Pemerintah Manfaatkan Laporan MSCI untuk Reformasi Pasar Modal
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah sepakat menggunakan laporan MSCI sebagai momentum reformasi pasar modal nasional. Hal ini disepakati setelah pertemuan pagi hari ini dengan sejumlah menteri dan kepala lembaga terkait.
Menurutnya, pemerintah akan mengikuti praktik baik (best practice) yang dikeluarkan oleh MSCI dalam proses review dan rebalancing saham-saham di Indonesia. Airlangga menekankan bahwa momentum ini digunakan untuk me-reform regulasi daripada pasar modal.
Namun, beliau enggan mengungkapkan berapa lama waktu yang diberikan pemerintah kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memperbaiki pasar modal Indonesia. Dia hanya menyebut bahwa sudah ada pesan yang disampaikan kepada OJK tentang reformasi dan akan diberikan tenggat waktu.
Sementara itu, BEI menegaskan komitmennya untuk meningkatkan bobot saham Indonesia agar dapat diterima dalam indeks global MSCI. Mereka telah mengupayakan yang terbaik dalam rangka meningkatkan bobot saham Indonesia, termasuk penguatan transparansi data dan penyediaan informasi pasar yang lebih akurat.
BEI juga menyatakan bahwa masukan dari MSCI menjadi bagian penting dalam upaya berkelanjutan meningkatkan kredibilitas pasar modal domestik. Ke depan, BEI akan terus berkoordinasi intensif dengan MSCI untuk memastikan keselarasan pemahaman dan implementasi peningkatan transparansi informasi.
Dengan demikian, pemerintah dan OJK telah sepakat menggunakan laporan MSCI sebagai momentum reformasi pasar modal nasional. Tujuannya adalah meningkatkan kredibilitas pasar modal domestik dan memenuhi praktik terbaik global.
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah sepakat menggunakan laporan MSCI sebagai momentum reformasi pasar modal nasional. Hal ini disepakati setelah pertemuan pagi hari ini dengan sejumlah menteri dan kepala lembaga terkait.
Menurutnya, pemerintah akan mengikuti praktik baik (best practice) yang dikeluarkan oleh MSCI dalam proses review dan rebalancing saham-saham di Indonesia. Airlangga menekankan bahwa momentum ini digunakan untuk me-reform regulasi daripada pasar modal.
Namun, beliau enggan mengungkapkan berapa lama waktu yang diberikan pemerintah kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memperbaiki pasar modal Indonesia. Dia hanya menyebut bahwa sudah ada pesan yang disampaikan kepada OJK tentang reformasi dan akan diberikan tenggat waktu.
Sementara itu, BEI menegaskan komitmennya untuk meningkatkan bobot saham Indonesia agar dapat diterima dalam indeks global MSCI. Mereka telah mengupayakan yang terbaik dalam rangka meningkatkan bobot saham Indonesia, termasuk penguatan transparansi data dan penyediaan informasi pasar yang lebih akurat.
BEI juga menyatakan bahwa masukan dari MSCI menjadi bagian penting dalam upaya berkelanjutan meningkatkan kredibilitas pasar modal domestik. Ke depan, BEI akan terus berkoordinasi intensif dengan MSCI untuk memastikan keselarasan pemahaman dan implementasi peningkatan transparansi informasi.
Dengan demikian, pemerintah dan OJK telah sepakat menggunakan laporan MSCI sebagai momentum reformasi pasar modal nasional. Tujuannya adalah meningkatkan kredibilitas pasar modal domestik dan memenuhi praktik terbaik global.