Pemerintah Akan Melakukan Groundbreaking 6 Peternakan Ayam Awal Februari 2026, Berikut Keenakannya!
Pemerintah bakal melakukan groundbreaking enam peternakan ayam di awal Februari 2026 nanti. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah 12 titik sentra ayam terintegrasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menurut CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, "Pokoknya semua sudah siap. Kita sih ada enam (peternakan ayam), semuanya sudah siap. Paling mungkin awal Februari (groundbreaking)," kata dia kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu 28 Januari 2026.
Enam titik sentra peternakan ayam tersebut tersebar di empat lokasi, namun ia tidak menjelaskan secara detail di mana empat lokasi yang dimaksud. "Ada di empat lokasi," ucapnya.
Langkah ini dilakukan demi menekan disparitas harga serta menjaga stabilitas pasokan nasional. Produksi telur di Indonesia saat ini mencapai 6,2 juta ton dan daging ayam sekitar 3,8 juta ton per tahun sehingga masih mencukupi kebutuhan secara nasional.
Namun, ia mengakui 63 persen produksi kedua komoditas tersebut berada di Pulau Jawa sebagai ekosistem peternakan yang lebih dulu berkembang. Pemerintah menyiapkan pengembangan klaster produksi ayam petelur dan ayam pedaging di berbagai wilayah.
Tahap pertama diarahkan ke sejumlah provinsi, seperti Aceh, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan dan Jawa Timur.
Pemerintah bakal melakukan groundbreaking enam peternakan ayam di awal Februari 2026 nanti. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah 12 titik sentra ayam terintegrasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menurut CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, "Pokoknya semua sudah siap. Kita sih ada enam (peternakan ayam), semuanya sudah siap. Paling mungkin awal Februari (groundbreaking)," kata dia kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu 28 Januari 2026.
Enam titik sentra peternakan ayam tersebut tersebar di empat lokasi, namun ia tidak menjelaskan secara detail di mana empat lokasi yang dimaksud. "Ada di empat lokasi," ucapnya.
Langkah ini dilakukan demi menekan disparitas harga serta menjaga stabilitas pasokan nasional. Produksi telur di Indonesia saat ini mencapai 6,2 juta ton dan daging ayam sekitar 3,8 juta ton per tahun sehingga masih mencukupi kebutuhan secara nasional.
Namun, ia mengakui 63 persen produksi kedua komoditas tersebut berada di Pulau Jawa sebagai ekosistem peternakan yang lebih dulu berkembang. Pemerintah menyiapkan pengembangan klaster produksi ayam petelur dan ayam pedaging di berbagai wilayah.
Tahap pertama diarahkan ke sejumlah provinsi, seperti Aceh, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan dan Jawa Timur.