan izin resmi bagi pihak asing untuk membeli properti, tanah, hingga hotel di Mekkah dan Madinah.
Jika rencana ini berjalan lancar, banyak yang penasaran bagaimana dampaknya. Apakah terowongan ini akan menjadi kunci akses menuju Masjidil Haram bagi jemaah Indonesia?
Rencana pembangunan ini dimulai setelah Presiden Prabowo Subianto dan pimpinan organisasi masyarakat Islam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Menteri Agama Nasaruddin Umar juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
"Nanti antara satu sampai tiga kilometer dari Kakbah, tapi nanti akan ada terowongan yang menghubungkan Masjidil Haram dengan perkampungan Indonesia itu," kata Nasaruddin. Lahan yang dibangun adalah seluas 60 hektar di Arab Saudi. Hal ini diperoleh setelah pemerintah Arab Saudi memberikan izin resmi bagi pihak asing untuk membeli properti, tanah, hingga hotel di Mekkah dan Madinah.
Jika rencana ini berjalan lancar, banyak yang penasaran bagaimana dampaknya. Apakah terowongan ini akan menjadi kunci akses menuju Masjidil Haram bagi jemaah Indonesia?