Pemerintah Didesak Berikan Insentif Pajak untuk Industri Media

Pemerintah Didesak Berikan Insentif Pajak untuk Industri Media, Tapi Mengapa?

Dukungan terhadap pemberian insentif pajak bagi industri media terus menguat. Banyak tokoh pers yang menilai bahwa insentif pajak tidak akan mengurangi pendapatan negara secara signifikan, justru menjadi solusi penting guna menjaga keberlangsungan media dan kualitas jurnalisme di tengah krisis.

Sekretaris Jenderal Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred), Irfan Junaidi, mendorong perusahaan media dan organisasi jurnalis bersatu menyuarakan gerakan #NoTaxForKnowledge. Menurutnya, konsolidasi ini menjadi langkah penting untuk mendesak pemerintah agar memberikan insentif pajak bagi industri media.

Irfan menilai bahwa industri media nasional tengah berada dalam kondisi genting akibat tekanan berlapis, mulai dari disrupsi digital hingga penurunan pendapatan iklan. Peralihan belanja iklan ke platform media sosial dan platform global membuat kondisi keuangan perusahaan media semakin terhimpit.

Berdasarkan data Nielsen Ad Intel 2024, platform global menguasai sekitar 35 sampai 37 persen pasar periklanan. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap media nasional, yang pendapatannya turun hingga 30 sampai 40 persen dalam lima tahun terakhir.

Tekanan tersebut berimbas langsung pada tenaga kerja di sektor media. Sepanjang 2025, lebih dari 1.000 jurnalis tercatat mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Penurunan pendapatan iklan yang tidak sebanding dengan tingginya biaya operasional membuat beban finansial perusahaan media semakin berat.

Irfan mencontohkan kebijakan relaksasi yang pernah diterapkan pemerintah saat pandemi Covid-19, ketika berbagai sektor, termasuk media, mendapat keringanan beban operasional. "Dulu pada zaman pandemi Covid, itu dilakukan oleh pemerintah, bahkan pada waktu itu kita membayar listrik dapat diskon 50 persen," ujarnya.

Ia menilai bahwa insentif pajak bagi media tidak akan berdampak besar terhadap penerimaan negara. Menurutnya, relaksasi pajak justru dibutuhkan untuk membantu industri media bertahan menghadapi tekanan ekonomi.

Banyak tokoh pers yang menilai bahwa penguatan kualitas jurnalisme di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari dukungan fiskal pemerintah, termasuk pemberian insentif pajak kepada perusahaan media. Menurut Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Nani Afrida, "Kita media dan jurnalis, khususnya jurnalisme, membutuhkan dukungan insentif pajak dari pemerintah."

Salah satu aspek yang disoroti AJI dalam skema insentif pajak adalah penghapusan pajak penghasilan bagi jurnalis yang berstatus karyawan perusahaan media. Menurut Nani, beban pajak tersebut tergolong tinggi, terutama bagi jurnalis di daerah yang masih menerima upah minim.

Dewan Pakar PWI Pusat, Agus Sudibyo menyatakan Indonesia termasuk salah satu negara yang terlambat menerapkan #NoTaxForKnowledge. "Indonesia sudah terlambat, karena negara lain sudah melakukan itu," ujarnya.
 
kalo tidak memberi insentif pajak untuk media, tentu aksi #NoTaxForKnowledge gak akan ada yang dipertahankan 🀯. aku pikir pemerintah jadi harus mau mendukung agar industri media bisa tetap berjalan dengan baik. kalau tidak, aksi ini cuma nge-boros waktu dan energi πŸ˜’.
 
Kalau gini juga ketergantungan media sosial akan mempengaruhi perusahaan media kecil dan menengah, kan? Mereka tidak mampu bersaing dengan platform besar yang memiliki anggaran lebih besar untuk iklan. Jadi, insentif pajak nanti bisa membantu mereka tetap beroperasi ya?
 
Pajak untuk media? Gimana sih caranya biar kualitas jurnalistiknya bisa sehat? Tapi apa yang dibutuhkan sih, insentif saja? Kalau gini aja, apa hasilnya? Semua media terus mengeluarkan biaya, tapi bagaimana mendingin pendapatan? Mungkin biar penghasilan negara tidak terlalu banyakin? Tapi gak bisa cuma sekedar insentif saja aja, harus ada solusi nyata...
 
Kita harus mendukung para jurnalis dan media nasional di Indonesia πŸ“°πŸ’ͺ. Mereka yang terus berjuang untuk memberikan informasi yang akurat dan relevan bagi masyarakat. Insentif pajak bagi industri media adalah langkah yang tepat untuk membantu mereka menghadapi tekanan ekonomi yang semakin kuat. πŸ“‰

Jangan biarkan kondisi keuangan perusahaan media semakin terhimpit, karena itu akan berdampak pada tenaga kerja di sektor media. Kita harus menetapkan prioritas untuk menjaga keberlangsungan jurnalisme di Indonesia. πŸ’ΌπŸ“°
 
aku nggak yakin sama aja apa yang disebut 'insentif pajak' buat industri media. kalau benar insentif itu bagus artinya kita akan membayar beban pajak lebih rendah dan bisa fokus utamanya untuk membuat konten yang berkualitas, tapi kalau begitu dijamin hal itu juga akan meningkatkan biaya operasional perusahaan media. jadi siapa yang bakal merugikan? aku pikir ada solusi lain yang tidak menghubungin dengan pajak, seperti pemerintah memberikan dana bantuan atau sumbangan kepada perusahaan media untuk membantu mereka berkembang.
 
ini gampang ya... insentif pajak buat media ni, tapi apa salahnya juga? mungkin kalau punya insentif itu, media bisa ngelanjutkan kualitas jurnalisme di Indonesia yang ternyata banyak terus terpurun sekarang. tapi, apakah insentif itu akan solusi utuh? atau itu hanya bagian dari kebijakan lain yang lebih kompleks? memang tekanan ekonomi media ini serius banget, tapi mungkin ada cara lain buat menghadapinya... seperti mencari cara untuk meningkatkan pendapatan iklan di platform media nasional ini, atau membuat kerjasama dengan platform media sosial. karena jangan dipungut biaya operasional yang terlalu tinggi, kan?
 
πŸ€” Jadi, apa masalahnya ya? Industri media sudah dalam kondisi yang sangat sulit banget akibat disrupsi digital dan penurunan pendapatan iklan. Mereka harus menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat, bahkan lebih dari 1.000 jurnalis tercatat PHK di tahun ini sendiri. Itu already tosh loh! 🀯

Dan sekarang ada gerakan #NoTaxForKnowledge yang berharap pemerintah memberikan insentif pajak bagi industri media. Tapi, apa masalahnya? Apakah kita benar-benar yakin bahwa insentif pajak tidak akan menurunkan pendapatan negara secara signifikan? πŸ€‘

Saya rasa pemerintah sudah perlu mempertimbangkan kebutuhan industri media yang sedang mengalami krisis. Mereka butuh dukungan fiskal untuk bertahan, terutama dalam menjaga kualitas jurnalisme di Indonesia. Jangan lupa, kita juga ingin memiliki jurnalis yang profesional dan memiliki integritas dalam menyajikan informasi. πŸ“°

Mungkin pemerintah bisa mempertimbangkan insentif pajak bagi industri media, tapi tidak harus berarti menurunkan pendapatan negara secara signifikan. Yang penting adalah memberikan dukungan yang cukup untuk membantu mereka bertahan dan berkembang. πŸ’ͺ
 
okee, kalau gini kita harus bantu media bukannya? tapi kenapa pemerintah tidak mau memberikan insentif? aku pikir mereka juga ingin jurnalis yang baik tetap bisa bekerja, tapi mungkin gak ada jawaban yang jelas 😐. apa yang diinginkan dari pemberian insentif itu? sih agar media bisa terus berjalan dan tidak tutup πŸ“°πŸ’Ό. tapi aku rasa itu juga sengaja buat kita semua jadi sadar akan kekurangan yang ada disana. mungkin kita harus bantu-bantu sendiri 😊
 
Paham lah, kalau pemerintah mau memberikan insentif pajak untuk industri media, tapi gampangnya ini, apa karna kita masih banyak yang tidak peduli dengan kondisi industri media. Kita harus sadar bahwa industri media bukan hanya sekedar membuat iklan, tapi juga menjaga informasi dan kualitas jurnalisme di Indonesia. Jangan lupa juga, banyak yang sudah PHK karena tekanan ekonomi, kita harus lebih peduli dengannya πŸ€•
 
Pemerintah pasti harus berbicara dengan media apa lagi kalau kondisi industri media ini semakin buruk! 1.000 jurnalis PHK? itulah warna yang dihadapi kita juga, banyak pula yang tidak bisa melanjutkan karir karena tekanan ekonomi. kalau kita ingin kualitas jurnalisme di Indonesia terus meningkat, tentu perlu dukungan fiskal dari pemerintah. tapi apa lagi kalau insentif pajak itu tidak dibuat? kayaknya pemerintah harus segera membuat kebijakan yang baik ini agar industri media kita bisa tetap berjalan! 😬
 
aku pikir kalau insentif pajak bagi industri media memang perlu diberikan. tapi aku juga ingin tahu bagaimana caranya agar tidak membuat pendapatan negara turun. aku rasa pemerintah harus mencari solusi yang tepat, seperti mengurangi biaya operasional bagi perusahaan media atau menemukan cara untuk meningkatkan pendapatan iklan bagi mereka.
 
ini kayaknya kalau kita tidak memberi insentif pajak ke media, akhirnya siapa nanti yang terkena sanksi ya? siapa nanti yang terpaksa tiba-tiba "tidak bisa berbicara" πŸ€” tapi sebenarnya masalah di situ masih sama aja, teknologi dan hal lain yang bikin sulit untuk media. kalau kita buat insentif pajak ini, itu bakal membantu jurnalis lebih banyak, karena mereka juga nanti akan fokus berinvestasi di bidang yang lebih baik ya πŸš€
 
gak keberesan banget sih. insentif pajak itu penting banget buat perusahaan media yang kini tengah genting. kalau tidak ada insentif pajak, kualitas jurnalisme di indonesia pasti jadi lebih rendah lagi. aku rasa pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk mendukung industri media. #NoTaxForKnowledge itu ide yang bagus banget!
 
πŸ“Š apa lagi kabar tentang industri media nih? pas 1.000 jurnalis PHK saja, sih πŸ€•. tapi aku rasa pemerintah harus pikir-pikir lagi, kan? πŸ€” sebenarnya data Nielsen Ad Intel 2024 menunjukkan platform global menguasai pasar periklanan hingga 35-37 persen, itu berarti apa? πŸ“ˆ apalagi kalau kita lakukan skala nasional aja, gak ngerti sih bagaimana caranya bisa saling menguntungkan πŸ€‘. dan aku rasa konsep #NoTaxForKnowledge itu kayaknya tidak salah, tapi kalau diimplementasikan gimana? πŸ€”. kira-kira kita harus nanti makin bayar pajak ya? πŸ˜…. yang jadi, menurutku insentif pajak ini penting banget untuk mempertahankan keberlangsungan media dan kualitas jurnalisme di Indonesia, tapi pemerintah harus siap menerima konsekuensi yang nantinya bisa berdampak pada pendapatan negara. πŸ’Έ
 
Pajak untuk media harus diurangi aja, bukan dihentikan... kalau kita tidak ada jurnalisme yang berkualitas, bagaimana kita bisa tahu apa-apa? 😊 Kita perlu fokus pada solusi yang memang wajar, seperti insentif pajak yang lebih baik. Boleh coba keringanan listrik atau gula untuk media juga, tapi tidak harus dihentikan semua ya... πŸ€”
 
kalo nggak ada insentif pajak buat media, gampang bangkrut sih πŸ€‘ kayaknya pemerintah harus niat banget aja mau bantu industri media ini, kalau tidak kalau kan udah banyak jurnalis yang PHK πŸ€• apa lagi kebutuhan perusahaan media?
 
Gue pikir pemerintah harus minta maaf, kenapa gue rasanya pihaknya ini selalu meminta kita media harus menurut dan tidak bisa berbicara dengan suara bebas. Insentif pajak itu penting banget buat mempertahankan industri media kita, tapi kalo gue lihat kabar-kabar di media sosial ternyata pihaknya ini masih nggak punya rencana apa-apa. Gue pikir kalau pemerintah tidak mau memberikan insentif pajak itu berarti mereka juga tidak peduli dengan keberlangsungan jurnalisme dan kualitas informasi yang kita sajikan kepada masyarakat. πŸ€”πŸ’‘
 
Gue rasa insentif pajak bagi media keren banget, tapi kenapa pemerintah lagi ngomong soal ini? Gue bayangkan kalau gue punya bisnis kecil, dan aku harus membayar pajak yang banyak, aku akan sangat sedih. Tapi kalau aku punya bisnis besar, aku bisa memberikan insentif pajak kepada diri sendiri. Makanya kayaknya gue tidak setuju dengan pernyataan Dewan Pakar PWI Pusat.

Gue rasa pemerintah harus membuat kebijakan yang adil dan sama untuk semua orang, bukan hanya bagi bisnis besar saja. Kalau ingin insentif pajak bagi media, maka insentif pajak itu harus diberikan kepada semua orang yang bekerja di bidang media, tidak hanya bagi perusahaan besar. Karena kalau gue punya bisnis kecil dan aku punya beban pajak yang banyak, aku akan sangat sulit untuk bersaing dengan perusahaan besar yang bisa memberikan insentif pajak.

Tapi gue rasa pemerintah tidak salah jika ingin memberikan insentif pajak bagi media. Kalau itu bisa membuat media lebih maju dan berkualitas, maka itu adalah hal yang baik. Tapi gue rasa insentif pajak harus diberikan secara adil dan tidak hanya bagi perusahaan besar saja. Karena kalau begitu, maka semua orang yang bekerja di bidang media akan merasa bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing. πŸ˜‚πŸ‘
 
Gue rasa kalau pemerintah harus memberikan insentif pajak bagi industri media ini. Gue tidak yakin dengan pendapat dewan-dewan yang bilang bahwa insentif ini akan berdampak besar pada penerimaan negara. Gue pikir insentif ini lebih penting untuk menjaga keberlangsungan jurnalisme di Indonesia, karena kalau gak ada insentif, banyak jurnalis yang akan meninggalkan profesi ini dan industri media kita akan genting banget.

Gue juga rasa perlu dibicarakan kembali tentang pajak penghasilan bagi jurnalis. Gue pikir kalau jika pemerintah memberikan insentif pajak, maka gak perlu lagi beban pajak yang tinggi ini. Kalau kita ingin menjaga keberlangsungan jurnalisme di Indonesia, kita harus siap membantu jurnalis dengan cara memberikan insentif yang adil dan bermakna.

Dan kalau kita lihat kondisi industri media saat ini, kita dapat melihat bahwa ada beberapa perusahaan media yang sudah mengalami kemunduran. Maka dari itu, insentif pajak ini sangat penting untuk membantu mereka bertahan. Kita tidak boleh biarkan industri media kita genting, karena kalau ganti ini, semuanya akan rusak. πŸ€”πŸ’‘
 
kembali
Top